Archive

Posts Tagged ‘pulsar 180’

Pulsarison…

November 28, 2011 17 comments

Waktu mau pulang habis kegiatan di gedung pemkot Surabaya, ada pemandangan yang menyita perhatian ane ketika diparkiran. Maklum sebagai pengendara motor ‘langka’ dari indihe tentu mencari kawan yang ‘senasib dan sepenenanggungan’. Ternyata sapuan mata ane mendapat tangkapan sesosok serigala pulsar yang tidak jauh dari parkiran Milestone.

Ane mencoba mendekat ternyata kepalanya sudah ‘diamputasi’ menjadi byson…Terus terang ini merupakan tatapan pertama kali melihat serigala berkepala byson alias pulsarison…hehehe :-D . Yang pernah ane ketahui  ada yang mengganti batok kepalanya diganti milik satria fu.  Atau kalau merek lain megapro dengan kepala byson aka megyson seperti punya bro ipan (blogger dari wonogiri).

Sekilas  pulsar 180 ini sudah bermigrasi ke stang byson pula. Selain itu spionnya juga sudah diganti agar terlihat lebih sporty. Terlebih ditambah half fairing di kolong mesin.  Untuk shock breaker sebenarnya perlu dipertimbangkan monoshock agar terlihat lebih gahar. Dari sisi spidometer sepertinya masih mempertahankan spidometer asli pulsar. Hal itu bisa diketahui dari bentuknya yang khas motor pulsar. Trus BCUnya apa gak kwatir kehujanan yach ?

Ane tidak tahu siapa yang punya motor yang knalpotnya juga sudah diganti punya pulsar 200 atau 220 ini. Soalnya serigala hitam ini tidak ada identitas klub atau komunitas. Dan itoe bukan masalah…yang penting kalau ketemu dijalan tetap toet…toet…yah :-D

Sulit Netral? Bukan karena Oli saja

August 20, 2011 15 comments

Sulit Netral? Bukan karena Oli saja

Mungkin bagi beberapa pengguna pulsar terutama pulsar 180 UG IV sering kali mengalami kesulitan dalam menetralkan gigi. Posisi  N sangat sulit dicapai dari gigi 1 sehingga beberapa rider ‘mengakali’ dengan diawali dari gigi 2 terus ditekan setengah hingga akhirnya posisi N. Itupun kadang tidak langsung N tetapi beberapa ‘klik-klik’ baru bisa mencapai posisi N yang dibuktikan dengan lampu indicator Netral menyala hijau.

Ketika mengalami kondisi diatas sering kali kita menyalahkan oli yang kita pakai. Memang sih beberapa jenis oli memang berpengaruh terhadap pergerakan posisi gigi tetapi itu tidak satu-satunya yang menentukan. Ane baru tahu kalau ada factor lain yang menyebabkan kesulitan menetralkan gigi yakni karet silinder. Entah benar atau tidak menyebutnya yang jelas karet kecil berbentuk bundar ini kalau sudah ‘aus’ akan mempengaruhi kesulitan dalam menetralkan gigi. Inipun baru ane ketahui ketika servis sabtu (13/8) di beres gresik.

Sebelumnya hari jum’at (12/8) seperti biasa ane iseng-iseng melihat motor.  Kwatir kejadian paku menempel di ban terulang lagi. Ketika mengamati motor, mata ane tertuju pada blok mesin. Kok sepertinya ada yang merembes ya?. Ane mencoba mengamati lebih dekat untuk memastikan ternyata benar oli merembes. Sebelumnya ane kira kondisi basah itu adalah sisa-sisa mengganti oli  (Motul) minggu yang lalu ternyata oli itu benar-benar merembes.

Hari sabtu (13/8) pagi langsung ane bawa ke beres gresik. Sama mekanik ditanya apakah ada kesulitan dalam menetralkan gigi.” Iya mas dalam 3 minggu belakangan” jawab ane sambil mengamati blok mesin. Sang mekanik menjelaskan bahwa karet yang ‘membantu’ menetralkan gigi telah ‘aus’ sehingga harus diganti. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mengganti karet tadi…

OOO..baru tahu ternyata karet itu yang menyebabkan oli merembes dan kesulitan dalam menetralkan gigi…cmiiw

Migrasi dan Impresi stang bar (renthal)

June 17, 2011 4 comments

Migrasi dan Impresi stang bar (renthal)

Setelah searching dan browsing tentang migrasi stang jepit ke stang biasa atau bar, akhirnya virus itu menular. Terhitung hari sabtu pagi (4/6) stang jepit Sang Milestone telah mengalami operasi dengan selamat di Beres Gresik. Di tangan mekanik bro basit PIBO ane di telanjangi dan dipreteli untuk memasang stang skaligus tune up. Kurang lebih sekitar 2 jam diruang operasi akhirnya kelar juga walaupun Hand Guard belum bisa terpasang..hiks…hiks (soalnya kasihan masih banyak antrian servis di belakang). Semua dilakukan tanpa ada atau lebih tepatnya belum mengganti apapun baik kabel kopling atau yang lainnya sebagaimana permasalahan kalau migrasi stang.
Sebelumnya ane sudah pesen raiser UG IV ke bro Rial Hamzah. Setelah salah kirim dan menunggu kiriman ulang, Jum’at sore (3/6) barang yang dinanti itu datang juga. Raiser ini berwarna metalik seperti warna stang jepit UG IV sehingga tidak terlalu Nampak dan mencolok untuk dipandang mata.
Siang hari setelah dari Beres, langsung ane inreyen ke Kampung Ane di tuban untuk minta do’a restu. Soalnya antara tanggal 7 Juni hingga 27 Juni ada Prajab di Singosari Malang. Sebagai anak yang tidak ingin di cap durhakan maka tidak ada salahnya sekalian minta do’a orang tua agar pelaksanaan prajab sukses dan lancer jaya tanpa ada kendala suatu apapun.
Impresi pertama memakai stang bar ini adalah harus terlebih dahulu adaptasi. Salah satu alasan migrasi stang adalah rasa pegal di siku ketika memakai stang jepit. Karena sudah hampir 7 bulan sejak pembelian motor maka rasa pegal-pegal itu diabaikan. Hingga kesempatan itu datang setelah menabung dan puasa beberapa bulan…hehehe.
Masa adaptasi ini terkesan rikuh dan kikuk ketika menghandle stang. Selain itu, rasa pegal beralih ke pergelangan tangan dimana ketika memakai stang jepit rasa pegal terasa di pundak dan punggung. Handling yang lebar membuat harus ekstra hati-hati ketika bersimpangan dengan motor-motor di sekitarnya. Kwatir nyangkut atau kesenggol yang menyebabkan kecelakaan rider di sekitar ane. Alhamdulillah hal tersebut belum terjadi dan semoga tidak pernah terjadi. Jangkauan ketika melakukan manuver harus diatur sedemikian rupa agar tangan kita tidak terlalu kedepan yang membuat keseimbangan tubuh berkurang dan menyebabkan oleng.
Ada masalah dengan spion. Yakni getaran spion begitu terasa hingga gambar yang dihasilkan tidak begitu terlihat jelas tetapi cukuplah sebagai pertanda kalau ada apa-apa di belakang kita. Overall selama ini masih enjoy tetapi proyek ke depan ganti stang YT/TS yang menurut beberapa teman lebih kuat dan pas ketika mau dipasang HG.

Turing menuju Tulungagung (Launching Diler Bajaj)

May 21, 2011 2 comments

Turing menuju Tulungagung (Launching Diler Bajaj)


Hari Sabtu (7/5) kemarin ane bersama rombongan GPC (Gresik Pulsar Club) menghadiri undangan dari petinggi diler Bajaj Alba Tulungagung yang akan melaunching diler sekaligus launching varian terbaru pulsar, pulsar 220 atau biasa teman-teman menyebut PUZZO.  Rombongan yang berangkat terdiri Bro Deny (Paketu GPC), Bro Yudi & Gofur, Pak Dody (Pulsar 180 E47+E21), Bro Dendra & Boncenger, Pak Juwari (P200 Breket Stanlis) , Pak Hari, Rizky, Pak Sukur (Madura), Pak Eko, Pak Heri Basuki & Nyonya (P180 UG IV), Pak Muchtar, , Pak Hartono (P200 Biru), Bro Wawan dan Bro Dhika. serta Ane sendiri… :-P

Rombongan kumpul di bunderan GKB Gresik jam 12.00 tetapi baru berangkat satu jam kemudian karena lain dan suatu hal menunggu kawan-kawan yang telat. Di bunderan ini semua memeriksa kelengkapan dan kesiapan tunggangan masing-masing. Ada yang cek oli, cek bensin, dan cek box. Bahkan motor Deni paketu harus di dorong karena akinya tekor. Wkwkwkwkwk :-P . Rombongan berangkat dipimpin paketu langsung menuju pom bensin Cerme sekalian menunggu beberapa rider yang ada disana.

Rute yang disepakati menuju Tulungagung yakni melewati Balongpanggang, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kertosono, Kediri dan Tulungagung. Sekitar jam jam 15.07 Rombongan berhenti di Indomaret Lengkong, Nganjuk untuk istirahat sekaligus mencari minum, makanan ringan dan belanja keperluan pribadi. Setelah minum dan makanan ringan sekitar jam 15.24 perjalanan dilanjutkan. Jalur yang dilewati yakni perempatan sebelum Indomaret mengambil arah kiri yang akhirnya tembus jalan-raya Surabaya-Madiun. Read more…

Accu genit dan knalpot meledak…

May 12, 2011 5 comments

Accu genit dan knalpot meledak…

7 (Tujuh) bulan sudah hari-hari kerja maupun di luar kerja ane senantiasa ditemani dengan setia oleh Sang Milestone. Tidak sedikit suka dan duka yang telah dilewati bersama mulai dari ‘ngambek’ gak bisa di starter hingga sempat terjungkal karena ngerem mendadak. Disisi lain pernah menemani perjalananku ke Malang, Tuban, Mojokerto, Tulung Agung , dan Solo dengan selamat dan sempurna.

Ada masalah yang belum bisa diselesaikan secara tuntas hingga servis kelima kemarin jum’at (6/5) di Ahmad Yani . Baik ketika melakukan servis di Bajaj Gresik maupun Bajaj Ahmad Yani Surabaya. Masalah tentang aki sering kali berkedip-kedip dan kadang pula suara knalpot seperti petasan yang meledak. Masalah ini sudah sering ane utarakan dan jelaskan kepada mekanik yang menangani Milestone.

Terkait aki genit, pernah mekanik Ahmad Yani menguras aki sambil menjelaskan kerak-kerak putih yang mengendap di dalam aki. Setelah di kuras kemudian aki di ‘stroom’ atau di charge beberapa jam.  Namun selang beberapa jam keluar dari bengkel ternyata si genit juga masih nongol. Hal ini terus berulang-ulang hingga kini. What wrong ? dulu sempat gak bisa di starter namun ane utak-atik sendiri kabel yang menuju aki ternyata bisa nyala namun selang beberapa saat terulang lagi. ini yang salah indicator akinya atau memang akinya sudah mulai sowak? padahal tidak ada tambahan aksesoris kelistrikan apapun di motor.

Sedangkan terkait knalpot meledak dimana banyak menimbulkan kekagetan pengendara di belakang ane, mekanik selalu membersihkan busa penyaring yang tempatnya persis berada dibawah jok. Seperti aki, selang beberapa saat kemudian gejala serupa muncul kembali. Bisa dikatakan minimal sehari sekali pasti ‘petasan’ ini meledak terutama pagi hari ketika di perjalanan. Ane tidak tahu apa yang salah? apa mungkin pembakaran kurang sempurna atau ada part lain yang rusak? selama ini ane selalu setia memakai premium tanpa campuran ‘racun-racun’ terkait BBM.

Ane tidak tahu apakah gejala ini juga ‘dinikmati’ rider lain pulsar 180 UG IV ? monggo di share kalau punya problem yang sama. matoernoewoen.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers