Gemblung…Ambulan kok dibuntuti…
Saya pikir semua sudah tahu bahwa ambulan mendapatkan ‘keistimewaan’ di jalanan. Dengan bekal sirine dan strobo ambulan dapat membelah dan meminta jalan bagi siapapun. Hal ini dapat dimaklumi karena memang butuh penanganan segera pasien yang ada didalamnya. Oleh karena itu mungkin kita dengan sadar akan memberikan ruang bagi ambulan tersebut untuk mendahului.
Melihat keistimewaan ambulan ini ternyata ada beberapa pengendara motor yang memanfaatkan situasi agar terhindar dari kemacetan. Kalau pengiringnya sih tidak masalah karena memang mungkin ada kepentingan. Bagaimana dengan motor lain? Ane sih tidak munafik pernah melakukan hal tersebut tetapi dengan situasi dan kondisi yang berbeda.
Kejadian hampir konyol ane dapati pagi kemarin (15/2) di perempatan Manyar-Kebun Bibit Surabaya. Jalur ini merupakan jalur harian menuju tempat kerja ane yang ada di sekitaran Nginden. Pagi itu kondisi lalu lintas sebenarnya tidak terlalu padat. Terdapat ambulan yang menyalakan sirinenya sejak dari jalan Karang Menjangan. Ketika lampu TL menyala lampu merah di perempatan manyar arah Bratang maka ambulan tetap meneruskan perjalanan melalui jalur paling kiri (jalur paling kiri memang kosong untuk rambu “belok kiri langsung”). Ternyata ada motor yang mengikuti jalannya ambulan padahal posisi awal motor berhenti dipaling depan marka.
Sontak…bel…klakson bersaut-sautan dari arah seberang ‘mendamprat’ 2 motor yang ikut-ikutan laju ambulan. Memang sih tidak sampai terjadi kecelakaan atau sruntulan namun tingkah koplak 2 motor ini menyebabkan kegaduhan sebentar dan buat orang ‘uring-uringan’. Mbok yo ojo asal ngegazz….xixixixi. (maap gak sempat ambil gambar..
).
Maturnuwun.


















![Pulsar Rider Society [PRIDES]](http://setia1heri.files.wordpress.com/2010/12/404.png?w=274&h=113)







Komeng-ntar