Archive

Posts Tagged ‘Safety Gear’

kesadaran pake helm dan pak polisi

March 5, 2012 11 comments

kompas,25042010

Ada pemandangan yang mengundang senyum sekaligus prihatin di pertigaan jalan gresikan-demak, Surabaya. Sore sabtu (25/2) itu lumayan ramai banyak anak sekolah yang pulang sekolah.  Nah dipertigaan itulah ane sempat mengamati beberapa pengendara motor. Maklum sebagai blogger serba-serbi alias gado-gado pengin mencari sesuatu yang unik dan menarik.

Tepat didepan ane ada dua cewek kalau gak salah anak SMA yang berboncengan pakai motor matik. Ane perhatikan kok cuma yang dibonceng yang pakai helm. Walah kok pede sekali. Namun ane perhatikan lebih seksama ternyata dia membawa helm cuma gak dipakai alias digantung di jok tengah. Kok berani sekali yah?hehehe :-D

Tepat disamping motor matik tadi atau berjarak sekitar 1;5 meter ada pak polisi yang mungkin juga lagi pulang kerja. Kok tahu kalau itu polisi? masak ndak tahu seragam pak polisi tho maz bro….heheheh. Ane sangat berharap pak polisi ini dapat mengingatkan cewek pemberani ini namun harapan ane sirna manakala pak polisinya hanya melirik saja setelah itu kembali pada pandangan ke depan lagi…hik…hiks.

Pendapat ane kalau yang mengingatkan itu langsung pak polisi tentu efektifitasnya sangat manjur dibandingkan selain pak polisi. Namun tidak tahu mengapa pak polisi pada sore itu tidak melakukannya. Mungkin bukan polantas masbro? Saya pikir semua polisi punya kewajiban yang sama untuk mengingatkan pengendara motor terkait kewajiban helm ini (kan biasanay kena tilang kan?). Bukan begitu?. Kalau polisinya sudah cuek bagaimana lagi dengan orang biasa?. Mungkin akan ada yang bilang,”biarin aja itu kepala-kepala sendiri, ntar jatuh juga ditanggung sendiri”. Saya pikir pernyataan ini lebih tepat kalau sebelumnya kita sudah mengingatkan dan yang bersangkutan masih bandel. Yang jelas tugas kita sekedar mengingatkan saja..tidak lebih.

Memang sih mengingatkan kewajiban memakai helm sudah menjadi tanggungjawab polisi sebagaimana amanat perundangan yang berlaku namun kita masyarakat juga punya tanggungjawab yang sama. Toh semuanya untuk keselamatan dan kenyamana dalam berkendara bersama. Ane sendiri akhir-akhir mencoba untuk mengingatkan ketika ketemu pengendara motor di jalan raya yang tidak memakai helm.

Ah sok suci!, Ane tidak munafik kawan juga sering kali melakukan hal yang serupa tetapi biasanya pakai motor disekitar kampung saja atau perumahan. Kalau dijalan raya sebisa mungkin untuk memakai helm karena itu juga untuk keselamatan diri sendiri. Mari hargai kepala kita karena sparepartnya tidak ada dibengkel terdekat…hehehe

Keep safety gear dan safety riding

Peneng PRIDES

December 4, 2011 12 comments

Setelah sebelumnya mendapatkan KTA Gresik Pulsar Community maka selang satu setengah bulan kemudian mendapatkan peneng PRIDES. Peneng PRIDES ini merupakan salah satu identitas official  dari komunitas prides-online.com. Terbuat dari besi plat nomor yang di dalamnya ada tulisan id member yang bersangkutan. Ane sendiri di peneng memakai id : KHS (Kang Heri Setiawan).

Ketika menerima (24/11) dan memasang peneng PRIDES (28/11) ini ada perasaan bangga sekaligus ketakutan.  Bangga karena nubi yang jarang onlen dan posting ini telah diakui sebagai member resmi PRIDES (jiahh…kayak apa aja….xixixi…lha wong gak ada pelantikan sama SK nya….wkwkwkwk :-P ).  Sebenarnya tidaklah sulit untuk mendapatkan id peneng ini cukup join prides-online.com, posting minimal 300 kali dan mendapatkan ‘anggukan’ pak kechap setempat maka tinggal pesan dech (tapi tetap menunggu pembukaan trit oleh pengurus teras PRIDES pusat..hehehe). Oleh karena itu saya sangat berterima kasih kepada om Hanx selaku kechap PCS yang telah mengizinkan nubi memakai id peneng dan sekaligus memesankannya. suwun cak ! Laik dis…. :-D

Rasa ketakutan muncul mana kala ane khilaf tidak dapat menjaga nama besar dan nama baik PRIDES. PRIDES dengan jaringan membernya dalam dan luar negeri tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Walaupun masyarakat mungkin tidak tahu semuanya apa dan siapa itu PRIDES tetapi mereka akan tetap melihat tingkah polah ane di jalanan sebagai ‘anak klub’, ‘anak komunitas motor’ dan kalau parah ‘anak geng motor’…glodakkk.  Oleh karena ane pribadi bertekad untuk menjaga adab dan sopan santun di jalanan. Mohon ditegur kalau melihat peneng KHS di jalanan (terutama Surabaya-gresik) tapi gayanya ngawur dan urakan (soalnya di jalan masih sering kali muncul gaya 4l@y…hehehe ).

Kawan identitas klub atau komunitas itu tidak untuk membusungkan dada, petentangpetenteng kesana kemari apalagi diperparah dengan arogansi. Masyarakat terutama sesama pengguna jalan akan menilai diri dan klub kita.  Lha wong kita sebenarnya juga punya status sama dengan mereka yang harus taat rambu-rambu lalu lintas dan bayar pajak tiap tahunan. Justru kita seharusnya memberi contoh adab di jalan karena kita orang yang ‘terdidik’ di klub atau komunitas. Tapi gak tahu sich kalau ternyata di klub atau komunitas mengajarkan sebaliknya…hehehe (ada gak sih..?..)

Kita akan tetap di tilang kalau tidak membawa STNK dan SIM walaupun kita sudah menunjukkan KTA atau peneng…xixixi. Kita akan tetap didenda kalau nylonong  aturan dan tidak memakai helm di jalanan umum. Dan kita akan dihujat dan dihajar masyarakat kalau tingkah polah kita ternyata menimbulkan kegaduhan dan keresahan bagi mereka.

Toet…toet…..Keep brotherhood kawan, Keep safety riding and safety gear.

Mari nikmati perjalanan dengan seluruh destinasi yang ada…

Ber’Spion’ pada tragedi Si “Kribo” Moncelli

October 25, 2011 8 comments

Ber’Spion’ pada tragedi Si “Kribo” Moncelli

Berita kematian pembalap Marco Simoncelli pada minggu (23/10) kemarin menghiasi hampir seluruh media di dunia.  Tidak ketinggalan pula para blogger tanah air memberitakan berita duka tersebut.  Semua orang yang tahu nama dan kiprahnya dalam moto GP turut berduka tanpa kecuali. Tulisan ini tidak bermaksud ikut-ikutan menuliskan kematian pembalap motoGP asal Catollica, Italia itu  tetapi tidak menampik pula kalau tulisan ini sebagai penghormatan terakhir bagi pembalap San Carlo Gresini Honda itu. Postingan ini lebih bagaimana kita berkaca dari tragedy Sepang, Malaysia tersebut.

Beberapa hal menurut penulis yang bisa kita jadikan pelajaran bagi orang yang suka pelajaran. Maklum tidak semua orang suka pelajaran apalagi pelajaran yang dirasa menjemukkan dan memuakkan. Pelajaran yang dapat dipetik diantaranya :

1. Hati-hati Cornering

Kalau kita mencermati video kejadian kecelakaan ada di tikungan 11 sirkuit Sepang. Menurut beberapa sumber  dan video kondisi motor Simon sendiri sudah miring hilang keseimbangan. Hal ini berawal dari grip ban depan kurang menggigit sehingga menyebabkan oleng dan akhirnyadi hantam pembalap Yamaha Colin Edwards dan Valentino Rossi.  Selain itu, sebenarnya ada yang mengeluhkan terkait kondisi sirkuit yang kurang nyaman walaupun hal ini sudah dibantah oleh Kepala Sirkuit Internasional Sepang Mokhzani Mahathir.  Oleh karena itu bagi kawan-kawan yang hobi pecinta tikungan alias cornering lover a.k.a. ‘mereng-mereng’ harap diperhatikan kondisi jalan dan kondisi ban kendaraan…cmiiw.

2. Perlunya (full body) Protector

Kita sudah mafhumlah bagaimana system body protector para pembalap MotoGP tetapi ternyata kejadian tewasnya Super Sic membuat semua orang berpikir ulang. Memakai body protector yang sudah dirancang sedemikian rupa saja ternyata belum banyak membantu ketika kecelakaan apalagi tidak memakainya sama sekali. Ane tidak menganjurkan pengendara roda 2 layaknya ‘robot’ akan tetapi bagaimana system perlindungan tubuh kita tetap diperhatikan dalam berkendara setiap harinya…cmiiw.

3. Jangan lupa Helm (standar)

Terlepasnya helm pembalap agresif dan atraktif ini ketika kecelakaan membuat semua orang terhenyak. Helm yang sulit dilepaskan sendiri ini mengapa sampai bisa terlepas begitu saja. Penyeledikan lebih lanjut terkait lepasnya helm yang diluar biasanya ini sedang berlangsung. Disinyalir lepasnya helm ini pula turut memperparah terjadinya kecelakaan yang merenggut nyawa pembalap berusia 24 tahun ini.  Ayo kawan pakai helm yang memenuhi standar…SNI lah…jangan helm asal nempel…mari hormati dan hargai kepala anda sendiri…cmiiw.

4. Suratan takdir

Hal ini mungkin sudah jelas, kita tidak bisa menolak suratan takdir.  Dan seringkali kita memang tidak tahu kapan malaikat pencabut nyawa akan menghampiri kita. Semua serba penuh gelap dan misteri…cmiiw.

5. Guyonan Safety Riding

Ini hanya beberapa joke yang ane himpun dari celetukan-celetukan teman ketika mendengar tewasnya ‘adik’ Rossi ini. “ Lupa nyalain sein kale beloknya…”, “Mungkin gak lihat spion yah kalau belok..”, “hand signal dan foot signal  gak dipakai yah…”. Mungkin kita semua tahu bahwa semua motor balap setahu ane tidak memakai spion sama lampu sein apalagi memakai signal-signal seperti group riding saja…hehehe. Namun begitu joke-joke diatas tidak bisa diabaikan begitu saja bagi kita yang mengendarai motor dijalanan apalagi dalam keadaan group riding….cmiiw.

Demikian kawan beberapa pelajaran yang menurut ane perlu diperhatikan. Semoga Rest In Peace Marcco… Jiwa muda, penuh talenta, ‘arogan’, ‘urakan’ akan selalu menjadi inspirasi bagi kaum muda…

Sekian kawan, mohon maap bila ada salah kata dan salah ketik dalam tulisan. matoernoewoen. keep safety gear and safety riding… :-D

*dirangkum dari berbagai sumber, gambar : mbah google

Hati2 melewati genangan air di jalan

September 22, 2011 5 comments

Hati2 melewati genangan air di jalan

Dalam berkendara kita memang harus menerapkan safety gear dan safety riding, namun begitu kita harus waspada dengan kondisi medan dan jalanan. Beragam kondisi ekternal di jalanan yang jika kita teledor akan menyebabkan kecelakaan  seperti kondisi jalan berlubang baik besar maupun kecil, ada kerikil-kerikil, berpasir maupun ada genangan air. Tulisan ini ane ketik ketika membaca status ko Robert  member Prides Chapter Surabaya yang mengalami insiden Minggu (17/9) ketika melewati genangan air di perempatan Samsat Surabaya. Atas sepengetahuan ko Robert sengaja ane menulis insiden yang menimpanya agar kita lebih berhati-hati lagi

Kronologis kejadian,” Wah kronologis mah gak ada. Ya cuman memang itu sering di air mancur tikungan samsat dikuras. Nah ngurasnya itu airnya dibuang ke jalan pas tikungan itu, kadang ketinggiannya lumayan dan mengalir. Aku jg gak terlalu ingat kronologisnya, yang pasti mendekati lampu merah aku yakin sudah deselerasi, karena sempat nglakson pengendara yang maunya lurus ke Menur tapi makan lajur kiri. Sadar kalo basah, pede nikung, tiba2 gubrak. Dugaan kenapa ban belakang kehilangan traksi karena nyongsopnya ke kiri depan (ada bekas di spatbor + parking brake lock kiri rusak). Tapi aku rasa ini beat memang kurang handling sama gripnya untuk pria seratus kilo (introspeksi). Wes maringene seterusnya pake pulsar aja, kapok”.

Terlepas dari body ko Robert yang memang cukup besar dan body beat yang mungkin kurang proporsional baginya, ditambah dengan adanya boncenger. Seharusnya memang kita harus berhati-hati melewati genangan air apalagi dalam posisi menikung. Kondisi ban tentu tidak sekuat ‘mencengkeram’ seperti  ketika jalanan kering. Selain itu ketika menikung tentu keseimbangan motor berubah baik miring ke kanan maupun ke kiri. Hal utama yang harus kita lakukan adalah mengurangi kecepatan (deselerasi) tapi gak tahu kalau hobi mereng-mereng….wkwkwkwk. Ya resiko monggo ditanggung sendiri.

ko robert bersama beat dan boncenger ketika mau berangkat kopdargab PRIDES Jatim

Akibat insiden itu ko Robert mengalami biker blutut intercom patah, ada goresan mendalam pada pipi kiri helm Gardio racing white, visor baret parah harus ganti, rompi PRIDES sobek-sobek dan sempat sesak nafas kumat lagi.  Dan mungkin kerugian non fisik lain yang tak terhitung. Belajar dari itu semua kawan mari kita berhati-hati dalam melewati genangan air terutama di tikungan. Semoga ko Robert cepat sembuh seperti sedia kala dan beraktivitas normal sebagaimana biasa….

sumber tulisan dari  apdet status fb ko robert

Local unique produk Indihe..

September 14, 2011 1 comment

Local unique produk Indihe..

 

Sebagai salah satu pengguna motor indihe maka langsung maupun tidak langsung ane selalu ingin tahu perkembangan motor disana. Apalagi saat ini harus diakui jujur atau tidak permotoran kita berganti kiblat ke negeri dengan Taj Mahalnya tersebut.  Beberapa kali ane mengamati postingan blogger kawakan alias ‘artis-artis’ bloger roda 2 baik yang ada di indomotoblog maupun otoblogger maka tidak sedikit yang membahas ‘gegap gempitanya’ dunia R2 disana terutama motor laki alias batangan dengan beragam genrenya.

Terakhir kali dan yang sedang hangat adalah peluncuran Yamaha R15 versi 2.0.  Terus terang ane tidak paham masalah permotoran yang berkaitan dengan mesin, akselerasi maupun teknologi. Tetapi kalau masalah desain dan aksesoris ane termasuk salah satu ‘penikmat’ saja…hehehe. :-D

Dari beberapa kali motor india yang ane amati terutama motor batangan mulai dari produk Bajaj, Kawasaki, Yamaha, TVS, Hero, dan pabrikan lain ada aksesoris yang tidak pernah ditinggalkan. Walaupun produk motor tersebut merupakan kelas motor sporty. Aksesoris tersebut adalah ‘sari’ kalau tidak salah namanya…cmiiw (soktahu = mode on). Tempatnya ada di sekitar roda belakang. Aksesoris ini merupakan bentuk local unique alias keunikan lokal.

Menurut analisis sederhana ane keberadaan ini merupakan sebuah aksesoris safety riding. Mengapa ? karena sebagian besar perempuan india memakai sari atau ‘jarik’ (orang jawa). Dengan aksesoris ini diharapkan tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya sari terseret putaran ban dan akhirnya menyebabkan kecelakaan. Ane sendiri penah menemui kejadian tersebut ketika rok yang dipakai boncenger tersangkut ban belakang yang menyebabkan kecelakaan.

Kalau di Indonesia mungkin beda lagi keunikan lokalnya terbukti ketika produk india masuk diindonesia maka aksesoris sari sama EG selalu dilepas (Setahu ane pulsar, soalnya beda antara di Indonesia dengan negara asalnya). Hal itu apakah memang disebabkan keunikan lokal atau ‘ribet-ribeti’ ketika dalam proses pengapalan? Dia yang tahu… :-D Saya pikir setiap negara mempunyai cara-cara tersendiri untuk membuat safety bagi warganya. Kalau Indonesia?

foto : nyomot di blog kang iwanbanaran dan tmcblog

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers