Archive

Posts Tagged ‘lebaran’

Halal bi halal di kantor

September 10, 2011 Leave a comment

Halal bi halal di kantor

Sehabis lebaran dan memulai beraktifitas kembali setelah libur panjang biasanya ada tradisi halal-bihalal. Hal itu yang kita lakukan ketika pertamaxx masuk kantor hari senin (5/9) bertempat di aula kantor.  Halal bi halal semua staf, karyawan dan pimpinan saling bersalam-salaman untuk saling memaafkan segala kesalahan satu sama lain.  Acara dimulai sekitar jam 10.00 hingga siang hari yang dihibur musik elekton dengan ‘artis’ teman-teman sendiri..hehehe.

Halal bihalal dimulai dengan ceramah atau nasihat dari ‘gus’ ikhsan selaku kepala bapemas dan kb, setelah itu dilanjutkan dengan membangun mimpi-mimpi bersama untuk kemajuan kantor. Ada yang menginginkan adanya peningkatan kwalitas skill dan ketrampilan ditengah semakin majunya dunia teknologi informasi. Selain itu beberapa ada yang mengusulkan adanya rekreasi tahunan sebagai sarana refreshing ditengah kesibukan dan kepenatan kerja selama setahun. Tidak sedikit pula yang mengusulkan adanya peningkatan kesejahteraan karyawan terutama tenaga fungsional lapangan. “Pangkat kopral gaji jendral” beberapa guyonan yang muncul….. :glodak:

Pasca adzan dhuhur acara dilanjutkan dengan simbolis pemberian bantuan sembako kepada warga sekitar kantor.  Pemberian bantuan ini diserah terimakan kepada bapak RT yang ada di sekitar kantor. Ide ini merupakan ide dadakan namun bertujuan mulia. Kalau selama ini program-program kantor dinikmati oleh seluruh warga kota Surabaya maka pada momentum halal bi halal ini tidak ada salahnya kita berbagi dengan warga sekitar yang seringkali terlewatkan.

Acara dilanjutkan dengan bersalam-selaman secara melingkar dengan para pimpinan. Setelah itu dilanjutkan dengan santapan siang yang berupa bakso, lontong balap dan . Silahkan diserbu tetapi harus antri dan hanya boleh satu jenis saja agar semua orang kebagian. Tidak kurang dari 30 menit semua hidangan sudah ludes dan habis.

Acara selanjutnya adalah menyanyi yang diiringi oleh elekton. Sambil menyanyi beberapa kawan ada yang ‘usil’ mengedarkan kardus buat saweran. Saweran ini digunakan untuk tujuan sosial lagi bukan untuk kepentingan pribadi lho… Kawan yang lain bergantian menyumbang suara baik merdu maupun sumbang yang justru menyemarakkan acara. Kurang lebih 2 jam teman-teman menikmati acara yang hanya digelar setahun sekali ini.

Semoga halal bihalal tidak hanya sekedar rutinitas salam-salaman, makan-makan dan menyanyi saja. Kita berharap ini merupakan momentum 0-0 lagi segala kesalahan dan siap kembali dengan beragam aktivitas kerja yang menunggu. Selain itu juga momentum menyolidkan tim work seluruh karyawan dan staf. Amin

This slideshow requires JavaScript.

Serba-serbi SMS Lebaran

September 6, 2011 Leave a comment

Serba-serbi SMS Lebaran

Seperti yang ane sampaikan dalam posting sebelumnya bahwa Iedul Fitri adalah momentum silaturohim dan bermaaf-maafan. Dengan kemajuan teknologi informasi maka pesan lebaran bisa disampaikan melalui media apapun. Media televisi, radio, koran, internet dan juga lewat sms. Mungkin ada yang lewat kartu pos tetapi mungkin dengan jumlah terbatas.

Seperti biasa setiap lebaran inbox Valencia ane selalu penuh dengan sms lebaran dari kawan-kawan.  Berhubung banyak teman maka sms yang masuk pun lumayan banyak namun gak sampai hang kok :-D . Teman lama yang tak bersua dan berjumpa. Hampir semua teman menjadikan momentum lebaran ini untuk saling bermaafan.

Saya pikir kawan-kawan juga seperti itu, inbox akan penuh dengan sms lebaran. Dari pengamatan ane pribadi jenis sms lebaran sangat beragam. Ada yang didahului hadist nabi, diawali dengan pantun, dimulakan dengan tulisan arab, diselipkan image dan tidak sedikit yang berupa text saja dan bahasa yang to the point,” Minal adzin wal faidzin, Mohon maaf lahir bathin”.

Pada lebaran ini hampir semua orang mendadak menjadi ustadz dengan petuah-petuahnya, menjadi filsuf dengan kata-kata bijaknya, menjadi ahli sastra dengan sajak puitisnya atau berubah kocak bak comedian OVJ..xixixi. Itulah indahnya sms lebaran yang beragam walaupun mungkin hari lebaran berlainan :-P . Ane sendiri tidak tahu apakah sms yang dikirim itu made in sendiri ataukah kopas dari tetangga sebelah..hehehe.

“Ayam kampung beli koran, Alhamdulillah udah lebaran… Makan dodol di balikpapan, gak afdol klo belum maaf2an…Ikan nila lawan buaya, mohon maaf lahir batin ya”.

“Selamat berlebaran dan berhari raya Id Fitri 1432H. Cerahkan hari dengan lapangkan dada untuk saling silaturohim, memaafkan dan meningkatkan kembali aktivitas kebaikan2 terhadap sesame. Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal adzin wal faidzin. Mangan tape karo jadah, Nyuwun pangapuntene ingkang katah”.

“Terkadang lisan mengucap tak terjaga…hati berprasangka tanda tak berkenan…maaf jika tangan tak sempat berjabat…setidaknya di kata yang terucap Minal adzin wal faidzin, Mohon maaf lahir bathin”

“Ini mama, sedang pinjem Blakckberry teman. mama udah keluar dari kantor polisi dan mama nyesel, nak. Mama gak akan minta2 pulsa lagi, mama minta maaf  lahir batin..dan mau ngucapin Selamat hari raya Idul Fitri 1432 H (Mama edisi lebaran pas tobat nie).

Itulah kawan sedikit contoh sms yang ane terima. Ada rasa bahagia bisa menyambung silaturohim dan saling bermaafan. Namun tidak semua yang menerima sms lebaran bisa senang dan bahagia karena ada sms lebaran justru menambah kesibukan KPK. Padahal sms itu dikirim dari istri nan jauh dimana kepada suami tercinta di Indonesia… :-D

Halal bihalal “SAR”

September 5, 2011 1 comment

Halal bihalal “SAR”

Sebelumnya perlu ane luruskan dahulu kalau SAR diatas bukanlah Search And Rescue. Sebuah tim tanggap bencana yang sudah dikenal dimana-mana namun SAR diatas merupakan kependekan dari Solidaritas Anak Remaja. Sebuah forum kepedulian sosial pemuda desa di kampung ane, Kenongo Sari, Soko – Tuban.

SAR telah berdiri sejak tahun 2006 silam yang dipelopori beberapa pemuda desa yang ingin berbagi setelah mudik dari merantau di kota. Mereka menyisihkan sebagian uang hasil kerja keras di kota untuk menyantuni kaum dhuafa, fakir miskin dan anak yatim di desa. Sejak tahun 2006 telah ratusan paket didistribusikan yang berupa paket sembako, baju muslim, parcel dan bantuan peralatan sederhana bagi masjid dan musholla di desa. Menariknya pembagian ini hanya setahun sekali dan itupun diakhir bulan puasa dimana sebagian besar teman2 sudah mudik semua.

Hari kamis (1/9) bertempat di salah satu pengurus SAR yakni pak Modin. Halal bihalal ke-5 SAR digelar pada malam hari. Biasanya halal bihalal dilaksanakan siang hari dan bertempat di balai desa namun pada tahun ini dicoba dilaksanakan pada malam hari. Tidak kurang 30 an remaja dan remaji memenuhi undangan tersebut. Selain itu hadir pula bapak suamnoto selaku kepala desa kenongo sari dan pak parsin selaku Pembina SAR.

Halal bihalal tahun ini memang tidak semeriah tahun sebelumnya. Beberapa pengurus dan anggota sudah berpindah tempat dan wilayah termasuk ane yang sudah bertempat tinggal di Gresik. Namun begitu ane masih ‘diakui’ sebagai bagian dari SAR. Selain itu yang cukup membanggakan adalah setiap tahun selalu ada wajah-wajah baru anggota SAR. Hal ini mencerminkan adanya regenerasi dan tongkat estafet berjalannya SAR hingga kapanpun.

Halal bi halal ini adalah momentum untuk saling bermaaf-maafan, silaturohim dan berkenalan satu sama lain. Di forum ini juga disampaikan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan selama pembagian bantuan. Selain itu pula ada diskusi gayeng bersama pak kades tentang peta potensi desa dan juga mewujudkan persatuan pemuda desa. Banyak orang berharap semoga SAR bisa menjadi pijakan bersatunya seluruh pemuda desa kenongo sari.

Ane sendiri hanya bertugas mengompori alias provokator untuk kebangkitan pemuda desa. Ane hanya menekankan perlunya bangga sebagai pemuda desa yang bisa ‘menaklukkan’ atau merantau hingga ke kota-kota besar namun begitu semangat persatuan dan kebanggaan tetap harus dijaga sebagai pemuda desa.  Hidup pemuda desa…!

Tradisi mudik dan lebaran…

September 4, 2011 1 comment

Tradisi mudik dan lebaran…

Ini hanya ada di Indonesia. Sebuah proses migrasi  dan pergerakan manusia kota ke kampung halamannya. Mudik yang berasal dari kata udik (kampung) merupakan sebuah tradisi yang sudah berjalan puluhan tahun silam. Tradisi ini menguat seiring dengan meningkatnya urbanisasi di Indonesia…cmiiw.

Tradisi mudik tidak bisa dilepaskan dari Lebaran. Ane sendiri tidak paham dengan istilah Lebaran ini. Kemungkinan turunan nama lain dari Hari Raya Iedul Fitri, yang berarti Lebar-an alias dilebarkan pintu maapnya…hehehe. Karena tradisi lebaran tidak bisa dilepaskan dari bermaaf-maafan dan bersilaturohim.  Jadi Tradisi Mudik dan Lebaran adalah sekeping mata uang yang saling melekat. Tradisi mudik adalah jalan menuju kampung halaman sedangkan Lebaran sendiri adalah momentum bermaaf-maafan sesampai di tempat tujuan.

Karena momentum ini orang rela bermacet-macet ria di jalanan yang memang padat, orang rela berdesak-desakkan di kereta api, bus, dan kapal laut, orang rela berpanas-panasan dengan mengendarai sepeda motor. Berkat momentum ini pula semua moda transportasi mengalami lonjakan penumpang dan traffik mulai dari angkutan darat, udara dan laut.  Dasar orang udik….hehehehe

Ane sendiri bersama istri setiap tahun tidak melewatkan momentum ini. Sebuah momentum untuk melepas rindu, silaturohim dan bermaaf-maafan sekaligus dengan kedua orang tua dan sanak saudara di kampung halaman. Walaupun kampung ane hanya di Tuban yang berjarak 84 km dari kota Gresik.

Mudik dan lebaran selain migrasi sosial terdapat unsur ekonomi dan budaya. Tidak sedikit kultur-kultur kota yang ‘menggerogoti’ kultur desa yang harmoni.  Orang desa yang semula lugu menjadi materialistis, pingin semua serba wah dan beberapa mengikuti gaya hidup kota….apa kata dunia. Memang sih sebenarnya saat ini agak susah untuk membedakan mana desa dan kota dengan semakin majunya teknologi informasi.

Tradisi mudik dan lebaran adalah gawe besar tahunan. Semua pihak bersuka cita menyambut momentum ini dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Namun sayang, tradisi tahunan ini selalu membawa ‘tumbal jalanan’.  Baik yang tewas seketika, luka berat maupun luka ringan selalu menghiasi laporan polisi dari H-7 hingga H+7. Semoga tahun depan bisa berkurang dan bahkan zero accident.

Categories: tarian Tags: , , , , , ,

KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWAL

September 2, 2011 1 comment

KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWAL

Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun . (HR. Muslim).

Imam Ahmad dan An-Nasa’i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi shallallahu ‘alaihi wasalllam bersabda:

Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh.” ( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam “Shahih” mereka.)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadham lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun. ” (HR. Al-Bazzar) (Al Mundziri berkata: “Salah satu sanad yang befiau miliki adalah shahih.”)

Pahala puasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa satu tahun penuh, karena setiap hasanah (tebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya, sebagaimana telah disinggung dalam hadits Tsauban di muka.

Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya :

1. Puasa enam hari di buian Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.

2. Puasa Syawal dan Sya’ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidak sempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.

3. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Ta’ala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: “Pahala’amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya.” Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama.

Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.

4. Puasa Ramadhan -sebagaimana disebutkan di muka- dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lain. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya’ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah ‘Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.

Oleh karena itu termasuk sebagian ungkapan rasa syukur seorang hamba atas pertolongan dan ampunan yang telah dianugerahkan kepadanya adalah dengan berpuasa setelah Ramadhan. Tetapi jika ia malah menggantinya dengan perbuatan maksiat maka ia termasuk kelompok orang yang membalas kenikmatan dengan kekufuran. Apabila ia berniat pada saat melakukan puasa untuk kembali melakukan maksiat lagi, maka puasanya tidak akan terkabul, ia bagaikan orang yang membangun sebuah bangunan megah lantas menghancurkannya kembali. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali “(An-Nahl: 92)

5. Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup.

sumber : Risalah Ramadhan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers