Archive

Posts Tagged ‘perempuan dan anak’

Mobil Sahabat Perempuan dan Anak

February 18, 2012 5 comments

Mobil ini merupakan salah satu bentuk upaya mencerdaskan masyarakat di Kota Surabaya terutama Perempuan dan Anak.  Secara umur sebenarnya mobil ini sudah ada sejak 3 tahun silam dimana sudah menjelajahi sudut-sudut kota, kampong dan taman kota. Jadi mobil ini tidak serta merta ada berbarengan dengan Launching Surabaya Kota Peduli Perempuan kemarin walaupun secara fungsional sangat mendukung sekali terwujudnya komitmen bersama tersebut.

Tujuan dari pengoperasian Mobil Sahabat  Perempuan dan Anak di Kota Surabaya diantaranya :

  1. Membuka pengetahuan bagi kaum perempuan untuk meningkatkan kualitas pribadi.
  2. Memberikan sarana rekreasi, edukasi dan hiburan yang mendidik dan mencerdaskan.
  3. Memberikan kemudahan untuk memperoleh informasi bagi anak dan perempuan.
  4. Meningkatkan dan merangsang imajinasi, kreatifitas, serta minat baca bagi anak.
  5. Memberikan wawasan dan cara pandang modern yang menghibur dan mengedukasi anak.

Bagi warga Surabaya baik itu kelompok PAUD, LSM perempuan dan anak, RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan atau siapapun dapat memanfaatkan secara gratis. Tentunya melalui Surat Permohonan pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan KB Kota Surabaya Jl. Nginden Permata Nomor 1 Surabaya 60118 Telp. (031) 5929103, Fax. (031) 5929102.

Fasilitas yang ada di dalam Mobil Sahabat Perempuan dan Anak yakni :

  • PANGGUNG BONEKA

Adik -  adik disini bisa melihat atraksi boneka….ada cerita rakyat seperti si Malin Kundang, dll dan dongeng kepahlawanan seperti si Kancil, dll…

  • AKSES KOMPUTER

Kita bisa belajar mengetik,menggambar, sambil mendengarkan lagu…dan juga main game….hehehe…selain itu kita juga bisa main internet biar pengetahuan kita bisa bertambah luas. Ada 2 unit lho….

  • MULTIMEDIA EDUVISUAL

Mau lihat Gajah, Lumba-lumba atau hewan – hewan lain ? dengan Televisi gede 29’ dan DVD Player kita bisa melihatnya…selain itu masih banyak beragam informasi pengetahuan lain.

  • SUDUT BACA

Ayo menambah ilmu dengan membaca beragam koleksi buku. Temanya mulai dari  pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, agama hingga ketrampilan. Mulai dari cerita anak hingga cara memasak…hehehe. :-D

 Bailah kawan terutama warga Surabaya silahkan dinikmati dan dikunjungi mobil Sahabat Perempuan dan Anak ini. Kalo adik-adik, ibu-ibu melihat mobil ini disudut-sudut taman atau kampung…ayo datangi dan serbu saja tanpa sungkan……bermain dan bergembiralah …

Mengenal trafiking…

December 5, 2010 Leave a comment

Beberapa waktu lalu terbongkar tindakan trafiking di Kota Surabaya dengan pelaku dan sekaligus korban sebagaian besar masih anak-anak. Maka sangat dimungkin sebagian besar mereka belum memahami apa itu trafiking dan seberapa dahsyat dampaknya bagi mereka.
berikut ini penjelasan sekilas dan apa yang harus dilakukan ketika melihat atau menjadi korban khususnya bagi warga kota surabaya dan lebih khusus kepada anak-anak.

APA ITU TRAFICKING ?
Adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkanorang tereksploitasi ( UU No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang ) 
BENTUK – BENTUK TRAFIKING DI INDONESIA
  1. Dijadikan pelacur
  2. Dipekerjakan di jermal ( penangkapan ikan di tengah laut )
  3. Sebagai pengemis
  4. Sebagai pembantu rumah tangga dengan jam kerja tidak jelas
  5. Adopsi anak secara ilegal
  6. Pernikahan dengan laki – laki asing untuk tujuan eksploitasi
  7. Pornografi.
  8. Pengedar obat terlarang.
  9. Menjadi korban pedofilia (kelainan perilaku seks dengan sasaran anak-anak)
  10. Buruh migran (bekerja di luar negeri sebagai TKI/TKW tidak melalui jalurresmi)

Kenali ciri-ciri trafiker (pelaku trafiking)
a.       Merayu dan menjanjikan kesenangan dan kemewahan ( diajak jalan-jalan ke mall untuk beli-beli barang mewah seperti baju, handphone mahal dan perhiasan)
b.      Menipu dan berjanji palsu
c.       Menjebak, mengancam dan menyalahgunakan wewenang (dijadikan budak dengan nyawa sebagai ancaman kalau mencoba melarikan diri)
d.      Menjerat dengan hutang untuk dinikahi paksa
e.       Menculik, menyekap dan memperkosa
f.       Berkedok penyalur tenaga kerja untuk industri hiburan diluar negeri dengan bayaran besar (kenyataan disana di jadikan pelacur)
Pencegahan Trafiking
Apa yang harus dilakukan untuk mencegah trafiking ?
    1. Kenali dengan baik ciri-ciri pelaku diatas dan pastikan jangan sampai tergoda.
    2. Ingatkan teman, kawan, saudara, tetangga dan orang-orang disekitar kita yang terperdaya oleh trafiker.
    3. Laporkan kejadian atau kegiatan yang mengarah ke trafiking dengan menghubungi kantor polisi terdekat atau PPTP2A Kota Surabaya.
    4. Kalau mengetahui ada korban trafiking segera juga hubungi polisi atau PPTP2A Kota Surabaya.
    5. Buka wawasan dan informasi agar tidak menjadi korban trafiking.
HOTLINE : 70039191
Sekretariat PPTP2A Kota Surabaya
Jl. Jimerto No. 6 – 8 Surabaya
Telp / fax . 031- 5464707 ( pk. 09.00 – pk.16.00)

Ngerumpi PPKtP dan Trafiking di Batu

October 14, 2010 Leave a comment

Ngerumpi PPKtP dan Trafiking di Batu
Pada hari senin kemarin (11/10) ane diminta kantor untuk menghadiri workshop tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan (PPKtP) dan Trafiking, tempatnya di hotel Kusuma Agro Wisata, Batu, Malang. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Jawa Timur.
Berangkat dari gresik sekitar setengah tujuh pagi dengan menggeber si Revolta menuju terminal Bungurasih. Sejam kemudian sudah duduk diatas Bus Patas Menggala. Sengaja saya tidak pakai motor seperti biasanya hanya sekedar untuk mengingat kembali ketika menjadi Backpaker. Dengan karcis 15.000 akhirnya 2 jam kemudian nyampai di Arjosari  Malang. Porong yang selama ini ku kwatirkan macet sama sekali tidak terjadi.
 Setelah rehat sebentar, jam 11.30 ane masuk angkot ADL yang akan membawa ke Landungsari. Salah satu terminal di Malang yang menjadi sasaran Bus-Bus dari arah Jombang. Di angkot ini ternyata banyak juga orang yang mau ke Batu walopun acara dan tempatnya juga berbeda-beda.Akhirnya hanya 30 menit sudah masuk terminal yang cukup sepi ini. Oia ongkosnya 3500 perak
Loncat lagi ke angkot BL yang akan membawa saya dan orang-orang yang kan pergi ke Batu. Setelah menunggu angkot penuh, akhirnya angkot melenggang meninggalkan Landungsari menuju kota Batu. Perjalanan tidak sampai 30 menit akhirnya sampai juga.
Mau jalan ke kaki ke Hotel tempat acara, namun apa daya ketika tepat diatas kepala ini. Setelah celingukan akhirnya saya samperin tukang ojek untuk nganterin ke tujuan. Dengan ongkos 10.000 perak (sebenarnya 6000 sudah mau, tapi ndak apalah itung-itung sedekah…tul gak?). perjalanan berakhir jam 12.15 di Hotel Kusuma Agro Wisata.
Reservasi sebentar untuk cari kamar dan tidak lama kemudian dapatlah kamar 132 dimana seruang dengan mas didik dari (RSUD ) Madiun. Setelah menaruh tas yang berat ini saya menuju meja registrasi untuk mendaftar sebagai peserta aktif. Panitia mempersilahkan untuk makan siang, bak gayung bersambut ane langsung menuju meja prasmanan yang telah disediakan.
Pukul 14.17 acara baru dibuka oleh Kepala Dinkes Jatim dimana telat sekian jam dari jam 13.00 yang dijadwalkan semula. Namun ada yang menarik dari backdrop yang dipasang disana. Penulisan trafiking menjadi TREVIKING…hehehe (English kaleee). Setelah itu dilanjut pemaparan dari Kemenneg PP dan PA yang menjelaskan SPM pelayanan kesehatan bagi Korban Kekerasan maupun Trafiking.
Mulai serius…

Hari pertama ini dijejali dengan materi dan konsep tentang PPKtP dan Trafiking dengan pembicara dari Dinas, Kementerian, Akademisi dan LSM. Semua sepakat bahwa KDRT dan Trafiking harus dicegah dan diberantas hingga ke akar-akarnya namun yang menjadi masalah bagaimana solusi penanganan bisa dilaksanakan secara integral ?
Hari kedua (12/10),

Berbicara penanganan tentu melibatkan banyak pihak, tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja namun swasta dan masyarakat juga harus terlibat. Keberadaan PPT di setiap kabupaten / kota diharapkan mampu menjadi katarsis bagi penanganan KtP/A dan Trafiking. Konsep PPT yang satu atap maupun jejaring jangan terlalu dipermasalahkan toh semua demi kepentingan dan kebaikan korban.
Ketegasan penindakan hukum sangat diperlukan, selama ini kasus-kasus trafiking yang ada cenderung menguap entah kemana. Yang menjadi masalah adalah keseriusan kita dalam memberantas trafiking ini sangat dipertanyakan. Pemberian ketrampilan bagi korban KDRT sungguh sangat brilian untuk menghindarkan adanya ketergantungan ekonomi seorang perempuan terhadap laki-laki. Sehingga budaya patriarki sedikit demi sedikit dapat terkikis.
Pelayanan kesehatan bagi korban KtP/A dan Trafiking juga tidak bisa dikesampingkan
dengan didukung regulasi kementerian maka diharapkan Zero Tolerancy itu dapat diwujudkan. Menurut Kementerian Kesehatan diharapkan minimal 2 puskesmas di setiap kabupaten/ kota mampu menangani korban dengan SOP yang telah ditentukan dengan didukung oleh sarana, prasarana dan SDM yang professional.
Akhirnya, tepat matahari diatas langit acara ditutup oleh panitia
Setelah ‘registrasi penutupan’ saya langsung berkemas dikamar untuk kembali ke Surabaya. Dengan ojek juga ane menuju terminal Batu. Kali ini ane memutuskan naik angkot Batu-Karangploso untuk melihat salah satu pedalaman Batu dan Malang. Angkotan B-K adalah salah satu
alternative. Perjalanan kurang lebih 45 menit menuju pasar KarangPloso dengan ongkos 3000 perak. Dari sini over lagi dengan angkot K-A menuju Karang Lo untuk mencari Bus/Angkutan menuju Surabaya. Oia ongkosnya 2500 perak.
Berhubung ane ada niat mampir di Republik Telo ane memutuskan naik Mikrolet dengan ongkos 3000 perak. Akhirnya nyampai walopun harus nge-tem hampir 38 menit walopun kalau normal tidak sampai 20 menit dari Karang Lo menuju Lawang. Di Republik telo ane beli kukus telo,
bakpia telo kering dan basah buat oleh-oleh teman-teman baik di kost, kantor maupun anak dan istri di rumah.
Setelah sholat jamak takhir ane melanjutkan perjalanan naik bus menuju Surabaya. Bus Laksana Anda sudi membawa saya ke Surabaya walaupun katanya Bus Patas dilarang menaikkan penumpang di tengah jalan. Alhamdulillah perjalanan 1,5 jam berlangsung terlelap dalam buaian mimpi kurang indah.
Akhirnya, Surabaya sudah sampai….
Kembali dalam kepenatan dan kepadatan sebuah kota metropolitan.
Kembali dalam rutinitas harian sebagai seorang pekerja (buruh) Negara…hehehe
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers