Archive

Posts Tagged ‘Pulsar’

Glodak…ternyata lampu utama putus tho..

May 14, 2012 9 comments

Hari rabu pagi (2/5) ketika mau berangkat kerja ada yang aneh di panel dashboard Milestone. Tidak seperti biasanya indikator lampu jauh menyala. Bingung dan kaget. Ane cek posisi tombol atau saklar masih mengarah ke lampu dekat. Dan ane mencoba ngedim juga tidak bisa (ya jelas ga bisa…la lampu jauh nyala)..wkwkwkw. Berhubung sudah biasa menyalakan lampu motor disiang hari maka ane abaikan saja yang penting masih nyala. Tetapi dalam perjalanan ane masih kwatir dan berpikir apanya yang yang salah?

Kebinungan dan kekwatiran ane terjawab sudah ketika teman-teman member tahu kalau itu tandanya lampu utama sedang putus. O walah…maklum ini merupakan pengalaman pertamax lampu putus di Milestone. “ketika lampu utama putus maka BCU (Bocy Control Unit) Pulsar akan menswitch otomatis ke lampu jauh bro” begitu komentar seorang kawan ketika foto panel dashboard ane aplod di group fb.  Ya udahlah berarti ‘cuma’ lampu putus saja alias tidak terjadi apa-apa.

Praktis kalau riding malam hari ane hanya menghidupkan lampu senja/kota saja sama led handguard. Keputusan ini ane ambil daripada lampu jauh ini menyilaukan pengendara didepan ane. Tentu ane tidak berharap mendapatkan ‘umpatan bin pisuhan’ dari pengendara yang bersimpangan dengan ane.  Selain itu juga kesadaran ane sendiri agar tidak mengganggu pengendara lain. Dengan penerangan seadanya ini tentu ane harus ekstra waspada agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Alhamdulillah tidak terjadi suatu hal… :-D

Berhubung tidak sempat ke beres di Surabaya maka hari sabtunya lagi (5/5) ane bawa lagi ke beres Gresik. Padahal sabtu sebelumnya barusan tune up disitu (postingan disini). “ Loh ada apa lagi mas?” tanya mbak nya. “ Lampu utamanya lagi putus cinta mbak “ jawab ane. Berhubung banyak antrian maka Milestone baru dipegang kang basit sekitar jam 13,00. “ Kalau lampu mati terus switch ke lampu jauh tidak apa apa…itu normal…tetapi kalau lampu jauh juga ikutan mati…itu patut dicurigai BCUnya” terang kang basit. Dia menceritakan pernah ada yang mengalami kejadian seperti itu sehingga BCU nya yang bermasalah.

Tidak lebih dari 10 menit proses penggantian bohlam ini. Tidak perlu repot-repot  buka bathok kepala namun lewat ‘pintu belakang’. Semua kabel dan BCU di bathok kepala dikeluarkan semua terus kabel bohlamnya ditarik untuk diganti. Yup…berganti sudah bohlamp 12v 35w yang mati :-D

Maturnuwun

Test ride pulsar BBG…

May 7, 2012 6 comments

Pada kesempatan jambore ke3 Gresik Motor Community (GMC) di Wahana Wisata Tlogodendo (postingan disini), ane berkesempatan test ride pulsar BBG nya pak seno (postingan disini juga).  Pulsar 200 cc ini sekilas memang tidak ada bedanya dengan pulsar 200 yang lain cuma kalau top box dibuka baru ketahuan kalau pake BBG….hehehe.   :-D

S.O.P untuk menyalakan pulsar BBG ini yakni pertama kunci harus ON (xixixixixi :-D ), tekan starter electricnya dan rasakan zwing-zwingnya….kalau zwing-zwing dah ‘masuk’ baru saklar solenoid valve di ON kan. Yes…..nyala deh.

Getaran mesin akan sangat terasa bahkan batok kepala pulsar juga kelihatan bergetar namun ketika mesin sudah mulai panas maka getaran akan semakin berkurang dan semakin tenang. Tarikan juga smuuut dan mantabz. Berhubung rolling thundernya hanya jarak pendek dan kecepatan antara 20-30 km saja jadi ane tidak bisa mengeksplorasi ketika gigi atas. Tapi ada yang aneh…yah… aneh baunya senalpot kayak ada orang masak…xixixixixi :-D :mrgreeen: . overall is mantablah.

Ane penasaran dengan keamanan gas tabung yang ada top box. Ternyata terdapat solusi cerdas dari pak seno yakni dihimpit kardus dan handuk agar kondisi tabung tetap aman dari guncangan dan juga tetap dingin meskipun kepanasan.  Memang ini masih dalam taraf mencari format yang pas terkait penataan tabung gas LPG 3 kg ini agar tetap aman dari goncangan dan dari panas.

Oia kawan terkait budjet untuk  konversi pulsar ini diantaranya (kopas dari imel pak seno ) :

  1. Regulator tek tinggi 60 rb
  2. Regulator tek rendah 35 rb
  3. Selang LPG 37,5 rb
  4. Selang bensin 15 rb
  5. Klem 5/8″ 15 rb
  6. Tee kuningan 15 rb
  7. Keran Gas 35 rb
  8. Repair kit karbu megapro 20 rb
  9. Repair kit karbu honda grand 20 rb

Total 252,5 ribu

  1. Selenoid valve 250 rb (sebagai pengaman, bisa diganti dengan keran gas harga 35 rb ) Catatan : belum cari harga yg jual material lebih murah, karena target utama agar bisa dulu dan belum termasuk harga tabung LPG 3 kg-nya

Pak seno masih punya mimpi untuk membuat sistem hybrid yakni ketika BBG habis maka bisa otomatis beralih ke BBM. Dan ekslplorasi dan inovasi ini akan tetap berlanjut… tetap semangat pak seno !

NB : maap kawan terkait ‘sensasi’ testride ini sangat subjektif setia1heri saja jadi jangan dijadikan acuan…lha wong ingsun gak begitu paham masalah mongtor je…hehehehe

maturnuwun

Instalasi konversi pulsar dari BBM ke BBG

April 30, 2012 18 comments

Setelah sebelumnya ane posting pulsar pertamax BBG di Indonesia (postingan disini), maka pada kesempatan ini ane akan menyampaikan secara detail prosesi instalasinya. Tulisan ini merupakan hasil wawancara dengan pak suseno salim lewat message fb dan email yang ane lakukan beberapa waktu lalau. Cekidot…mungkin ada yang berminat untuk mencobanya.

Ide konversi dari BBM ke BBG ini sebenarnya sudah sejak setahun silam yakni tahun 2011 kemarin. Namun  lebih bersemangat lagi ketika waktu rencana kenaikan BBM awal kemarin.  Setelah mencari referensi di internet akhirnya pada tanggal 20 April 2012 kemarin proses instalasi tergolong sukses.

oke kang… ane coba jawab ya..Untuk idenya sih sudah lama… sejak 2011, tapi baru semangat lagi waktu renc BBM naik kemarin. Setelah coba2 + cari referensi di internet, akhirnya hari jum’at sore tgl 20 April 2012 kemarin bajaj 200 ane sukses jalan dg BB elpiji. Untuk tambahan referensi ane dapat dari motor-lpg.blogspot.com punya pak didim.

Bahan yang digunakan dalam konversi dari BBM ke BBG ini , antara lain:

  1. Karbu PE 28
  2. repair kit karbu mega pro
  3. repair kit karbu honda grand
  4. selang bensin
  5. selang LPG
  6. regulator LPG tekanan rendah
  7. regulator LPG tekanan tinggi
  8. Tee u selang
  9. keran gas
  10. selenoid valve 12 volt
  11. saklar
  12.  tabung LPG 3 kg

PROSES INSTALASI

Berikut ane kopas langsung dari imel yang diberikan pak seno. Monggo disimak kawan :

Langkah-langkah modifikasi/instalasi :

  1. Lepas karburator PE 28, copot bagian yang sdh tidak digunakan, yaitu

-          Bagian bawah karburator yg berbentuk mangkuk

-          Pelampung

-          Jarum pelampung

-          Spuyer

  1. Ganti  jarum skep yg asli dengan jarum skep megapro yg sudah di reamer/dikecilkan dan disesuaikan dengan rumah jarum skep milik Honda grand
  2. Ganti rumah jarum skep yang asli dengan milik Honda grand (lebih kecil dari yang asli milik PE 28)
  3. Tutup lubang udara untuk idle (posisinya di inlet karburator sisi filter)
  4. Pasang selang dari main jet ke keran gas
  5. Dari keran gas disambung lagi dengan selang ke “Tee” selang
  6. Buat lubang di manifold antara karburator dengan mesin dan sambungkan dari lubang tersebut ke outlet regulator tekanan rendah
  7. Sedangkan inlet regulator tekanan rendah disambung dengan “Tee” selang yang nomer  6 tadi
  8. Dari Tee, selang disambung ke solenoid valve 12 volt (sebagai pengaman) dan dilanjutkan ke regulator tekanan tinggi (yang ada puterannya) serta nempel di tabung LPG 3kg

Secara garis besar, fungsi dari masing2 alat tsb adalah:

  1. Tabung LPG sebagai tangki bahan bakar
  2. Regulator tekanan tinggi sebagai pengatur tekanan pada saat rpm tinggi/kecepatan tinggi
  3. Regulator tekanan rendah untuk member supply gas pada saat idle, dimana pada saat itu aliran gas dari jarum skep tidak ada/nol
  4. Tee bertugas untuk membagi supply gas dari dari tangki LPG ke reg tekanan rendah dan karburator
  5. Selenoid valve + saklar adalah sebagai pengaman apabila mesin mati, maka valve akan menutup dan supply gas dari tabung kea rah karburator akan terhenti
  6. Keran gas berfungsi pada saat setting idle sehingga didapat putaran mesin yang langsam

Cara setting:

  1. Pastikan seluruh rangkaian terpasang dengan rapat dan tidak ada kebocoran. Cara pengetesan sambungan bisa dengan menggunakan air sabun. Apabila setelah diberi air sabun muncul gelembung, berarti msh ada kebocoran dan harus diperbaiki
  2. Buka secukupnya regulator tekanan tinggi yang nempel di tabung LPG
  3. Tutup aliran gas yg kearah karburator
  4. Buka aliran gas yang kearah manifold, dicoba sedikit-sedikit hingga mesin bisa dinyalakan dengan mudah dan mesin dapat idle dengan langsam
  5. Buka aliran gas yang kearah karburator, apabila mesin mati berarti antara jarum skep dan rumahnya masih ada kebocoran. Lakukan Reamer ulang dan coba dari awal.
  6. Apabila mesin tetap nyala, berarti sdh ok dan bisa dilanjutkan dengan memutar handle gas di setang setir
  7. Putar perlahan-lahan, apabila mesin mbrebet… tambah tekanan di regulator tekanan tinggi dengan cara memutar keaah kiri hingga mesin tidak mbrebet lagi
  8. Tambah putaran handle gas lagi, dan lakukan hal yang sama seperti no 7
  9. Coba blayer2…. Apabila mesin tidak tersendat, berarti setting sdh selesai

Langkah selanjutnya adalah merapikan jalur selang, serta membuat tempat untuk tabung LPG 3 kg sehingga tidak mengganggu pandangan. Masalah ini sesuai dengan selera dan kebutuhan masing2.

Hasil uji dijalan:

  1. Motor Pulsar 200 cc
  2. Cuaca panas, berboncengan
  3. Jalur Gresik-Tuban jarak tempuh 142 km
  4. Kecepatan rata-rata 85 km/jam
  5. Kecepatan maksimal 101 km/jam
  6.  LPG yang dihabiskan seberat 2,6 kg
  7. Konsumsi bahan bakar  ± 1 kg : 54 km

Catatan: ini adalah konversi bahan bakar dari bensin ke LPG saja (single fuel ) jadi belum bisa bensin + LPG ( hybrid ).

Semoga bermanfaat

Demikian kawan proses intalasi konversi dari BBM ke BBG yang telah sukses di Pulsar. Sekali lagi memang ini masih butuh penyempurnaan lebih lanjut terkait keamanan dan kenyamanan dalam berkendara. Namun begitu kita perlu memberikan apresiasi atas inovasi pak Seno untuk beralih dari BBM ke BBG dimana masih sebagian besar orang berwacana saja. Maturnuwun :-D

Tertarik mentjoba ?

Pak Seno dengan pulsar BBG-nya

foto-foto : istimewa

Pulsar Pertamax pake BBG di Indonesia

April 26, 2012 28 comments

Ini merupakan kreativitas salah satu anggota GPC untuk memanfaatkan energy alternative. Ditengah tarik ulur kenaikan BBM berupa premium dan pertamax yang belum stabil hingga kini membuat ide kreatif ini muncul. Memang sih ini bukan motor yang pertama memakai bahan bakar GAS alias BBG alias LPG (baca : elpiji) namun setahu ane ini merupakan pulsar PERTAMAX yang memakai BBG….cmiiw (kalau ada inpoh lain kasih tahu yah…hehehehe).

Minggu-minggu terakhir ini kawan-kawan GPC Gresik dibuat penasaran dengan inovasi dan kreativitas pak Seno. Pulsar 200 nya digantai memakai BBG dengan LPGnya yang melekat di top box.  Ini memang masih dalam taraf eksperimen dan percobaan sehingga masih perlu penyempurnaan disana-sini. Berhubung ane belum ketemu secara langsung dengan beliau terkait proses dan rangkaiannya maka mungkin gambar yang lebih banyak berbicara.

Pulsar dengan bahan bakar gas ini juga telah menjalani serangkaian uji coba. Diantaranya tes ride dari Gresik-Tuban dengan hasil review sebagai berikut

Barusan tes ride ke tuban dg hasil review sbb:

  1. kec maks 101 km/jam
  2. Jarak tempuh 142,4 km
  3. Jumlah pemakaian lpg 2,6 kg
  4. Konsumsi bb ± 1:54,7 
  5. Mogok 3x karena saluran di regulator beku (setelah jarak tempuh 50 km) sementara itu dulu, perlu dicarikan solusi u mengatasi saluran yg beku.

Memang eksperimen ini perlu dipertimbangkan pula terkait keamanan dan kenyaman dalam berkendara. Inovasi ini diharapkan ke depannya ketergantungan terhadap BBM dapat dikurangi dengan memanfaatkan sumber-sumber energy yang lain. Ditunggu penyempurnaan selanjutnya pak atas inovasinya…. Keep spirit. :-D .

Demikian kawan yang dapat ane laporkan. Perkembangan selanjutnya menunggu…. :mrgreen:

Sumber : foto2 merupakan property humas GPC

(kambing hitam) bebek lagi..bebek lagi…

April 25, 2012 8 comments

Setalah dahulu sempat heboh dengan iklan pulsar yang ‘menembak’ bebek maka beberapa hari terkahir ini di Jawa Timur juga ada kasus serupa. Bedanya tagline ini dipakai pabrikan Minerva untuk memasarkan produk barunya X-Road 150S. Produk ini memang masih kinyis-kinyis sekitar beberapa minggu yang lalu.

Bedanya iklan ini hanya berupa tulisan tidak ‘separah’ Bajaj yang sampai menggambarkan detailnya…bebek…hehehe

Masih layakkah bebek selalu dijadikan kambing hitam ? padahal yang laris manis bak kacang goreng saat ini si matic. hehehehe :mrgreen:

sumber : iklan di koran jatim

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers