Archive

Posts Tagged ‘bojonegoro’

Wadow…fortuner bupati bojonegoro nenggak BBM bersubsidi.

April 19, 2012 4 comments

Setelah sebelumnya ane pernah posting Alphard yang Merakyat alias minum BBM bersubsidi alias Premium  (postingan disini), maka kali ada spyshot serupa di Bojonegoro, Jawa Timur.  Parahnya spyshot dari berita detiksurabaya.com ini yang mengagetkan adalah mobil tersebut bukan milik sembarang orang. Mobil jenis fortuner itu milik pribadi Bojonegoro. Dan lebih parah lagi cara bayarnya memakai kupon kuning alias kupon yang sebenarnya jatah untuk mobil dinas. (link berita disini)

Seperti diketahui Fortuner warna hitam dengan nopol S 1238 DM yang pada bagian kaca belakang terdapat stiker Bupati Suyoto itu terlihat mengisi premiun subsidi di sebuah SPBU di kawasan Kecamatan Kapas, Pukul 18.03 Wib, Senin (16/4/2012). Mobil pribadi milik Ketua DPD PAN Jatim itu mengisi bensin menggunakan kupon jatah BBM Pemkab Bojonegoro.

Sebenarnya dari kasus diatas ada dua hal yang perlu dicermati bersama  pertama, Yakni mobil mewah  yang menenggak BBM bersubsidi alias premium dimana sebenarnya BBM jenis ini ditujukan bagi rakyat ketjil. Kedua, Jatah kupon BBM untuk kendaraan dinas yang ternyata masuk dalam kendaraan pribadi.  Semestinya sebagai pimpinan bapak bupati dapat memberikan suri tauladan baik bagi pejabat maupun bagi rakyat.

Selang sehari terdapat konfirmasi dari Mahmudin kabag humas Bojonegoro yang menjelaskan bahwa mobil fortuner tersebut  telah  dipinjamkan menjadi kendaraan dinas. Mobil fortuner tersebut digunakan sebagai kendaraan dinas resmi apabila melakukan kunjungan ke pedesaan. Menurut Mahmudin, mobil dinas Bupati Bojonegoro sedan Toyota Camry dipergunakan untuk dinas dalam kota dan Peugeot untuk kepentingan tamu pemerintahan. Kedua mobil sedan itu juga dinyatakan masih mengkonsumsi BBM bersubsidi (link konfirmasi disini).

“Pemkab sampai kini masih menggunakan premium subsidi, dengan harapan bisa menghemat anggaran negara atau efisiensi anggaran,” kilahnya.

Memang sih sampai sekarang belum ada aturan pemerintah yang tegas terkait penggunaan BBM premium.  Jadi siapapun masih bisa ‘menikmati’ jatah BBM bersubsidi. Rencana BBM bersubsidi haram untuk mesin 1300 cc keatas pun masih wacana yang masih tarik ulur.  Wis embuhlah resiko ditanggung penumpang :mrgreen:

Sumber : detiksurabaya.com

Memorabilia di SMA Almamater tercinta

August 7, 2011 3 comments

Memorabilia di SMA Almamater tercinta

mejeng didepan papan nama

Hari minggu (31/7) secara tidak sengaja dan teragendakan ane berkesempatan untuk berkunjung ke SMA almamater tercinta, SMUN 1 Bojonegoro (SMUSA). Kalau sekarang mungkin sudah berganti ejaan menjadi SMAN 1 Bojonegoro :-D .  Kesempatan ini terjadi ketika ane pulkamp diminta ortu untuk menjemput adik terkecil ane, Afdholatul Abdillah yang selesai mengikuti SBT (SKI Basic Training) di sekolahan tersebut. Tanpa panjang kata ane langsung mengiyakan untuk sekalian memorabilia dan memberikan ‘kejutan’ bagi adik ane. Soalnya biasanya yang menjemput orang tua atau adik ane yang ketiga, Hightanil Fajri.

afdholatul abdillah yang baru sebulan masuk sekolah

Seingat ane, sejak tahun 2002 lulus ane hanya sekali masuk sekolahan yang terletak dijalan Panglima Sudirman ini. Itupun ketika mengurus legalisir tahun 2003 dimana secara ‘mengharukan’ kesasar di FISIPOL Unair. Sejak itu ane tidak pernah menapakkan dan mendengar tentang SMA almamater ini. Apalagi ketika dikampus juga disibukkan dengan beragam aktivitas organisasi (alesan…xixixi). Lengkap sudah…hehehehe.

pintu gerbang utama yang sedang direnovasi lantai 2

9 tahun tidak sambang almamater hampir semua kondisi telah berubah. Ya jelaslah lha usia juga bertambah selain itu juga telah bergonta-ganti kepala sekolah. Sekolah yang menyandang RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) ini dalam kondisi sedang mengalami renovasi yakni ruang yang dahulu dipakai sebagai ruang guru sayap barat dan sayap timur.

didepan perpus

Gedung yang masih bertahan bangunannya adalah deretan kelas yang dahulu dipakai kelas 1.1 sampai 1.5. Sedangkan yang ane pakai ruang kelas 2 dahulu (sisi timur) sudah berubah menjadi tingkat 2. Gedung kelas (dahulu) 1.6 sampai 1.7 telah berubah menjadi lebih bagus. Aula yang dahulu terkenal ‘menyeramkan’ sudah dipugar sedemikian rupa dan bahkan saat ini bisa double fungsi sebagai kantin. Ruangan toilet sebelah barat dekat TMP juga tidak ‘seangker’ dahulu. Semua telah berubah…

dulu buat kelas 3, IPA diatas dan IPS dibawah

Masjid sekolah yang dulu pernah ane tinggali (james bond- jaga mesjid tapi gak pake kebon…xixixi) juga sudah lebih baik dari sisi cat dan ornamennya. Bersama-sama dengan adik  ane melihat-melihat dan menelanjangi sekolahan yang ada di selatannya Alun-Alun Bojonegoro. Dalam mengamati setiap ruangan ane selalu menjelaskan dan membandingkan dengan kondisi terdahulu kepada adik ane yang baru 1 bulan menjejakkan di sekolah ‘favorit’ di Bojonegoro tersebut.

dulu aula, skrg kantin dan ruang serba guna

Walaupun bukan murid pinter nan pandai tapi ane bangga bisa bersekolah ini. Disinilah ane ditempa dan mampu membuka cakrawala pengetahuan dunia luar. Disini pula ane belajar  organisasi dan kegiatan ‘ekstra’ yang lain yang menambah wawasan dan kedewasaan dalam berpikir.

masjid yang dulu pernah ane tinggali

Berhubung hari minggu maka ane tidak menemui satu orang guru pun. Walaupun begitu akan tetap kami kenang jasa-jasamu yang telah membuatku hingga menjadi seperti ini. Dalam mata rantai sejarah hidupku telah tercatat bahwa 3 tahun sudah ane ditempa dan dididik dalam almamater dengan majalah Ganeca-nya ini….xixixixi :-P .

This slideshow requires JavaScript.

Membesuk Kang Agus WAB Bojonegoro

August 4, 2011 4 comments

Membesuk  Kang Agus WAB Bojonegoro

Hari sabtu (30/7) rombongan GPC membesuk kang Agus Natri WAB yang kecelakaan beberapa waktu lalu di Kabuh, Jombang, Jawa Timur. Rombongan yang dipimpin langsung oleh paketu GPC baru, Kaji dodik berangkat jam 1 siang ke Bojonegoro. Berhubung ane mampir beres Gresik dulu dari Surabaya maka ane menyusul  sehabis sholat ashar dan sampai dilokasi alias rumah kang agus sekitar maghrib. Rumah pak agus ada di sekitaran Jalan Pattimura.

Sebelumnya kang eko, selaku ketua WAB (Wolf Army Bojonegoro) Bojonegoro menceritakan kronologis kecelakan yakni terjadi di Kabuh Jombang. Diceritakan rombongan WAB pulang dari acara ultah GPC di pacet, Mojokerto. Kecelakaan terjadi ketika rider pulsar didepan kang agus (sesame rombongan WAB) yang mendadak mengerem karena menghindari lobang di depan. Berhubung kondisi capek atau kurang konsentrasi akhirnya kang agus menabrak rider didepan tadi. Waktu kejadian sore hari menjelang maghrib. Akibat kejadian ini bro Agus mengalami patah tulang lengan dan harus dioperasi di sebuah RS di Solo. Alhamdulillah operasi berjalan sukses dan lancar jaya.

Rombongan yang berangkat besuk adalah paketu baru Kaji Dodik, Bro Arfa, mas wawan, Bro Zuhdi dan ane sendiri yang menyusul sekalian sungkem di Tuban sebelum puasa kepada orang tua terutama Emak.  Disana sudah ada beberapa anggota WAB yang menemani besuk ini sehingga suasana bertambah ramai. Dalam besuk ini juga tidak terlepas dari obrolan ‘racun-racun dan jajanan’ motor. Mulai dari bore up mesin, knalpot hingga GPS. Selain itu juga disampaikan apdet berita terbaru tentang pertemuan AMBI-klub-BMSA/BAI di Mayjen Sungkonono hari Jum’at sebelumnya.

Yang menarik di Bojonegoro ini belum ada beres Bajaj sehingga kalau servis resmi ya harus ke Gresik atau Surabaya. Namun begitu, dahulunya pernah ada diler Bajaj yang tutup (kata kang eko tutup bukan karena tidak laku tetapi pemilik diler kolaps di sisi bisnis yang lain) sehingga masih ada ‘mantan’ mekanik yang bisa difungsikan dan dipergunakan untuk menservis motor-motor pulsar.  Saat ini kalau ada orang yang pengin beli pulsar maka harus merujuk ke Gresik atau Surabaya. Namun denger-denger kemarin kata pak eko ada survey dari BAI terkait kelayakan main dealer di Bojonegoro. Semoga cepat terwujud adanya…

Sekitar jam 19.01 Rombongan GPC undur diri dan pamit kembali ke Gresik. Ane pun mengikuti rombongan namun dipertigaan terminal Bojonegoro ane ambil arah kiri  menuju kampong tercinta, Kenongo Sari, Soko-Tuban. Semoga kang agus cepat sembuh sedia kala dan mampu beraktivitas kembali sebagaimana semula.  Oia ada cerita menggelitik, ternyata pak eko (ketua WAB Bojonegoro) adalah bapak teman ane waktu SMA (kelik) yang saat ini dinas di Propinsi. Ternyata…..xixixixi….hehehe………..kip braderhud.

Muter-muter Bumi Angling Dharma

July 16, 2011 3 comments

Muter-muter Bumi Angling Dharma

Sebelumnya dahulu kala ane pernah berjanji mengajak adik ane yang ketiga Hightanil Fajri untuk jalan-jalan muter (mengelilingi) Bumi Angling Dharma alias Bojegororo. Hal ini untuk ‘menyeimbangkan perasaan’ setelah dulunya juga ane pernah ngajak adik ane yang keempat, Afdholatul Abdillah untuk melihat eksotika Kota Ronggolawe alias Tuban.  Kenapa Bojonegoro? biasanya orang desa tidak tahu kota maka Bojonegoro adalah ‘kota’ yang belum dijamah adik ane.

Agenda pertama adalah mengikuti kopdargab AMBI Jatim hari sabtu malam (2/7) dimana secara tidak langsung juga mengelilingi alun-alun kota dan Kahyangan Api di Dander. Berhubung malam hari mungkin pemandangan alam yang disuguhkan kurang begitu sempurna karena serba gelap dan serba menipu….wkwkwkwk.

Hari minggu (3/7) saatnya melanjutkan perjalanan.  Jam menunjukkan 08.45. Tujuan pertama adalah jalan-jalan ke terminal Rajekwesi Bojonegoro yang ada di jambean. Terminal ini merupakan terminal baru yang mungkin baru diresmikan 7 tahun terakhir. Setelah berpuas foto narsis perjalanan dilanjutkan ke Stasiun KA Bojonegoro. Stasiun ini terletak di Jalan Gajah Mada yang merupakan salah satu stasiun jalur Pantura. Segala jenis kereta api mulai dari KRD, bisnis dan eksekutif yang menuju Jakarta pasti melewati jalur ini. Masuk stasiun ini ternyata parkirnya sebesar Rp.2.000 untuk motor. Agak kaget sebelumnya tetapi disitu tertulis dengan jelas….hiks…hiks…. (mahal amiiiir…)

Jam 10.03 kami menuju SMAN 3 Bojonegoro di jalan Wolter Monginsidi untuk sekedar memberi tahu adik ane terkait keberadaan salah satu sekolah negeri di Bojonegoro. Setelah itu berputar komstir menuju SMAN 1 Bojonegoro di jalan panglima sudirman. Sekolah ini adalah almamater ane dan insyaAllah adik ane yang keempat akan meneruskan estafet di sekolah yang RSBI ini.  Melihat gedung sekolah ini mengingatkan daku masa-masa ‘perjuangan’ saat itu. Terlalu manis untuk dilupakan… (terharu : mode on). Perjalanan dilanjutkan mengitari SMPN 1 Bojonegoro dan berhenti sebentar untuk beli minum di Indomaret Kauman. Masuk indomaret ini adalah pengalaman pertamax bagi adik ane….xixixixi, maklum di desa adanya toko kelontong.

Selain jalan-jalan ane juga menjanjikan adik untuk beli buku tulis dan tas sekolah. Kalau tas diperuntukkan untuk adik ane yang keempat soalnya tas adik yang ketiga masih layak dipakai. Tujuan pertama adalah Bravo Supermarket yang sekarang pindah di jalan Pemuda. Kami menuju boots perlengkapan sekolah dan sarana bermain yang ada di lantai 2. Setelah ‘obrak-abrik’ stok tas yang ada ternyata tidak ada yang cocok selera sama sekali dimana hampir semua tas ukuran kecil dan variasi kurang. Tarif parkir disini pada waktu itu free of charge alias gratis. Oia masuk Bravo ini juga pengalaman pertamax bagi adik…hehehe :-D

Tujuan kedua adalah ke pasar besar Bojonegoro. Pasar yang berada di sebelah utara alun-alun bojonegoro ini lumayan ramai pengunjung. Setelah membelah kepadatan tempat parkir mata ane langung menuju stand-stand yang menjual tas punggung. Setelah berjalan-jalan akhirnya menemukan stand jual tas, dilihat, dicoba, ditukar, dicoba, ditawar dan berakhir dibungkus. Sebuah tas punggung yang cukup representative untuk anak sekolah usia SMA. Selanjutnya mencari buku tulis, mata ane tertuju pada ibu-ibu yang menjual buku tulis dipersimpangan pojok stand pasar. Melihat spek, kualitas dan tawar (gak sadis lho…) dan berakhir bungkus empat lusin.

Berhubung masih ada waktu akhirnya Milestone kami geser di daerah ‘tambangan’ atau tempat penyebrangan yang memakai perahu kayu. Tambangan ini salah satunya ada di utaranya Pasar Bojonegoro. Tempat ini beberapa waktu yang lalu terjadi kecelakaan ketika perahu tambang tenggelam dan memakan banyak korban meninggal dunia.  Dipinggir bengawan solo ini ane bersama adik sempat narsis untuk mengabadikan momen. Tidak berapa lama terdengar adzan Dhuhur yang memerintahkan kami untuk segera memenuhi panggilan itu.

Sholat dhuhur di masjid Jami Bojonegoro ini juga pengalaman pertamx bagi adik. Beliau mencoba membandingkan dengan masjid agung Tuban walaupun dia sendiri belum pernah kesana…wkwkwk. Disini kami menunaikan kewajiban ibadah seorang hamba kepada Sang Pencipta-nya. Karena telat maka ane bersama adik sholat berjamaah sendiri agak kebelakang ruangan utama. Habis sholat dhuhur kami sempat tidur-tiduran di serambi masjid sambil menyelami pengalaman 10 tahun silam. Dimana ane ketika habis olah raga di alun-alun selalu mampir mandi di masjid agung ini….hehehehe.

Jam menunjukkan pukul 12.30 yang memaksa kami untuk segera pulang ke rumah. Hal ini kami lakukan agar bakso yang akan kami beli bisa dimakan pas waktu makan siang di rumah. Bakso ini beli di desa Bangunrejo (rekul), Soko dimana salah satu bakso terlaris disini. Hampir sebagian besar orang Soko tahu keberadaan warung bakso yang ada di jalan antara Soko-Rengel ini. Setelah membeli 6 bungkus untuk orang rumah maka kami menuju kampung halaman. Alhamdulillah jam 13.27 sudah sampai rumah dan bakso bisa disantap bersama….. :-D

Demikian kawan laporan perjalanan sederhana kami,muter-muter kota ledre sambil refreshing.  Bojonegoro adalah salah satu kora di barat sebagaimana Tuban yang berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Tengah. Monggo bagi adventurer kalau berkenan mampir di kota yang daerahnya langganan banjir ini…..xixixi (sangat wajar karena memang daerahnya dibelah Bengawan Solo) :-P

Kopdargab Pertamax AMBI Jatim

July 12, 2011 1 comment

Kopdargab Pertamax AMBI Jatim

Hari sabtu (2/7) penulis menghadiri acara Kopdargab (Kopi Darat Gabungan) AMBI (Asosiasi Motor Bajaj Indonesia) Jawa Timur di Bojonegoro. Acara ini merupakan gathering pertama pasca pembentukan dan pemilihan korwil AMBI Jawa Timur beberapa waktu lalu di Coban Rondo, Malang . AMBI yang dikomandani bro Johny kacak dari BASIC ini terdiri dari beberapa klub lokal dari Jawa Timur yang kurang lebih terdapat 15 klub.

Datang bersama adik ketiga ane, Hightanil Fajri malam itu berangkat ke Alun-alun Bojonegoro. Soalnya ane mampir dulu sekalian birrul walidain kepada kedua orang tua di kampung halaman, Kenongo Sari Soko Tuban. Keberangkatan ini juga tidak terlepas dari janji ane kepada adik untuk mengajak-jalan apalagi juga masih liburan sekolah. Ijin sama ortu dan habis isya’ langsung tancap gas menuju kota ledre dimana ane dulu sekolah SMA-nya di selatan alun-alun xixixixi.

Jam 19.59 disana sudah ada beberapa biker yang sudah nyampai. Terhitung ada GPC, POC Surabaya, BBM dan tentu WAB yang sudah stand by sejak sore hari. Setelah registrasi alias nulis daftar hadir, langsung disuguhi makan malam berupa sebungkus nasi goreng dan segelas air minum kemasan. Berhubung ane masih kenyang maka ane taruh box aja. Selanjutnya Bro johny bagi-bagi stiker AMBI jawa timur bagi setiap pulsar rider yang hadir malam itu. Ketika kongkow-kongkow menunggu klub-klub yang lain datang, tanpa sengaja ada biker motor antik lewat dan gabung. Tanpa banyak cincong ane langsung foto narsis diatas motor BMW yang langka ini….xixixi

Jam 22.01 rombongan kopdargab menuju tempat acara yakni Kahyangan Api di Dander Bojonegoro. Iring-iringan dan raungan malam berbagai varian pulsar ini cukup menyita perhatian warga yang ada dijalan. Mungkin bagi mereka suatu hal yang baru, aneh dan segudang pertanyaan lain terhadap ‘gerombolan’ rider pulsar ini. Ini Asumsi lho… :-P

Sampai dilokasi semua peserta tertuju pada Bunderan Api. Beberapa biker ada yang adu nyali untuk melintasi gundukan bara api seperti kang Robert POC Surabaya. Ane sendiri sich tidak berani…wkwkwkwk. Setelah itu menuju air ‘blukutuk’ atau air (belerang) yang  kelihatan panas tetapi ternyata dingin. Bagi warga Bojonegoro tentu hal yang tidak asing dan aneh lagi.

Setelah puas berfoto narsis,berhubung ane ada agenda lain maka kami meninggalkan lokasi bersama anggota GPC yang lain. Maka malam itu juga ane balik kerumah ortu. Karena besok paginya sudah janji pada adik untuk mengajak jalan-jalan di Bojonegoro. Sebenarnya agenda kopdargab ini masih banyak seperti perkenalan pengurus, ngobrol gayeng dengan pengurus, dan puncaknya turing ke Waduk Pacal. Namun begitu ane mencoba mengikuti berita dan perkembangan acara lewat group fesbuk. Berapa hasil yang dapat disarikan dari kopdargab AMBI Jatim kemarin.

Kesimpulan dari masukan rekan2 pada saat Kopdargab AMBI Jatim (sumber : group fesbuk AMBI Jatim) :
1. MENDORONG AMBI Pusat utk segera melaksanakan Pemilihan Korwil2′y agar program AMBI dan BAI dapat sesegera mungkin berjalan
2. Mempercepat proses persoalan purna jual yang terjadi di daerah ke BAI
3. Melaksanakan event bersama klub Bajaj se Jatim
4. Meminta kepada BAI agar LEBIH memantau lebih mendalam kepada Main Dealer atau Dealer di dareah..khusus’y Jawa Timur..tentang pelayanan purna jual…
5. Meminta kepada BAI melalui AMBI tentang ketersediaan sparepart didaerah
6. Meminta kepada BAI melalui AMBI tentang proses klaim para user.. karena dirasakan para user bahwa MD atau Dealer selalu memperlambat proses tsb atau sealu beralasan stock sparepart tsb KOSONG
7. Meminta kepada BAI melelui AMBI tentang proses pengiriman sparepart yang dirasa lamban

Terima kasih bro Johny selaku korwil AMBI dan om Dono Pulsariadi WAB bersama balakurawa selaku tuan rumah acara….keep brotherhood dan toet…..toet…..sampai ketemu next agenda…

viva AMBI Jawa Timur !

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers