Archive

Posts Tagged ‘klub’

Antara Genk motor dan klub/komunitas motor serta mafia narkoba

April 23, 2012 4 comments

Akhir-akhir ini nama geng motor menjadi momok tersendiri bagi masyarakat Indonesia terutama Jakarta.  Siapa sih yang tidak ngeri dengan aksi brutal dan criminal yang dilakukan oleh mereka. Mereka melakukan secara sporadis dan tidak pandang bulu sasarannya. Dan tidak jarang menimbulkan korban jiwa yang meregang nyawa. Terlepas dari  isu atau praduga aksi ‘geng’ motor beberapa waktu lalu di Jakarta diotaki oleh berambut cepak, yang jelas masyarakat masih belum bisa membedakan mana geng motor, klub atau komunitas motor.

Berikut kawan beberapa ciri antara geng motor, klub motor dan komunitas motor

GENG MOTOR

KLUB MOTOR

KOMUNITAS MOTOR

  1. Kebanyakan anggota geng motor tidak memakai perangkat safety seperti helm, sepatu dan jaket.
  2. Membawa senjata tajam yang dibuat sendiri atau udah dari pabriknya seperti samurai, badik hingga bom Molotov.
  3. Biasanya hanya nongol malam hari dan tidak menggunakan lampu penerang serta berisik.
  4. jauh dari kegiatan sosial, tidak pernah membuat acara-acara sosial seperti sunatan masal atau kawin masal, mereka lebih suka membuat acara membunuh masal.
  5. Anggotanya lebih banyak ke pada kaum lelaki yang sangar, tukang mabok, penjudi dan hobi membunuh, sekalipun tidak menutup kemungkinan ada kaum hawa yang ikut dan cewek yang ikut geng motor biasanya cuma dijadikan budak nafsucowok masal.
  6. Motor yang mereka gunakan bodong, gak ada spion, sein, hingga lampu utama. Yang penting buat mereka adalah kencang dan mampu melibas orang yang lewat.
  7. Visi dan misi mereka jelas, hanya membuat kekacauan dan ingin menjadi geng terseram diantara geng motor lainnya hingga sering terjadi tawuran diatas motor.
  8. Tidak terdaftar di kepolisian atau masyarakat setempat.
  9. Kalau nongkrong, lebih suka ditempat yang jauh dari kata terang. Lebih memilih tempat sepi, gelap dan bau busuk.
  10. Kalau pelantikan anak baru biasanya bermain fisik, disuruh berantem dan minum minuman keras ampe jackpot (muntah-muntah).

 

  1. Perlengkapan safety dalam berkendara benar-benar komplit.
  2. Motor dan pengendaranya sama-sama lengkap bahkan biasanya ditambah box dibelakang motor buat menaruh helm dan peralatan motor.
  3. Biasanya setiap club motor hanya terdiri dari satu merk dan satu tipe motor saja namun ada juga yang campur-campur.
  4. Nongkrong atau kopdar ditempat yang ramai agar bisa dilihat masyarakat sekaligus ajang silahturahmi kepada club motor lain yang kebetulan melintas.
  5. Pelantikan anggota baru biasanya tanpa kekerasan, hanya untuk having fun dan memberi pengetahuan seluk beluk berlalu lintas yang benar.
  6. Mempunyai visi dan misi yang jelas dan jauh dari ruang lingkup yang anarkis.
  7. Melakukan kegiatan touring ke daerah-daerah sembari membagikan sumbangan.
  8. AD/ART mereka jelas dan tercatat dalam kepolisian atau wadah dari perkumpulan club motor.
  9. Saling tolong menolong terhadap anggota club motor lain ketika dijalan mendapatkan trouble.
  10. Setiap club motor memiliki tujuan dalam berkendara dan peraturan-peraturan yang tidak membebankan anggotanya.
  1. Biasanya community terdiri dari berbagai tipe motor dan merk motor, bebas dan berbagai macam aliran ada.
  2. Berdiri dibawah bendera perkumpulan orang-orang komplek, pabrikan atau perusahaan dan instansi-instansi yang terkait.
  3. AD/ART mereka lebih simple tidak terlalu banyak.
  4. Sama seperti club motor, mereka juga suka melakukan kegiatan sosial.
  5. Bila melakukan touring ke suatu daerah, barisan yang mereka buat kurang cepat alias lambat.
  6. Lebih mengedepankan solidaritas, apapun motornya yang penting mau solid dan bekerja sama.
  7. Pelantikan anggota baru jauh dari kata anarkis dan hanya sekedar pengenalan community dan peraturan saja.
  8. Anggota-anggotanya hanya sekadar komunitas, biasanya terbentuk karena sering nongkrong bareng dan bedasarkaN keinginan membangun sebuah wadah bila ingin melakukan touring.
  9. Nama dan lambang mereka ada yang tercatat di kepolisian tetapi ada pula yang tidak dan hanya sebatas kumpulan anak motor saja.
  10. Tidak berbeda jauh dengan club motor.

Aksi geng motor seringkali bertindak bak seperti kartel mafia narkoba di Meksiko. Para kartel ini akan bersaing memperebutkan ‘wilayah kerja’ dan eksistensi mereka di Meksiko. Dan ketika perebutan ini seringkali membawa korban jiwa masyarakat sipil yang tidak sedikit. Bahkan para kartel ini bisa ‘menyandera’  peran-peran pemerintah serta menguasai media setempat.  Hukum rimba sepertinya masih berjalan disana. Tetapi di Indonesia kita tetap berharap aparat penegak hukum dapat ‘membersihkan’ aksi premanisme dan kriminal geng motor ini.

Saya turut berbahagia dengan adanya aksi beberapa klub dan komunitas motor di beberapa daerah di Indonesia seperti Solo, Kalimantan dan Tasikmalaya. Mereka menegaskan bahwa antara genk motor dan klub/komunitas motor itu berbeda. Klub / komunitas motor itu lebih kepada hal-hal positif seperti hobby, turing, silaturohmi, bhakti social, persaudaraan dan kampanye safety riding. Mungkin secara fisik sangat sulit membedakan antara geng motor dengan klub/komunitas motor tetapi kami berharap masyarakat tidak gegabah atau gebyah uyah menganggap klub motor/komunitas motor sebagai gang motor. Meskipun juga kami akui ada arogansi dan slengek an ketika riding di jalananan….hehehehe :-D

Mari basmi gang motor disekitar kita. Mencoreng nama baik klub/komunitas motor aja

Sumber : Kang Dadang (KDW) dan dirangkum dari berbagai sumber

Berburu lele ditambak kang Apul

March 14, 2012 8 comments

Berbicara aktivitas klub, komunitas atau gerombolan motor memang tidak terlepas dari kopdar dan turing namun di Prides Chapter Surabaya (PCS) terkadang ada agenda lain seperti mancing bareng, wisata kuliner dan silaturohim sesama anggota. Setelah melalui rembug seminggu sebelumnya akhirnya dipastikan memenuhi undangan untuk ‘nguras tambak’ alias panen lele di tambak punya kang apul yang ada di sekitaran perbatasan sidoarjo dan surabaya tepatnya di jalan Gajah Putih Kampung Baru Tambak Oso Sedati Sidoarjo.

Hari minggu (11/3)  bersama dengan pakorchap mas yudyud, bro ivan, kang mujib, cong sofyan dan ane sendiri menyerbu rumah kang apul yang dekat dengan Tol Bandara Juanda ini.  Awalnya bingung mencari rumah yang di sekitarnya banyak ditumbuhi rumput ilalang ini namun ketika ada tulisan “TANDON” maka sudah dipastikan itu rumah kang apul…hehehe. Kang apul adalah salah satu member PCS yang juga sebelumnya telah gabung di POC Surabaya.

Kang apul merupakan salah seorang pengusaha dan developer yang terkait dengan ‘semen’. Maksudnya produk usahanya tidak jauh-jauh dari semen seperti tandon, gorong-gorong, bes dan yang lain. Terutama usaha tandon dan sekaligus pemasangannya telah menyebar di area Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. “ Pernah juga ada pesanan dari Jogja “ tutur pria dengan badan subur ini. Monggo kawan kalau ada kepentingan untuk pasang tandon bisa menghubungi beliau yang bersangkutan…hehehe :-D . Harga bersaing kok….hehehehe

Kembali ke agenda nguras tambak. Setelah menunggu air kolam disedot diesel sejak jam 09.00 akhirnya sekitar jam 10.45 tambak sudah bisa ‘terjuni’. Dari beberapa member PCS yang hadir cuma kang mujib yang pede dan berani untuk menangkap ikan lele ini. Dengan bersenjatakan jaring dan kejelian mata maka lelaki asal madiun ini dengan semangat 45 memburu lele yang telah berumur 3 bulan ini. Oia kawan tambak milik kang Apul ini berupa kolam ukuran sekitar 8 x 4 meter yang didalamnya terdapat iklan nila dan lele.

Meskipun air kolam belum benar-benar habis tetapi kang mujib tetap sabar untuk menangkap ikan lele. Berhubung cukup lama gak ada hasil ada kawan yang berseloroh, “ wis dipotas ae…mengko lak metungul dewe iwak e…xixixi”. Akhirnya kesabaran dan ketabahan penunggang pulsar hitam ini membuahkan hasil dengan tangkapan pertamax. “woii….dapet lele..”kata cowok berkaca mata ini. Sayang perburuan lele tidak bisa berlangsung lama karena guyuran hujan lebat telah melibas semuanya. Praktis sekitar jam 12 perburuan dihentikan dengan hasil ikan lele sekitar 10 buah dan beberapa ikan nila. Selamat buat kang mujib atas pengorbanannya…hehehe.

Sepertinya kang apul sudah bisa menduga terkait hasil tangkapan panen lele kali ini. Tentu hasil yang didapatkan tadi tidak mencukupi untuk member – member PCS yang hadir dan menyusul. Oia member PCS yang menyusul ada om bayu juragan waterprof, pak maskot om hanx dan yang paling bontot ada bro ganes. Kang apul sudah menyiapkan rencana selanjutnya yakni ayam bakar dan ayam goreng…wah mantabz.

Setelah menunggu prosesi pemanggangan ikan lele dan ayam bakar, sekitar jam 12.30 sesi makan siang dengan menu lalapan sudah siap dihidangkan. Seperti menu lalapan dimanapun yang pasti selain nasi ada kacang panjang, mentimun, dan daun kemangi. Untuk lauknya ada ikan lele bakar dan goreng, dan juga ayam bakar dan ayam goreng. Menariknya disini ada 3 pilihan jenis sambal mulai dari tingkat kepedasan dan bahannya…hehehe. Om bayu juragan sego kucing ternyata membawa 2 jenis sambal diantaranya sambal trasi…Wah mantabz sudah….iso nggobyozzz iki kringete…hehehe :-D .  Berhubung sambalnya ada banyak variasi ada yang berceletuk “ wah ini menu utama sambal dengan lauk lele atau ayam...”hehehehe.

Semua yang hadir makan siang dengan lahapnya dan hampir sebagian besar tanduk alias nambah lagi porsi termasuk ane…hehehehe. Habis enak dan sambalnya sangat menggoda. Bertemankan hujan rintik-rintik tidak kurang 15 menit makanan sudah berpindah dari piring ke perut semua..hahaha. Ketika semua member sudah selesai makan datang menyusul bro ganes. Ya sudah langsung tancap gaz…. ambil piring…langsung makan..

Setelah makan siang selesai dilanjutkan dengan obrolan ringan ngalor-ngidul. Namun tidak sedikit yang terjangkit penyakit habis makan yakni ngantuk berat…whoammmmmmm….xixixi :-D .  Mau pulang langsung kok kesannya esempe (esetelah emakan peulang :-P ) dan selain itu juga kondisi masih rintik-rintik hujan. Akhirnya yang tidak kuat ‘tergeletak’ di rumah kang apul yakni cong sofyan dan ‘suhu lele’ kang mujib. Wah ini korban lele atau sambalnya nih ?  xixixixi.

Setelah hujan agak reda ane mohon pamit pada tuan rumah. Buat kang apul alias Martlam Mangapul Manihuruk yang HBD awal maret kemarin maturnuwun kang atas sambutannya baik hidangan kue dan minumannya, kuras tambak dan panen lelenya, makan siang dan lauk pauknya. Semoga usaha tandon nya semakin jaya dan berkibar dimana-mana. Selain itu untuk kawan-kawan PCS semua terima kasih atas kebersamaan dan braderhutnya…dan bagi member PCS yang tidak hadir silahkan dinikmati gambarnya saja yah….xixixi :-D

“Pokok e Cangkruk Sedulur”…

(kasih) Jempolnya dunk…

January 23, 2012 21 comments

Postingan ini tidak ada hubungannya dengan banyaknya tag dan mention di fesbuk yang mungkin meminta untuk di LIKE tentang sebuah foto atau video dalam sebuah kontestasi.  Walaupun kadang permintaan itu seringkali bagaikan seperti spam/iklan atau sampah. Jempol disini juga tidak berkaitan dengan jempolnya pak Bondan dengan mak nyus nya ketika sehabis menikmati sebuah hidangan kuliner. Lha terus hubungannya dengan apa bro?

Jempol yang saya maksudkan disini  adalah sebuah sign atau tanda ucapan apresiasi, terima kasih atau maturnuwun dalam keseharian berkendara di jalanan. Lha maksudnya apa ? Dalam berkendara setiap hari tentu kita ada kalanya tergesa-gesa sehingga mungkin ‘mengganggu/merepotkan’ pengendara di sekitar kita.  Oleh karena itu tidak ada salahnya memberikan ‘penghargaan’ bagi rider lain yang bersedia memberikan ruang / jalan bagi kita walaupun penghargaan itu hanya berupa ‘jempol’ saja.

Pernahkan kita menyeberang terus ada truk atau mobil lewat dengan terpaksa atau sadar memberikan ruang bagi kita untuk melintas. Atau kita mau mendahului sebuah mobil atau kendaraan besar, dengan senang hati mereka melambatkan jalannya agar kita dapat mendahului.  Atau sebaliknya kita memberikan ruang bagi pengendara lain ketika mereka mau belok atau menyeberang. Alangkah indah bukan kalau kita saling memberikan apresiasi?

Ane sendiri kalau keadaan dan situasi memungkinkan selalu berusaha memberikan jempol bagi pak sopir truk, mobil angkutan maupun pengendara motor biasa. Ada yang memberikan jawaban dengan ngebel  dim-dim namun sebagian besar biasa saja. Ane gak peduli yang jelas ane berusaha untuk memberikan apresiasi saja bagi mereka-mereka yang telah memberikan jalan bagi Milestone.  Terlebih bila group riding yang mesti akan semakin merepotkan pengendara yang lain…cmiiw. Hehehe

Namun ketika menghadapi pengguna jalan yang arogan ane juga tidak segan untuk bertindak. Pernah sekali waktu menggebrak kaca angkot karena mendadak memotong jalan ane. Ane kaget dan reflek tarik rem depan-belakang. Untung remnya bisa mengatasi sehingga tidak sampai nabrak atau sruntulan walaupun sempat berderit-derit.

Memang sih kebanyakan tanda jempol ini mungkin lebih dipahami dikalangan biker yang gabung di klub, komunitas, gerombolan atau perkumpulan. Namun tidak ada salahnya kita mencoba untuk membudayakan bagi masyarakat umum. Toh intinya juga bagaimana kita menghormati dan menghargai sesama pengendara jalan. Setuju?

Ayo kasih jempol dunk… dua juga boyeehhh :-P

Maap kami bukan biker sok suci…

January 18, 2012 27 comments

Menyambung pemberitaan yang ramai beberapa waktu lalu tentang Sirbo, sedikit banyak blogger yang membahasnya kena getahnya. “Gayanya sok suci dan paling taat aturan”, “ Sukanya cuma ngritik doank”, “Beraninya cuma koar-koar di dunia maya (blog) tapi ternyata orangnya culun dan bego!”, “Ayo berani ketemu saya mau debat atau betot gas gue ladenin”, “Eh lo mau cari musuh ya?“Jangan resek yah..tuh duit2 ane sendiri”…itulah kawan beberapa komeng yang ane rangkum dari berbagai sumber dengan redaksi sendiri. Walaupun sebenarnya tidak sedikit yang mendukung terkait postingan tersebut.

Membaca komeng diatas sebenarnya ane pribadi sangat miris.  Disisi lain sebenarnya kami senang karena mereka membaca dan mengetahui tentang aturan terkait UU lantas tetapi disisi lain pula sangat prihatin dengan sikap dan tanggapan mereka.  Memang sih semua tergantung pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masing-masing biker terkait aturan yang sudah ada dalam UU tersebut.

Pemberitaan beberapa blogger mengenai sirbo kemarin memang cukup massif dan massal termasuk ane yang kebetulan memposting tentang update status fb teman tentang sirbo.  Membuat beberapa klub yang menaunginya memberikan klarifikasi, himbauan serta usaha-usaha untuk mencopot atribut yang seharusnya milik POLANTAS tersebut.  Dan hampir sebagian besar himbauan yang ane baca mengatakan dengan jelas bahwa ketua umumnya menjunjung tinggi UU yang berlaku.  Terlepas dari bawahan, cabang, wilayah, chapter, regional atau member lain nantinya tidak sepakat terus mengundurkan diri dari komunitas/klub atau sebaliknya melepas atribut komunitas untuk mempertahankan klonengannya itu sudah urusan lain.

Melalui tulisan ini kami hanya menegaskan bahwa kami bukanlah biker sok suci dan paling taat aturan dijalanan tetapi bagaimana kita saling mengingatkan sesama penghuni aspal jalanan. “Tugas kami hanya mengingatkan” pitutur dari eyang (tigeritem.wordpress.com) terutama untuk kami pribadi. Ditengah semakin menjamurnya jumlah roda dua dan semakin padatnya jalanan, maka sepatutnya kita yang ‘paham dan sadar’ tidak ikut-ikutan semrawut di jalanan. Kami tidak membenci personal, merk motor atau klub-klub/ komunitas tertentu, kami hanya mengingatkan adanya ‘klonengan’ yang tidak semestinya ada pada kendaraan sipil. Itu saja…jadi tolong jangan salah dipahami dan ditanggapi dengan dendam dan permusuhan. Kalau tidak mau ya sudah toh kami hanya mengingatkan saja. :P eace Dech….

lupa nyomotnya dari mana gambar ini nih...

Jujur ane sendiri di jalanan juga masih sering kali alay, melanggar marka dan nerobos lampu merah atau bentuk-bentuk pelanggaran lain namun begitu ane tetap bertekad untuk belajar taat aturan apalagi ketika memakai identitas klub. Walaupun sebenarnya dengan atau tanpa identitas klub, taat aturan itu sudah menjadi KEWAJIBAN seluruh dan semua penghuni aspal jalanan. Oleh karena itu jangan segan atau sungkan untuk mengingatkan ane kalau alay di jalanan. Mau di foto monggo, spyshoot silahken, di *.3gp juga boyeh, laporan pandangan mata juga gak papa…toh semuanya masukan sangaat berharga buat nubi yang lagi belajar taat aturan ini. Mohon bimbingan dan arahannya suhu-suhu semua….Matoernoewoen

Mari menggelinding dengan santun….

Kunjungan PIS ke GPC.

January 17, 2012 6 comments

Pada kopdar GPC hari jum’at (13/1) kemarin GPC mendapatkan kunjungan silaturohim dari brader dan sister dari PIS. PIS merupakan kependekan dari Pulsar Independen Sidorajo yang merupakan klub pulsar baru di kota udang tersebut. Dengan membawa rombongan sekitar 20 orang yang dipimpin langsung oleh ketuanya bro Erick PIS 001 mereka mengunjungi kami di bunderan GKB sekitaran pukul 10.45 malem.  Langsung saja tiker digelar dan lesehan di bunderan GKB setelah semuanya memarkir motornya…hehehe.

Sebenarnya ane pribadi sudah kenal beberapa wajah member PIS ini karena memang sebagian anggotanya adalah member SPORT (Sidoarjo Pulsar Owner Team). “Itu bagian masa lalu, kami bersama ingin mencari sahabat dan membawa misi kedamaian” tutur bro Taufan member PIS 002 sekaligus perintis (Pembina?) PIS ini.  Selanjutnya kami saling memperkenalkan diri untuk lebih akrabnya namun baru berjalan 20 menit rintikan hujan ‘memaksa’ kami untuk berpindah tempat yang lebih aman. Setelah berputar-putar akhirnya merapat di EATROCK COFFEE HOUSE.  Sebuah tempat nongkrong sambil ngopi di jalan Kalimantan GKB.

Di café ini tempat duduknya dibuat memanjang layaknya konprensi meja bundar (KMB)…xixixi :-P . Disini dilanjut ngobrol-ngobrolnya biar gayeng dan guyub ditemani kopi dan teh serta ‘gorengan’ rasa café. Dalam rombongan PIS ini terdapat member ‘artis’ yakni sist Gheaa,  lady’s biker yang sudah malang melintang didunia per-pulsar-an dan per-turing-an (dah pada tahu kan?..hehehe). Hampir sebagian besar member GPC sudah kenal dengan artis yang barusan turing dari Banten ini.  Oia dari GPC hampir sebagian besar pengurus dan anggota hadir yakni Paketu Kaji Dodik sendiri dan pak Ikhwan selaku Pembina serta pengurus dan anggota yang lain termasuk ane.

Berhubung tempatnya memanjang maka ane hanya sempat ngobrol dengan bro wahyu PIS 007.  Beliau menceritakan sejarah dan latar belakang berdirinya PIS. “Kami ingin membangun sebuah klub yang damai dan jauh dari konflik kepentingan’ tuturnya. Selain itu, di dalam PIS sendiri ingin membuat suasana nyaman dan enak buat berkumpul. “Kita gak mau ribet-ribet, lha wong kerja sudah ribet dan beban kok..” tambahnya. Beliau juga menjelaskan lebih lanjut terkait tempat kopdar PIS yakni malam minggu di seputaran GOR Sidoarjo sebelah barat.  Untuk anggotanya sendiri ada sekitar 30 an dengan 3 lady’s biker serta seorang penasihat spiritual yakni Pak Imron.

Dalam kesempatan ini pula disampaikan harapan dan keinginan bersama antara PIS dan GPC seperti kegiatan turing bersama atau kopdargab bersama. Sebenarnya ketika turing ke Pacitan ( tapi ane gak bisa ikut…hiks…hiks…) pertengahan Desember 2011 kemarin juga sudah ada beberapa member PIS yang ikut turing bersama. Dalam kunjungan silaturohim ini pula pak ikhwan menyampaikan bagaimana di Gresik hanya ada satu klub Pulsar yakni GPC,  “ Klub itu nomor 27, yang nomor satu adalah keluarga dan pekerjaan” ujar pria bertopi ini. Selain itu disampaikan pula terkait dinamika darah muda dan darah tua dalam sebuah komunitas adalah Kaum tua harus pandai ‘ngemong’ yang muda dan sebaliknya yang muda harus menghormati dan menghargai kaum tua..hehehehe.

Menjelang pulang sis Gheaa memberikan informasi sekaligus pengumuman bahwa beliau akan turing ke Padang setelah lebaran. “Siapa yang mau ikut monggo” tawarnya. Nah lho… hehehe. Oia kawan sebagai informasi di Sidoarjo sendiri kalau tidak salah ada 5 klub/ komunitas Bajaj yakni BASIC (Bajaj Sidoarjo Community), SWAT (Spirit Wolvesraider Adventure Touring- membernya all ATPM (termasuk Bajaj) yang penting hobi turing) , SPORT, PETERSON (PRIDES Chapter Sidoarjo Online) dan PIS.  Bagi ane pribadi apapun ‘baju’ nya yang penting persaudaraan yang utama…

Keep Braderhut…Toet….Toet..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers