Sekedar iseng-iseng gak penting mengamati beberapa tulisan yang menempel di body motor baik bebek, matic maupun batangan. Baik motor dari pabrikan terkenal maupun pabrikan yang mau terkenal..hehehe. Taruhlah pabrikan seperti Ducati, Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Bajaj, Minerva, Hyosung dan Happy. Hampir sebagian besar motor yang dikeluarkan pabrikan diatas membuat tulisan yang ditempel di body motor pasti selalu MIRING.
Tidak percaya? Silahkan lihat tulisan motor kita masing-masing. Seperti Supra X, Vario, Axelo, Byson, New Megapro, Minerva, Ducati, Pulsar, dan lain-lain. Miring bukan ? Hampir semua tulisan mempunyai sudut kemiringan antara 10 hingga 45 derajat. Apakah sudah janjian pakai font Italic ? wah ane tidak tahu… xixixi
Terkaan ane mengapa tulisan dibuat miring mungkin ada korelasi dengan kecepatan…cmiiw. Kok tulisannya ‘merunduk’ kedepan ? ya tentu berhubungan ketika mau mendapatkan kecepatan optimal dan aerodinamis tentu sebagian besar biker akan merunduk. Bukan begitu ? hehehe… Apalagi si Ali ehh…@l4y
. Atau mungkin juga terkait desain tulisan biar kelihatan sportif, modif dan stylis….
Tetapi mengapa yak tulisannya kok tidak ada atau jarang yang membuat sudut kemiringan 315 derajat alias kebalikannya?. Dengan asumsi karena saking kencangnya sehingga sampai tulisannya miring-miring ke belakang (ridernya juga)….hehehehe. Monggo dibagi kemari pendapatnya…
Like this:
4 bloggers like this post.

Akhir-akhir ini nama geng motor menjadi momok tersendiri bagi masyarakat Indonesia terutama Jakarta. Siapa sih yang tidak ngeri dengan aksi brutal dan criminal yang dilakukan oleh mereka. Mereka melakukan secara sporadis dan tidak pandang bulu sasarannya. Dan tidak jarang menimbulkan korban jiwa yang meregang nyawa. Terlepas dari isu atau praduga aksi ‘geng’ motor beberapa waktu lalu di Jakarta diotaki oleh berambut cepak, yang jelas masyarakat masih belum bisa membedakan mana geng motor, klub atau komunitas motor.
Berikut kawan beberapa ciri antara geng motor, klub motor dan komunitas motor
|
GENG MOTOR
|
KLUB MOTOR
|
KOMUNITAS MOTOR
|
- Kebanyakan anggota geng motor tidak memakai perangkat safety seperti helm, sepatu dan jaket.
- Membawa senjata tajam yang dibuat sendiri atau udah dari pabriknya seperti samurai, badik hingga bom Molotov.
- Biasanya hanya nongol malam hari dan tidak menggunakan lampu penerang serta berisik.
- jauh dari kegiatan sosial, tidak pernah membuat acara-acara sosial seperti sunatan masal atau kawin masal, mereka lebih suka membuat acara membunuh masal.
- Anggotanya lebih banyak ke pada kaum lelaki yang sangar, tukang mabok, penjudi dan hobi membunuh, sekalipun tidak menutup kemungkinan ada kaum hawa yang ikut dan cewek yang ikut geng motor biasanya cuma dijadikan budak nafsucowok masal.
- Motor yang mereka gunakan bodong, gak ada spion, sein, hingga lampu utama. Yang penting buat mereka adalah kencang dan mampu melibas orang yang lewat.
- Visi dan misi mereka jelas, hanya membuat kekacauan dan ingin menjadi geng terseram diantara geng motor lainnya hingga sering terjadi tawuran diatas motor.
- Tidak terdaftar di kepolisian atau masyarakat setempat.
- Kalau nongkrong, lebih suka ditempat yang jauh dari kata terang. Lebih memilih tempat sepi, gelap dan bau busuk.
- Kalau pelantikan anak baru biasanya bermain fisik, disuruh berantem dan minum minuman keras ampe jackpot (muntah-muntah).
|
- Perlengkapan safety dalam berkendara benar-benar komplit.
- Motor dan pengendaranya sama-sama lengkap bahkan biasanya ditambah box dibelakang motor buat menaruh helm dan peralatan motor.
- Biasanya setiap club motor hanya terdiri dari satu merk dan satu tipe motor saja namun ada juga yang campur-campur.
- Nongkrong atau kopdar ditempat yang ramai agar bisa dilihat masyarakat sekaligus ajang silahturahmi kepada club motor lain yang kebetulan melintas.
- Pelantikan anggota baru biasanya tanpa kekerasan, hanya untuk having fun dan memberi pengetahuan seluk beluk berlalu lintas yang benar.
- Mempunyai visi dan misi yang jelas dan jauh dari ruang lingkup yang anarkis.
- Melakukan kegiatan touring ke daerah-daerah sembari membagikan sumbangan.
- AD/ART mereka jelas dan tercatat dalam kepolisian atau wadah dari perkumpulan club motor.
- Saling tolong menolong terhadap anggota club motor lain ketika dijalan mendapatkan trouble.
- Setiap club motor memiliki tujuan dalam berkendara dan peraturan-peraturan yang tidak membebankan anggotanya.
|
- Biasanya community terdiri dari berbagai tipe motor dan merk motor, bebas dan berbagai macam aliran ada.
- Berdiri dibawah bendera perkumpulan orang-orang komplek, pabrikan atau perusahaan dan instansi-instansi yang terkait.
- AD/ART mereka lebih simple tidak terlalu banyak.
- Sama seperti club motor, mereka juga suka melakukan kegiatan sosial.
- Bila melakukan touring ke suatu daerah, barisan yang mereka buat kurang cepat alias lambat.
- Lebih mengedepankan solidaritas, apapun motornya yang penting mau solid dan bekerja sama.
- Pelantikan anggota baru jauh dari kata anarkis dan hanya sekedar pengenalan community dan peraturan saja.
- Anggota-anggotanya hanya sekadar komunitas, biasanya terbentuk karena sering nongkrong bareng dan bedasarkaN keinginan membangun sebuah wadah bila ingin melakukan touring.
- Nama dan lambang mereka ada yang tercatat di kepolisian tetapi ada pula yang tidak dan hanya sebatas kumpulan anak motor saja.
- Tidak berbeda jauh dengan club motor.
|
|
|
|
Aksi geng motor seringkali bertindak bak seperti kartel mafia narkoba di Meksiko. Para kartel ini akan bersaing memperebutkan ‘wilayah kerja’ dan eksistensi mereka di Meksiko. Dan ketika perebutan ini seringkali membawa korban jiwa masyarakat sipil yang tidak sedikit. Bahkan para kartel ini bisa ‘menyandera’ peran-peran pemerintah serta menguasai media setempat. Hukum rimba sepertinya masih berjalan disana. Tetapi di Indonesia kita tetap berharap aparat penegak hukum dapat ‘membersihkan’ aksi premanisme dan kriminal geng motor ini.
Saya turut berbahagia dengan adanya aksi beberapa klub dan komunitas motor di beberapa daerah di Indonesia seperti Solo, Kalimantan dan Tasikmalaya. Mereka menegaskan bahwa antara genk motor dan klub/komunitas motor itu berbeda. Klub / komunitas motor itu lebih kepada hal-hal positif seperti hobby, turing, silaturohmi, bhakti social, persaudaraan dan kampanye safety riding. Mungkin secara fisik sangat sulit membedakan antara geng motor dengan klub/komunitas motor tetapi kami berharap masyarakat tidak gegabah atau gebyah uyah menganggap klub motor/komunitas motor sebagai gang motor. Meskipun juga kami akui ada arogansi dan slengek an ketika riding di jalananan….hehehehe
Mari basmi gang motor disekitar kita. Mencoreng nama baik klub/komunitas motor aja
Sumber : Kang Dadang (KDW) dan dirangkum dari berbagai sumber
Like this:
One blogger likes this post.
Categories: informasi
Tags: arogansi, Bikers, gang motor, geng motor, GMC, kartel narkoba, klub, komunitas, mafia, motor, perbedaan

Ane gak tahu ini apakah baru belajar stunt atau memang sedang apes bagi stunt man sendiri. Sebuah klips dari gambar bergerak ini tidak habis-habisnya mengundang gelak tawa. Monggo dilihat gambar bergeraknya (gif) diatas.
Kalau computer agan lagi lemot atau tidak bisa buffer klip sekitar lima detik ini silahkan cermati skrinsut berikut ini.


Awalnya mungkin berputar-putarnya dengan motor terbilang sukses (gak tahu istilah stunt nya apa atraksi ini). Hal ini bisa dilihat dari bekas hitam ban yang melingkari motor dan stunt nya sendiri. Namun ketika selanjutnya terjadi hal diluar dugaan. Motornya hijau ini (kalau gak salah Kawasaki) ternyata menyeruduk si stunt nya. Mungkin karena terlalu besar narik gasnya atau faktor yang lain tidak diketahui. Yang jelas sepertinya stunt terseret maupun motornya sama-sama jatuh…wkwkwkkwkw
. Sayang kan motor semprotnya…xixixixi
“makanya laen kali jgn sok2an bergaya pake motor sport,apalagi sampe maenan stunt sgala 
ujung2nya jd failed abis kan 
yang rugi bisa2 ente dan motor yg ente pake (lbh bahaya lg klo pinjeman
) “
Sumber : kaskus.us (agan R4ambo 1944)
Like this:
One blogger likes this post.
Saya pikir semua sudah tahu bahwa ambulan mendapatkan ‘keistimewaan’ di jalanan. Dengan bekal sirine dan strobo ambulan dapat membelah dan meminta jalan bagi siapapun. Hal ini dapat dimaklumi karena memang butuh penanganan segera pasien yang ada didalamnya. Oleh karena itu mungkin kita dengan sadar akan memberikan ruang bagi ambulan tersebut untuk mendahului.
Melihat keistimewaan ambulan ini ternyata ada beberapa pengendara motor yang memanfaatkan situasi agar terhindar dari kemacetan. Kalau pengiringnya sih tidak masalah karena memang mungkin ada kepentingan. Bagaimana dengan motor lain? Ane sih tidak munafik pernah melakukan hal tersebut tetapi dengan situasi dan kondisi yang berbeda.
Kejadian hampir konyol ane dapati pagi kemarin (15/2) di perempatan Manyar-Kebun Bibit Surabaya. Jalur ini merupakan jalur harian menuju tempat kerja ane yang ada di sekitaran Nginden. Pagi itu kondisi lalu lintas sebenarnya tidak terlalu padat. Terdapat ambulan yang menyalakan sirinenya sejak dari jalan Karang Menjangan. Ketika lampu TL menyala lampu merah di perempatan manyar arah Bratang maka ambulan tetap meneruskan perjalanan melalui jalur paling kiri (jalur paling kiri memang kosong untuk rambu “belok kiri langsung”). Ternyata ada motor yang mengikuti jalannya ambulan padahal posisi awal motor berhenti dipaling depan marka.
Sontak…bel…klakson bersaut-sautan dari arah seberang ‘mendamprat’ 2 motor yang ikut-ikutan laju ambulan. Memang sih tidak sampai terjadi kecelakaan atau sruntulan namun tingkah koplak 2 motor ini menyebabkan kegaduhan sebentar dan buat orang ‘uring-uringan’. Mbok yo ojo asal ngegazz….xixixixi. (maap gak sempat ambil gambar..
).
Maturnuwun.
Like this:
4 bloggers like this post.
Categories: Safety Campaign
Tags: ambulan, buntut, gemblung, koplak, lampu merah, manyar, motor, sirine, sruntulan, strobo, surabaya

Membaca Metropolis Jawa Pos edisi Jum;at, 16 Desember 2011 kemarin ane tertarik pada headline yakni ada uji SIM kendaraan bermotor bagi pengendara difabel. Yakni SIM D untuk para penyandang cacat di Kota Surabaya. Dulu ane berpersepsi mungkin bagi para saudara kita yang difabel ada ‘pengecualian’ ( ndak usah SIM..hehehe) ketika kerkendaraan motor namun persepsi ane salah. Siapapun pengendara sepeda motor di jalanan umum perlu mempunyai sertifikasi atau surat ijin mengemudi tadi agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. betul ?
Dalam berita tersebut dinyatakan bahwa bentuk ujian SIM D juga tidak berbeda dengan SIM yang lain yakni ada teori dan praktek. Hanya saja secara biaya pembuatan lebih murah dibandingkan dengan SIM lain. Kalau tidak salah biaya pembuatan sebesar Rp. 50.000 dan kalau perpanjangan hanya Rp. 30.000. Waktu itu yang mengikuti tes ada 4 orang yang kesemuanya merupakan anggota Difabel Motor Indonesia (DMI) Surabaya. Ada sebuah perasaan bangga dan lega bagi para anggota DMI tersebut sehingga mereka tidak was-was dan cemas ketika berkendara di jalananan umum. Ane tidak tahu apakah program sim D ini sudah berjalan di kota-kota lain.
Secara syarat administrativf hampir sama dengan SIM yang lain namun ada pengklasifikasian yang berbeda untuk tes kesehatan (jasmani) yakni cacat apapun yang penting bisa mengedarai sepeda motor. Dan syarat minimal umur adalah 17 tahun. Kendaraan untuk uji praktek tentu menggunakan kendaraan yang sesuai dengan spesifikasi mereka.
Keberadaan SIM D perlu mendapatkan apresiasi bersama terkait fasilitasi bagi saudara-saudara kita yang difabel dalam memperoleh hak-haknya. Memang sih yang pioneer adalah teman-teman yang gabung di DMI tetapi difabel lain bisa mengikuti langkah bijak tersebut kalau ingin berkendara dijalan umum. Semoga masyarakat umum yang mempunyai kawan, saudara, teman, keluarga yang difabel bisa diberitahukan kabar baik ini. Sebenarnya sudah ada dalam UU no 22 tahun 2009 namun kurang sosialisasi sepertinya. Yakni pada pasal 80 point e, “Surat Izin Mengemudi D berlaku untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.”
Ane sendiri pernah bertemu dijalan dengan pengendara difabel ini di sekitaran Gresik – Surabaya yang kebetulan mungkin aggota DMI ( ada stiker-stikernya bro..). Bahkan bertegur sapa lewat ‘toet-toet’ yang berbalas segera. Keep brotherhood………………..
sumber gambar : JP
Like this:
3 bloggers like this post.
Komeng-ntar