Archive

Posts Tagged ‘sirine’

Gemblung…Ambulan kok dibuntuti…

February 20, 2012 9 comments

Saya pikir semua sudah tahu bahwa ambulan mendapatkan ‘keistimewaan’ di jalanan.  Dengan bekal sirine dan strobo ambulan dapat membelah dan meminta jalan bagi siapapun. Hal ini dapat dimaklumi karena memang butuh penanganan segera pasien yang ada didalamnya.  Oleh karena itu mungkin kita dengan sadar akan memberikan ruang bagi ambulan tersebut untuk  mendahului.

Melihat keistimewaan ambulan ini ternyata ada beberapa pengendara motor yang memanfaatkan situasi agar terhindar dari kemacetan. Kalau pengiringnya sih tidak masalah karena memang mungkin ada kepentingan. Bagaimana dengan motor lain? Ane sih tidak munafik pernah melakukan hal tersebut tetapi dengan situasi dan kondisi yang berbeda.

Kejadian hampir konyol ane dapati pagi kemarin (15/2) di perempatan Manyar-Kebun Bibit Surabaya. Jalur ini merupakan jalur harian menuju tempat kerja ane yang ada di sekitaran Nginden.  Pagi itu kondisi lalu lintas sebenarnya tidak terlalu padat. Terdapat ambulan yang menyalakan sirinenya sejak dari jalan Karang Menjangan. Ketika lampu TL menyala lampu merah di perempatan manyar arah Bratang maka ambulan tetap meneruskan perjalanan melalui jalur paling kiri (jalur paling kiri memang kosong untuk rambu “belok kiri langsung”).  Ternyata ada motor yang mengikuti jalannya ambulan padahal posisi awal motor berhenti dipaling depan marka.

Sontak…bel…klakson bersaut-sautan dari arah seberang ‘mendamprat’ 2 motor yang ikut-ikutan laju ambulan. Memang sih tidak sampai terjadi kecelakaan atau sruntulan namun tingkah koplak 2 motor ini  menyebabkan kegaduhan sebentar dan buat orang ‘uring-uringan’.  Mbok yo ojo asal ngegazz….xixixixi. (maap gak sempat ambil gambar.. :-D ).

Maturnuwun.

gak pasang sirbo brad?

January 10, 2012 56 comments

Sebuah cerita dari kawan Prides Chapter Malang, mari disimak bersama bro dan sis :

beberapa hari yg lalu, pulang ngampus sewaktu mampir Alfamart sumbersari untuk sekedar membeli minuman, bertemu dgn seorang biker yg sepertinya anggota komunitas motor jg, kebetulan aq td bw pulsarku.. sempet ngobrol bentar,liat2 motorku, lalu…..

Gak pasang strobo n sirine masbro?“, gt tanyanya..
lalu aq jawab, “Walah mas, spurane, aq anti sm yg begituan..hehehe”
Halah, gpp pasang aja, biker kq cemen, itung2 biar tambah macho tu motor..”, jawabnya dgn ketawa2..
hahaha, makasih masbro, gak deh“, jawabku dgn muka mulai senyum g ikhlas..
“Santai aja broo.. gpp2…rileks ajee”, jawabnya lg..

Lalu ia pun cabut duluan, dgn deru knalpot gahar si macan, dr kejauhan tampak meliuk2 membelah kemacetan tanpa peduli 2 box besar kanan kirinya akan nyenggol pengguna jalan lain..

Pulsar 200 kawan Nova ini sebenarnya tidak kalah macho, dibekali top box dan side box serta gps yang dijamin tidaka akan tersesat. Dari jauh pun sudah kelihatan gahar dan keren. Lah kok ternyata masih dibilang kurang macho tanpa sirbo?

gambar : indobikermagz.com

Mungkin bagi kawan-kawan yang paham dan sadar terhadap UU no 22 tahun 2009 tentang Lantas sudah gak kaget lagi. SIRBO dilarang oleh undang-undang bagi kendaraan sipil tanpa ada ijin dari pihak berwenang. Trus mau ngotot apalagi?. Mungkin bisa belajar dari salah satu member PRIDES yang kena banned karena kepergok ada sirine di pulsarnya disini. Semua kembali pada aturan dan kesepakatan masing-masing klub/komunitas yang tentunya tidak bertentangan atau melanggar aturan yang ada.

Mungkin kita hanya bisa berbaik sangka bagi oknum klub/komunitas motor yang memakai sirbo, bisa jadi cita-cita atau obsesi menjadi polantas belum keturutan. Nah lho.. :-P .  :peace . Monggo saran dan masukannya….

ini nih bro Nova member PCM :

gbr : fb bro Nova

Disiplin dalam komunitas motor

December 5, 2011 18 comments

Setiap komunitas atau klub motor tentu punya aturan masing-masing. Dan tentunya setiap aturan harus berbanding lurus dengan aturan rambu-rambu atau perundangan yang berlaku. UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas tentu merupakan acuan bersama bagi insan pengendara jalan di Indonesia. Dan aturan ini tidak harus ditegakkan oleh pihak berwenang saja namun masyarakat punya kewajiban yang sama. Displin dan taat aturan itulah kunci segalanya.

Ketika iseng-iseng buka-buka trit (28/11) di Prides-Online.com, ane kaget ketika membaca ada official anouncemet yang menyebutkan ada member yang kena Banned. Langsung aja ane klik untuk mengetahui penyebabnya brader Chapter Jakarta itu kena banned langsung oleh paketum Om Don yang sebentar lagi lengser itu. Ternyata brader dengan id the SIGIT ini ‘terpergok’ menggunakan sirine. Kasihan beliau harus kena banned selama 1 bulan (setelah melalui proses ‘advokasi braderhut’ (1/12) keputusan dianulir menjadi 2 minggu :-P ). Tapi itulah sebuah awal kedisiplinan klub/komunitas yang harus ditegakkan. Salut dah… (angkat topi dech buat paketum dan jajaran atas ketegasannya :-D ). Dan buat bro SIGIT dtunggu RR lanjutannya… :-D

sumber : google

Kalau mau mengelak sebenarnya ‘wajar’ lah. Kan biasanya hampir sebagian besar biker, klub atau komunitas seringkali memakai sirine dan strobo terlebih bagi aliran touring (riding group). Ane lupa pasal dan babnya dalam UU LANTAS diatas yang jelas motor sipil apapun jenis dan alirannya DILARANG a.k.a  HARAM memakai aksesoris diatas kecuali yang mendapat ijin (tapi ada gak yach ???).

Jadi berkaca pada kasus diatas, mari kita jadikan klub/ komunitas sebagai titik awal untuk berlaku taat pada aturan lantas dan sopan beradab di jalanan.  Sebenarnya kalau mau ngeyel sih tetap bisa lha wong cuma di banned di media online kok…hehehe :-D . Tetapi ane berharap semua bisa sadar dan mengedepankan kedisiplinan aturan (baik negara maupun komunitas). Semoga brader-brader PRIDES lain terutama di daerah yang jauh dari ‘pantauan’ segera berbenah diri kalau ada yang ‘menyerupai’ dan ‘berpenampakan’  seperti brader diatas ..xixixi .

STOP STROBO dan SIRINE bagi KENDARAAN SIPIL !

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers