Archive

Posts Tagged ‘box’

Stang oblak alias geleng-geleng

November 29, 2011 14 comments

Pernah mengalami stang atau stir oblak, gedek-gedek atau geleng-geleng?.  Bagi biker yang memakai top box sebagai aksesoris tentu sering kali mengalami hal tersebut.  Hal ini wajar karena tumpuan beban beralih ke belakang yang mempengaruhi keseimbangan (sasis) motor.  Namun yang ane rasakan akhir-akhir ini gedek-gedek­ nya melebihi batas kenormalan dan kewajaran seperti biasanya.

Berhubung buta masalah motor maka ane nanya-nanya teman-teman kira-kira apa penyebabnya. “mungkin komstir minta dikencangkan mas” ujar mas wawan member GPC. “dah bawa ke bengkel aja”timpal kawan yang lain. Maka ketika ke beres gresik sabtu (19/11) sambil ganti kampas rem depan ane curhat sama bro basit mekanik beres setempat.

Pernah kejeglong (melewati lubang atau kubangan yang dalam di jalan) sebelumnya ?” tanyanya mengawali ‘analisa dan hipotesa awal’ penyebab oblak yang berlebihan. Ane hanya menjawab seinget ane belum pernah melewati kubangan hingga parah.  Pertanyaaan diawal diatas tidak salah karena menurut bro basit kebanyakan motor pulsar yang pernah kejeglong biasanya akan menyebabkan stir oblak.

Setelah ane sampaikan oblaknya yang diluar kebiasaan motor pakai rice cooker maka bro basit berinisiatif membuka komstir. Jujur ane tidak tahu bagian-bagian apa yang dibuka. Kalau gak salah sill atau kones (?)nya agak karatan dan steampadnya kering. Setelah dibuka dan dipastikan tidak ada yang salah maka sillnya tadi diberikan stampad.  Selanjutnya dipasang kembali seperti semula.

Untuk memastikan goncangan stir tidak terulang maka di test ride dulu sekitar beres. Alhamdulillah stir oblak diluar kewajaran tadi tidak kambuh lagi sampai tulisan ini ane ketik. bro basit hanya berpesan kalau komstir oblak lagi maka salah satu alternative adalah mengembalikan alur ban depan alias dibalik dari standarnya. Menurut pengalamannya pernah ada yang mengalami kondisi seperti ane, setelah alur ban di balik dari standar pabrikan (alur ban terbalik) ternyata tidak ada lagi oblaknya…cmiiw.

Skotlet di Rice Cooker

May 1, 2011 4 comments

Skotlet di Rice Cooker

 

Dalam berkendara tentu kita berharap keselamatan sampai tujuan. Setelah perlengkapan standar dipakai tentu kita berharap pula motor kita kita juga selamat dari serempetan atau senggolan dengan kendaraan lain. Baik lambu depan dan belakang harus nyala tentu kita berharap bagian motor lain juga aman.

Sebagai salah satu pengguna box tentu saya berharap tidak ‘mengagetkan’ pengendara di belakangnya. Apalagi box motor ( rice cooker gan… :-P )  ane tidak ada stop lightnya sehingga cukup membahayakan kalau ada orang yang kurang control kecepatan. Akibatnya bisa ditebak. Di sruntul dari belakang. Walaupun selama ini hal tersebut belum terjadi.

Di dasari semangat untuk tidak membahayakan diri sendiri dan pengedara lain maka ane berinisiatif memasang skotlet (stiker reflector) di buritan blog ane. Selain sebagai sign juga cukup sedaap dipandang mata apalagi kalau pas malam hari.hehehe. :-D

Sebelumnya malam minggu (23/4) ane minta di buatkan desain buritan tadi kepada tukang stiker di pinggir GKB ( orang gresik pasti tahu..) tetapi ternyata bapaknya tidak ngeh dengan apa yang ane maksudkan. Akhirnya ane beli aja stiker reflector itu dan ane pasang sendiri di rumah. Oia stiker tadi harganya 6.000 perak saja dengan ukuran skitar 4 cm x 30 cm.

Awanya binggung dengan desain dan cara gambarnya. Setelah utak atik ketemulah dengan rumusnya. Pertama-taman stiker di bagi menjadi 2  yakni 2 cm x 30. Setelah itu digaris tengah untuk mencari titik pusat. Selanjutnya membuat tanda kurang dari atau lebih dari (< atau >) dengan presisi derajat disesuaikan selera masing masing. Selanjutnya menggaris dengan hati-hati dan teliti agar pas. Dan langkah terakhir mengguntingnya menjadi bagian-bagian kecil yang siap dipasang.

Ketika memasang dibutuhkan insting agar tepat pada garis tengah. Selain itu jarak antara satu stiker dengan stiker lain diusahakan sama agar terlihat cantik dan mempesona. Ane sendiri tidak bisa memastikan presisinya tetapi insyaAllah tidak terlalu mengecewakan kalau dilihat dari kejauhan..wkwkwk.

Ya itulah kawan kalau mo ribet masang sendiri skotlet di box tetapi kita akan puas dengan jerih payah dan tetes keringat sendiri. Tunjukkan merahmu !

Motor Yamaha ‘robot’ uniq

April 29, 2011 4 comments

Motor Yamaha ‘robot’ uniq

Pada hari Kamis (19/4) ane secara tidak sengaja bertemu dengan sepeda motor unik. Secara sekilas motor ini kalau tidak salah motor Yamaha type..atau lebih dikenal dengan Yamaha robot. Motor jadul tahun 90an ini telah di modif dan berintegrasi dengan box di belakangnya. Sekilas ane perhatikan tidak ada yang salah dengan boxnya. Tetapi ternyata salah pandangan ane.

Ada yang tidak lumrah dengan pemasangan top box ini. Box dipasang dengan mengambil ‘jatah’ bagi boncenger. Bantalan boncenger kayaknya dipangkas sedikit agar presisi dengan desain pemasangan box. Dengan pemangkasan ini tentu tidak nyaman bagi para ‘beruang’ ketika mau bonceng akibatnya mungkin ini motor kusus bagi boncenger berbadang kurus aja….(maaf bukan SARA lo ya). Xixixixi

Pemasangan box semacam ini tentu bisa menjadi inspirasi dan prototype bagi pabrikan yang ingin mengeluarkan motor dan box yang mau kawin atau terintegrasi atau konvergensi atau bersatu padu. Sehingga hasilnya lebih halus dan eye catching gitu loch…

Ane tidak sempat menyapa rider ini karena keburu lampu ijo nyala. Lha gimana mau nyapa…ini saja hasil spyshoot atau paparazzi atau hidden camera..wkwkwkwk. two thumblah bagi ‘insinyur’ yang membidani kelahiran prototype perkawinan box dan motor ini..hehehe :-D

Mengintip isi ‘rice cooker’…

April 7, 2011 5 comments

Mengintip isi ‘rice cooker’…

Sudah hampir 2 bulan ini Milestone selalu ditemani dengan setia oleh ‘rice cooker’ yang menempel di buritan. Box kappa k35 ini telah menjadi tumpuan untuk membawa barang-barang yang memang diperlukan dalam keseharian. Kadang pernah penuh hingga peer lockny error tapi bisa juga diperbaiki, di waktu lain pernah melompong tidak ada barang satu pun di dalamnya ( biasanya kalau pas mau cuci….xixixi)

Dari semua barang yang pernah ‘dimasak’ di dalam ‘rice cooker’, ada barang yang sifanya wajib masuk di dalamnya. Hal ini dilakukan menyangkut kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara dalam segala medan terutama hujan. Baik kawan berikut barang yang mesti ‘dimasak’ setiap harinya ;

a.       Jas hujan

Sampai bulan maret ini hujan masih diprediksi hujan terus sehingga perlu jas hujan untuk menunjang mobilitas. Jas hujan yang ane pakai berjenis kelamin baju-celana. Dulu pernah pakai jas kelelawar tetapi harus berpikir ulang untuk keselamatan baik bagi ane pribadi maupun pengendara di samping dan belakang ane.  Lha sayapnya melayang kesana-kemari…

b.      AP Boot (sepatu)

Ketika hujan bisa dipastikan sepatu yang saya pakai pasti akan kotor dan basah. Kalau besok libur kerja tidak masalah tetapi kalau masih hari kerja…apa kata dunia. Akhirnya ane berinisiatip untuk membeli boot ini awal bulan lalu. Mangstab…selain nyaman juga keren eui…

c.       Kanebo

Hujan atau gerimis yang membasahi milestone perlu dibersihkan agar tidak menimbulkan bercak-bercak dan juga membasahi celana kalau mau dipakai.

d.      Kain lap

Kain ini khusus untuk mengelap atau membersihkan debu-debu yang menempel ketika semalaman ‘tidur’. Bisa dipastikan kalau pagi hari debu banyak yang menempel

e.      Jaring

Perlengkapan ini untuk jaga-jaga kalau ada barang yang tidak muat di box sehingga barang perlu ditaruh di dudukan boncenger. Biar tidak jatuh maka jaring sungguh membantu..

f.       Gembok (kunci)

Ini penting sekali untuk keamanan motor apalagi pas parkir jauh dari pandangan mata. walaupun pulsar tergolong berat tapi kalau pencurinya niat ya tetap diangkat..

 

g.        Alat2 bengkel sederhana

Tools ini merupakan bawaan asli bajaj seperti kunci untuk membuka baut, obeng, dan kunci membuka busi. Selama ini alat-alat ini jarang dipakai karena ketika ada masalah selalu ke beres atau kalau mau ganti oli langsung menuju bengkel terdekat dari rumah. Tools ini berada dibawah jok boncenger.

Satu kekurangan ‘rice cooker’ ini adalah tidak ada lampu stop light sehingga mengkwatirkan kalau ada biker alay atau sruntuller yang tiba-tiba ‘membaui’ box ini.

Milestone resmi memakai ‘Rice Cooker’

February 11, 2011 9 comments

Milestone resmi memakai ‘Rice Cooker’

box kappa k35

Setelah menunggu hampir satu minggu akhirnya paket itu datang juga. Kamis siang (10/2) sebuah barang bungkusan besar datang ke kantor via jasa kurir Argado. Bungkusan itu tak lain adalah Top Box Kappa k35 yang ane beli di Jakarta via online boikerboi.net (sempat negative thinking tentang ni toko soalnya imel, sms, coment di website tidak segera ditanggapi). Sebenarnya banyak alternative box di pasaran mulai dari givi, shad, kmi dan beberapa merk lokal namun pilihan pertimbangan dan alasan ekonomis jatuhlah pada box kappa dengan ukuran tanggung 35 liter (sebagaimana angka dibelakang huruf k). harga box Rp. 650.000 trus ongkir via cargo Rp. 99.000 jadi total semuanya Rp.  749.000.

mas didik

Aksesoris top box di motor bagi sebagian orang memang (gak tahu usil atau iri gitu lho…) dilihat atau berkomentar seperti tukang siomay lah, kurir, bagian delivery atau bahkan rice cooker kayak judul ane diatas. Sebutan rice cooker biasanya untuk box yang kecil mungil dengan ukuran dibawah 26 liter. Tetapi keberadaan box bagi motor laki cukup penting (agak maksa dikit) itung-itung sebagai ganti bagasi seperti motor bebek sehingga bisa naruh barang atau jas hujan seperti musim hujan saat ini.

pak wagiman

Siang itu juga ane berinisiatif untuk memasangnya langsung. Awalnya agak bingung mau pasang plate-nya namun setelah gogling ketemulah artikel milik bro hadiyanta dan bro kucay_lampung tentang panduan pasang plate sehingga sedikit banyak membantu mengatasi kebingungan ini. Bismillah. Berhubung dikantor tidak ada alat yang sempurna maka menggunakan alat ala kadarnya bahkan pisau dapur pun ikut membantu kesuksesan pemasangan plate ini. Dengan bantuan mas didik dan pak wagiman akhirnya terpasanglah plate ini dengan S E M P U R N A….hehehe (finishing touch pak wagiman soalnya yang tahu soal kencang tidaknya baut yang nempel).  Maturnuwun nggih mas didik dan pak wagiman.

 

Setelah sukses sebelumnya memasang Engine Guard (EG), Dringking Plate (DP) dan Braket, maka pada hari ini Kamis, 10 Februari 2011 ane deklarasikan secara resmi( lebay dikit) Sang Milestone keracunan lagi dengan menambah aksesoris berupa top box. Oleh karena itu segala efek samping dan efek belakang perlu dipertimbangkan dalam perjalanan. Semoga sukses sampai tujuan………….xixixi

dari belakang...

dari kanan

dari kiri

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers