Archive

Posts Tagged ‘Oli’

Tambah sip aja Oli Jepang ini…

November 9, 2011 16 comments

Sebelumnya tulisan ini tidak bertendensi apapun apalagi berbau jajakan produk. Ini merupakan penilaian atau testimony subjektif seorang nubi yang tidak tahu menahu tentang dunia motor dan tetek bengeknya.  Seperti yang ane sampaikan beberapa waktu lalu bahwa ane mencoba oli pelumas FK Massimo dengan spek 20W 50.  Oli dengan harga 50 ribu perak perliternya yang tidak setiap toko menjualnya.

Awal-awal memakai pelumas ini memang tidak jauh berbeda impresinya dengan Oli Motul yang ane pakai sebelumnya.  Yup…susah netral. Tetapi selang tiga bulan memakai nya kok berasa beda yach. Ane sendiri malah bingung kok malah uenak begini ya…

Menetralkan gigi yang selama ini menjadi momok hilang sudah. Dahulu ketika lampu merah maka ane akan berjibaku untuk menetralkan gigi tetapi sekarang  mau nyungkit dari gigi 1 atau tekan dari gigi 2 silahkan saja. Lha uenak puoll…mak klik gitu…. Tanpa mengalami kesusahan yang berarti. Jujur oli-oli yang ane pakai sebelumnya tidak se-klik seperti ini.

Selanjutnya tarikan lebih mak nyus…terutama ketika digeber diatas 6 ribu RPM.  Maap ini hanya ocehan nubi yang tidak tahu menahu seluk beluk mesin…. Ane biasanya mengganti pelumas ini sebulan sekali atau sekitar 3000 km. Ane tidak tahu apakah angka sejauh ini kurang atau malah bagus.

Jujur juga ane tidak tahu spesifikasi lebih lanjut tentang oli yang biasanya sering dipakai mobil ini. Ane memakai pelumas inipun hasil rekomendasi teman-teman yang sudah memakai duluan. Mungkin setiap motor punya karakteristik dan kecocokan pelumas yang berbeda. Kalau anda pengguna pulsar 180 UG IV mungkin bisa dijadikan salah satu alternative…

Maturnuwun…

Inspeksi Oli Pulsar anda

October 5, 2011 18 comments

Inspeksi Oli Pulsar anda

Bagi pengguna pulsar sudah mafhum kalau kadar volume oli akan berkurang selama pemakaian.  Menurut beberapa sumber berkurangnya volume oli ini merupakan ‘kompensasi’ dari keiritan BBM Pulsar. Secara CC (135, 180, 200, 220) memang bisa dikatakan irit ketika perliter terendah bisa sampai 40 liter/km seperti Milestone yang ane tunggangi setiap hari. Berangkat dari situ bagi para pengguna Pulsar mari kita inspeksi volume oli motor kita. Jangan sampai telat ketahuan sehingga motor berakhir di bengkel alias opname di beres terdekat.

Dalam buku manual Pulsar disebutkan bahwa volume oli ‘harus’ dipertahankan diantara dua tanda garis bawah dan atas. Kita bisa mengintip volume oli dari jendela kaca yang disediakan dibawah blok mesin. Selain sebagai sarana melihat volume oli, jendela kaca tersebut dapat dijadikan acuan untuk melihat warna oli sebagai bahan pertimbangan untuk menggantinya atau bertahan beberapa minggu lagi. Kalau ane biasanya sebulan sekali atau km sekitar 3000 km.

Ane sendiri biasanya menginspeksi volume oli setidaknya 10 hari sekali atau sudah berjalan minimal 500 km. Karena setiap minggu isi premium sebesar 50 ribu rupiah alias 11,11 liter maka bisa dipastikan berbarengan dengan isi premium ulang ane mengecek kondisi oli. Biasanya rutinitas mengecek kondisi oli dilakukan pada pagi hari sebelum berangkat kerja. Oia ketika mengecek volume oli harus dipastikan kondisi mesin dalam keadaan dingin.

Biasanya ketika menambah oli hanya sekitar 100 – 200 ml tetapi sebenarnya juga tergantung pemakaian harian dari motor anda. Kalau ane sendiri paling PP Gresik – Surabaya jaraknya 72 km, itupun tidak setiap hari. Atau yang paling jauh ketika pulang kampong ke Tuban dengan jarak PP 173 km. Dan inipun hanya sebulan sekali. Oleh karena itu besar kecil tambahan disesuaikan juga, sambil melihat jendela kaca agar tidak terlalu kelebihan mengisinya. Selamat mentjoba…

Sungguh T E R L A L U : sulit netral dan netral sendiri…

September 29, 2011 16 comments

Sungguh T E R L A L U  : sulit netral dan netral sendiri…

Sebagai penunggang Pulsar 180 Up Grade 4 aka PIBO  UG 4 atau yang ane juluki “Milestone” tentu menorehkan cerita-cerita tersendiri. Baik cerita gundah gulana, sedih yang melucukan atau serasa jadi ‘artis’ dipadatnya jalan-jalan. Namun kisah sedih nan geli ini harus ane ceritakan bagi kawan-kawan sebagai pelajaran (terutama yang mau beli pulsar).

Sudah menjadi rahasia umum kalau Pulsar  180 mengalami apa yang disebut ‘susah Netral’. Dulu ane berpikiran mungkin pengaruh oli yang kurang tepat walaupun ane selalu memakai oli sesuai spek yakni 20W 50. Dari oli oleh-oleh diler yakni Valvoline, terus mencoba Enduro 4T, Motul dan terakhir memakai FK Massimo. Semua sama yakni kesulitan menetralkan gigi ketika posisi mesin nyala.  Oleh karena itu jangan heran kalau lihat Pulsar di perempatan ketika lampu merah ‘gemeretak’  berjuang sekuat tenaga untuk menetralkan gigi.  Ane sendiri kadang kalau geregetan langsung ‘pancal’ saja sambil masang muka seperti tidak terjadi apa-apa. Memang sih ada beberapa trik untuk menetralkan gigi yakni langsung saja tekan setengah dari gigi 2 atau matikan mesin ketika di lamput merah. ketik C spasi D….Capek Dech.

Hal ‘gregetan’ lain yang sering kali terjadi adalah gigi Netral sendiri.  Ane dulu berbaik sangka dengan membatin, “Mungkin nyongkelnya kurang kenceng sehingga dari gigi 1 tidak nyampai gigi 2”. Tetapi batin ane itu kok banyak yang mengalami ya, berarti ada yang tidak tepat gigi pulsar ini. Berkat gigi Netral sendiri ini ane menjadi korban jatuh di depan rumah.  Kronologisnya… ketika posisi naik dan belok ke jalanan ternyata gigi netral sendiri ketika bermaksud masuk gigi 2. Akhirnya…………Gubrakkkkk. Walaupun tidak sampai lecet tetapi lumayan bro…hati dongkol padahal posisi lagi mau berangkat kerja. Trus jadi bahan tertawaan tetangga kanan kiri….tengsin…xixixi

Kejadian netral sendiri ternyata juga menimpa teman GPC ketika Turing Syawalan di Kakek Bodo kemarin (25/9). Pak mufid ini bermaksud belok dari parkiran untuk turun parkir. Maklum parkiran kakek Bodo ada di atas. Ketika posisi belok …ndilalah gigi netral sendiri..akhirnya bisa ditebak…..Gubrakkkkkkkkkkkk. Motor jatuh dan pak mufid tertindih motor walaupun tidak sampai menyebabkan lecet-lecet.

Mungkin kejadian gigi sulit Netral dan kadang sering netral sendiri bisa menjadi perhatian BAI sendiri terkait Quality Control. Mungkin ada kawan lain punya pengalaman? silahkan di sharing kemari. Matoernoewoen.

Penjoeal Joejoer & Terpertjaya…

September 28, 2011 10 comments

Penjoeal Joejoer & Terpertjaya…

Ini pengalaman nyata yang ane alami kemarin sabtu (24/9) ketika ganti oli di Lippo Motor Gresik.  Pagi itu ane beli 2 botol Oli FK Massimo untuk minuman Milestone. Berhubung males ke Beres Bajaj gresik maka ane minta tolong sekalian diganti disitu dan satu lagi dibungkus tas kresek. Setelah menunggu antrian vixion maka motor ane langsung di tab olinya…sekitar 3 menit oli dah turun semua tanpa ‘ditiup’ compressor. Dan tidak sampai 2 menit Oli FK Massimo sudah diminum semua oleh Milestone.

Sekitar jam 10 itu udara cukup panas sehingga ane bergegas menggeber gas untuk menuju Surabaya.  Nah disinilah keteledoran dan kekhilafan ane, oli satunya yang dibungkus tadi ternyata ketinggalan ketika ganti oli. Seinget ane bungkusan tas kresek ada di kursi tunggu ganti oli padahal juga deket naruh helm. Ane bingung karena posisi sudah sampai Surabaya dan ketika mau telpon tidak punya nomornya karena belinya tidak dikasih nota.  Ya udahlah…ane membatin kalau diambil orang lain ya rezekinya. Tapi kalau inget harganya yang 50ribu perak agak gimana gitu…hehehehe

Ketika sore balik dari Surabaya ane iseng nyamperin  bengkel yang ada di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo ini.  Kebetulan didepan ada mekanik bapak-bapak paruh baya,” Mas mau ngambil oli yang ketinggalan yah?”tegurnya. “ Iya pak tadi kok kayaknya ketinggalan soalnya tergesa-gesa mau ke Surabaya” jawab ane. “Tadi dah saya berok-berok (panggil dengan keras –red) tapi kayaknya posisi masnya sudah agak jauh dan tidak mendengar” timpalnya. Ane hanya tersenyum kecut..hehehe.

Langsung saja ane samperin tokonya, “ tadi tak ambil lagi mas dari depan” tutur ibu yang punya toko ini. “Makasih Cik, tadi tergesa-gesa mau ke Surabaya”jawab ane sambil bersyukur ternyata oli masih seutuh-utuhnya.  Dari sini ane menyimpulkan bahwa toko Lippo Motor ini sungguh jujur dan terpercaya. Asumsi negative ane, bisa saja bilang tidak tahu, resiko hilang ditanggung pembeli sendiri atau mungkin diambil pasien bengkel yang lain (soalnya gak ada notanya). Atau beragam alasan lain agar mendapatkan keuntungan lebih tetapi ternyata asumsi negative ane sirna semua. Selain itu, ternyata para mekaniknya juga ramah-ramah terhadap pelanggan yang ganti oli disana

Jujur ane baru 2 kali beli oli disitu, dan ketika ane bilang cari oli mereka pasti nanya atau sudah paham,”Buat Bajaj (baca : bajai) ya mas?” tanyanya.” Iya cik…”. xixixixi….Tarix mang…. :-P

Coba Oli baru, FK Massimo Super

August 27, 2011 5 comments

Coba Oli baru, FK Massimo Super

Ketika servis di beres untuk memeriksakan oli merembes dan menyebabkan kesulitan menetralkan gigi, ane memutuskan sekalian untuk ganti oli. Oli yang ane pilih yakni FK Massimo Super 20W50 yang perliternya/botol seharga 50.000. Kalau di Gresik belinya di Lippo Motor jalan dr. Wahidin Sudirohusodo alias sebelah timurnya RM Larisa. Sebuah tipe oli yang harganya lebih murah dikit ketimbang Oli Multi Power Motul yang ane pakai sebelumnya. Hari sabtu (13/8) itu ane telah berpindah ke lain oli…hehehe

Pemilihan oli baru ini tidak terlepas dari ‘provokasi’ teman ketika kopdar GPC beberapa waktu lalu. Menurut pengalaman mereka yang telah memakai yakni tarikan mesin lebih enak, perpindahan gigi terasa lebih halus dan fungsi oli berjalan sempurna sebagai pelumas, pembersih blok mesin dan pendingin mesin. Walah kok mantebb tenan…

Sebelumnya ane telah mencoba beberapa jenies oli seperti Enduro 4T, Multi Power Motul, dan terakhir Oli FK Massimo SUPER ini. Berhubung ane tidak bisa membedakan ‘enak’ atau ‘tidak enak’ sebuah oli maka ane akan menilai berdasarkan ‘perasaan’ saja. Jadi ya benar-benar subjektif ane dalam menilai ‘kecocokan’ oli jepang ini kepada Milestone.

Sore hari pasca ganti oli, Milestone langsung ane geber ke Sidoarjo untuk mengikuti acara bagi takjil dan buka bersama teman2 pulsar rider yang dikomandani SPORT Sidoarjo. Selama perjalanan ini memang tarikan terasa enak dan ‘raungan’ mesin juga terasa lebih halus. Tetapi yang masih belum berubah adalah kesulitan menetralkan gigi, Ane tidak paham apakah ini ada pengaruh dengan oli lagi atau memang kondisi karet yang baru diganti.

Ketika dalam kondisi berjalan perpindahan gigi memang terasa ‘enteng’ dan ringan dibandingkan dengan oli sebelumnya. Tetapi ketika mendekati lampu merah dan mau menetralkan gigi maka baru terasa ‘berat’ dan sulit netral. Kondisi ini sebenarnya hampir sama dengan ketika memakai jenis oli-oli sebelumnya. Sampai tulisan ini ane ketik kondisi itu masih ane rasakan. Ane tidak tahu ‘tahan’ berapa lama alias berapa jauh oli ‘mobil’ ini untuk diganti?…. hehehe :-D

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers