Setelah sebelumnya ane posting pulsar pertamax BBG di Indonesia (postingan disini), maka pada kesempatan ini ane akan menyampaikan secara detail prosesi instalasinya. Tulisan ini merupakan hasil wawancara dengan pak suseno salim lewat message fb dan email yang ane lakukan beberapa waktu lalau. Cekidot…mungkin ada yang berminat untuk mencobanya.
Ide konversi dari BBM ke BBG ini sebenarnya sudah sejak setahun silam yakni tahun 2011 kemarin. Namun lebih bersemangat lagi ketika waktu rencana kenaikan BBM awal kemarin. Setelah mencari referensi di internet akhirnya pada tanggal 20 April 2012 kemarin proses instalasi tergolong sukses.
oke kang… ane coba jawab ya..Untuk idenya sih sudah lama… sejak 2011, tapi baru semangat lagi waktu renc BBM naik kemarin. Setelah coba2 + cari referensi di internet, akhirnya hari jum’at sore tgl 20 April 2012 kemarin bajaj 200 ane sukses jalan dg BB elpiji. Untuk tambahan referensi ane dapat dari motor-lpg.blogspot.com punya pak didim.
Bahan yang digunakan dalam konversi dari BBM ke BBG ini , antara lain:
- Karbu PE 28

- repair kit karbu mega pro
- repair kit karbu honda grand
- selang bensin
- selang LPG
- regulator LPG tekanan rendah
- regulator LPG tekanan tinggi
- Tee u selang
- keran gas
- selenoid valve 12 volt
- saklar
- tabung LPG 3 kg
PROSES INSTALASI
Berikut ane kopas langsung dari imel yang diberikan pak seno. Monggo disimak kawan :
Langkah-langkah modifikasi/instalasi :
- Lepas karburator PE 28, copot bagian yang sdh tidak digunakan, yaitu
- Bagian bawah karburator yg berbentuk mangkuk
- Pelampung
- Jarum pelampung
- Spuyer
- Ganti jarum skep yg asli dengan jarum skep megapro yg sudah di reamer/dikecilkan dan disesuaikan dengan rumah jarum skep milik Honda grand

- Ganti rumah jarum skep yang asli dengan milik Honda grand (lebih kecil dari yang asli milik PE 28)
- Tutup lubang udara untuk idle (posisinya di inlet karburator sisi filter)
- Pasang selang dari main jet ke keran gas
- Dari keran gas disambung lagi dengan selang ke “Tee” selang
- Buat lubang di manifold antara karburator dengan mesin dan sambungkan dari lubang tersebut ke outlet regulator tekanan rendah
- Sedangkan inlet regulator tekanan rendah disambung dengan “Tee” selang yang nomer 6 tadi
- Dari Tee, selang disambung ke solenoid valve 12 volt (sebagai pengaman) dan dilanjutkan ke regulator tekanan tinggi (yang ada puterannya) serta nempel di tabung LPG 3kg
Secara garis besar, fungsi dari masing2 alat tsb adalah:
- Tabung LPG sebagai tangki bahan bakar

- Regulator tekanan tinggi sebagai pengatur tekanan pada saat rpm tinggi/kecepatan tinggi
- Regulator tekanan rendah untuk member supply gas pada saat idle, dimana pada saat itu aliran gas dari jarum skep tidak ada/nol
- Tee bertugas untuk membagi supply gas dari dari tangki LPG ke reg tekanan rendah dan karburator
- Selenoid valve + saklar adalah sebagai pengaman apabila mesin mati, maka valve akan menutup dan supply gas dari tabung kea rah karburator akan terhenti
- Keran gas berfungsi pada saat setting idle sehingga didapat putaran mesin yang langsam
Cara setting:
- Pastikan seluruh rangkaian terpasang dengan rapat dan tidak ada kebocoran. Cara pengetesan sambungan bisa dengan menggunakan air sabun. Apabila setelah diberi air sabun muncul gelembung, berarti msh ada kebocoran dan harus diperbaiki

- Buka secukupnya regulator tekanan tinggi yang nempel di tabung LPG
- Tutup aliran gas yg kearah karburator
- Buka aliran gas yang kearah manifold, dicoba sedikit-sedikit hingga mesin bisa dinyalakan dengan mudah dan mesin dapat idle dengan langsam
- Buka aliran gas yang kearah karburator, apabila mesin mati berarti antara jarum skep dan rumahnya masih ada kebocoran. Lakukan Reamer ulang dan coba dari awal.
- Apabila mesin tetap nyala, berarti sdh ok dan bisa dilanjutkan dengan memutar handle gas di setang setir
- Putar perlahan-lahan, apabila mesin mbrebet… tambah tekanan di regulator tekanan tinggi dengan cara memutar keaah kiri hingga mesin tidak mbrebet lagi
- Tambah putaran handle gas lagi, dan lakukan hal yang sama seperti no 7
- Coba blayer2…. Apabila mesin tidak tersendat, berarti setting sdh selesai
Langkah selanjutnya adalah merapikan jalur selang, serta membuat tempat untuk tabung LPG 3 kg sehingga tidak mengganggu pandangan. Masalah ini sesuai dengan selera dan kebutuhan masing2.
Hasil uji dijalan:
- Motor Pulsar 200 cc

- Cuaca panas, berboncengan
- Jalur Gresik-Tuban jarak tempuh 142 km
- Kecepatan rata-rata 85 km/jam
- Kecepatan maksimal 101 km/jam
- LPG yang dihabiskan seberat 2,6 kg
- Konsumsi bahan bakar ± 1 kg : 54 km
Catatan: ini adalah konversi bahan bakar dari bensin ke LPG saja (single fuel ) jadi belum bisa bensin + LPG ( hybrid ).
Semoga bermanfaat
Demikian kawan proses intalasi konversi dari BBM ke BBG yang telah sukses di Pulsar. Sekali lagi memang ini masih butuh penyempurnaan lebih lanjut terkait keamanan dan kenyamanan dalam berkendara. Namun begitu kita perlu memberikan apresiasi atas inovasi pak Seno untuk beralih dari BBM ke BBG dimana masih sebagian besar orang berwacana saja. Maturnuwun
Tertarik mentjoba ?

Pak Seno dengan pulsar BBG-nya
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Pak Seno dengan pulsar BBG-nya
foto-foto : istimewa
Like this:
6 bloggers like this post.
Komeng-ntar