Archive

Archive for the ‘Traveling’ Category

Bismillah…Perjalanan ke Seberang Timur (PST) dimulai…

May 17, 2012 11 comments

Rencana  ke pulau Lombok insyaAllah dimulai hari ini. Dengan diiringi do’a dan berat hati dari istri tercinta maka perjalanan ini akan ane di arungi. Dengan memanfaatkan liburan panjang (17-20 Mei 2012) ini ane berniat solo turing ke pulau yang belum pernah ane singgahi ini. Dan ini juga merupakan rencana turing pertamax dalam jangka yang cukup jauh…meskipun masih dalam wilayah Indonesia…hehehe.

Persiapan sebenarnya telah ane mulai dua minggu silam, mulai dari tune up (postingan disini), ganti bohlamp yang mati dimana ane bersyukur tidak terjadi saat perjalanan turing (postingan disini), hingga mengumpulkan peta, beli obat-obatan ringan, beli oli, beli helm baru…xixixixi (postingan disini) dan persiapan yang lain. Berhubung liburan panjang maka kemungkinan penginapan dan homestay mungkin sudah ramai. Oleh karena ane itu ane sudah siap backpacker alias tidur disembarang tempat asal aman :-D . Semoga perjalanan lancar jaya baik berangkat maupun kembali pulang.

Merunut mbah goggle, rentang antara Gresik-Lombok sekitar  600 km.  Rencana rute yang akan ane lalui meliputi Gresik-Probolinggo-Situbondo- Banyuwangi-Gilimanuk-Negara-Tabanan-Denpasar-Klungkung-Padangbay-Lembar-Mataram. Rencana berangkat Kamis pagi jam 02.00  dan berharap pagi dah sampai Ketapang (banyuwangi). Nyebrang hingga sore hari dah sampai di padang bai dan jum’at pagi dah di Lombok. Sabtu siang dah balik lagi ke Jawa. :-D .

Rencana trip ketika sampai di Lombok juga masih menyesuaikan tetapi yang jelas pantai senggigi dan gili-gili yang ada disana.  Semua bergantung situasi dan kondisi ketika disana dan waktu yang ada. Bagi ane bisa sampai di Lombok dengan selamat sentausa adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Dan mampir ke beberapa tempat hanyalah merupakan bonus saja…hehehe.

Mohon  do’anya kawan semoga Perjalanan ke Seberang Timur (PST) ini sukses. Mohon maap kalau mungkin tidak sempat apdet blog ketika diperjalanan.  Meskipun jarang apdet tetapi kalau mau mengikuti perjalanan via dunia maya bisa (sekalian PROMOSI…hehehe) add fesbuk Kang Heri Setiawan, via twitter @setia1heri, nambah latitude di setia1heri@gmail.com, atau instagram di @setia1heri, atau mau tahu nope ane juga boleh ni 0838 568 343 08 . Siapa tahu rute yang ane lewati bisa mampir dan kopdarcol. :mrgreen:

Maturnuwun

Eksotisme air terjun Dholo, Kediri

February 6, 2012 7 comments

Sebuah wisata alam eksotis yang ada di kawasan wisata Besuki, tepatnya di lereng Gunung Wilis. Secara geografis terletak di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sebuah perpaduan kawasan wisata antara ‘olah raga’ dan gemriciknya suara khas air terjun. Oia kawan postingan ini menyambung tulisan Menggelinding ketika liburan panjang (21-23/1) kemarin.

Banyak rute untuk menuju wisata air terjun Dholo. Berhubung ane kurang paham maka rute maka ane mencoba menanyakan ke Bro Krisna member PRIDES juga POC Kediri. Menurut pria subur ini jalur ke Ndolo bisa lewat Mojo atau dari terminal tamanan Kediri – desa Puhsarang – desa Selopanggung. Jaraknya sekitar 25 km arah barat dari Kota Kediri.

Terkait sejarah air terjun dholo sampai sekarang ane tidak tahu. Beberapa teman yang ane hubungi dan para wisatawan yang pernah mengunjungi disana juga tidak tahu. Mungkin kawan yang asli dari Kediri ada yang bisa membantu memberikan pencerahan sejarah air terjun Dholo. Maturnuwun sebelumnya…

Jalanan pegunungan menuju kawasan wisata ini sungguh ekstrim bahkan ada papan pengumuman yang menyarankan untuk tetap memakai gigi 1. Kurang lebih 5 kilometer dari pintu masuk menuju tempat parkir air terjun Dholo. Jalanan menikung tajam, mendaki, berkelo-kelok dan turunan tajam mewarnai sepanjang perjalanan. Untungnya akses jalan sudah sangat bagus yang menandakan kawasan wisata ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kediri.

Menurut bro Krisna, komplek air terjun Besuki ada 3 lokasi yakni Irenggolo, Ndholo, dan Parijoto. Dari ketiga lokasi tersebut sebenarnya ada yang jalur kelas berat yakni ke air terjun parijoto. Bagi ane pribadi sebenarnya jalur ke Dholo sudah diatas Cangar namun ternyata masih ada yang ekstrim lagi di atas Dholo. Menurut pak dokter ini kebanyakan anak motor trail yang suka main kesana namun kawan-kawan POC Kediri juga sudah pernah nyamperin. Wah perlu diagendakan lagi nih biar lebih seru…hehehe

Parkiran yang cukup luas akan menyambut anda ketika sampai lokasi namun begitu kalau mau melihat air terjunnya maka kawan perlu menuruni anak tangga. Ada yang mengatakan 995 anak tangga atau 400 meter yang jelas dibutuhkan waktu termasuk istirahat sekitar 20 – 30 menit hingga lokasi air terjun. Wow…pegel bin kesel banget…apalagi pas naiknya, ane perhatikan termasuk penulis sendiri yang mengambil istrihat minimal 5 ‘titik pendakian’. Namun begitu ternyata ada juga kakek-kakek diatas 60 tahun yang mampu menaklukkan itu semua. Dua jempol dach…hehehe

Air terjun ini sebenarnya mengalami beberapa perubahan sejak tahun 2009. Membandingkan dengan foto yang diambil oleh kawan travellers2009, terdapat kondisi berbatuan yang berbeda dari sekarang. Namun begitu tidak mengurangi indahnya panorama alam ini. Air terjun ini sebenarnya ada 3 tingkatan, tingkatan pertama sekitar 125 meter sedangkan tingkat dua dan tiga sekitar 5 meteran. Suara gemuruh dan hembusan air berterbangan akan menghinggapi anda ketika sampai di dasar air tejun. Kalau teman-teman kehausan atau kelaparan, atau butuh kehangatan dengan kopi atau teh, jangan kwatir di bawah juga banyak warung lesehan yang tersedia.

Terkait tiket masuk ane tidak tahu karena kemarin semua dikoordinasikan oleh satu orang. Mungkin kawan lain bisa menambahkan termasuk tarif parkir motornya. Secara keseluruhan air terjun Dholo ini bisa dijadikan alternatif wisata alam dengan liku jalan dan pemandangan alam sekitar yang sungguh menawan. Tertarik kesana? silahkan diagendakan kawan…

Sowan ke Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim (Gresik, Jawa Timur)

January 8, 2012 4 comments

Mungkin ane bisa dikatakan orang yang “kurang ajar, ndak tahu unggah-ungguh, gak punya sopan santun, brandaalll….”. Masak sudah hampir 2 tahun menjadi warga Gresik belum sowan alias ziaroh kepada sesepuh Gresik sendiri diantara sesepuh yang lain.  Dengan mengkambinghitamkan waktu dan kesibukan, alhamdulillah niat sowan yang terpendam itu akhirnya kesampaian juga.

Memanfaatkan  cuti bersama Senin, 26 Desember 2010 kemarin, ane bersama anak istri berkesempatan mengunjungi alias ziaroh ke makam wali alias sunan yang ada di Gresik. Jarak makam dengan rumah hanya radius 6-7 km saja.  Tujuan pertama yakni menuju Sunan Giri. Makam yang ada di punden atau perbukitan Giri, Kebomas, Gresik ini menjadi saksi daya tarik sunan penyebar islam di Tanah Jawi ini. Oia kawan dalam bahasa jawa Giri itu artinya bukit.

Sunan Giri  dengan nama lain Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden ‘Ainul Yaqin dan Joko Samudra merupakan putra dari Maulana Ishaq dan Dewi Sekardadu. Lahir (1365 saka) di Blambangan (banyuwangi) dan wafat (1428 saka) di Gresik. Sunan Giri merupakan pendiri kerajaan Giri Kedaton dan juga pesantren Giri sebagai pusat penyebaran agama islam. Karya seni tradisonal Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri, di antaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan, Jor, Gula-gantiLir-ilir dan Cublak Suweng; serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung.

Untuk menuju makam Sunan Giri setidaknya ada 3 jalur ‘pendakian’.  Memang diperlukan tenaga ekstra karena sudut tanjakan hingga 45 derajat serta jaraknya sekitar 150 hingga 200 meter dari parkiran dibawah (bukan parkiran bus lho…). Kalau teman-teman tidak kuat naik disana banyak tersedia jasa ojek yang akan mengantarkan ke atas dengan lewat jalur lain. Walaupun sudah naik ojek tetap anda harus naik tangga untuk menjangkau makam Raden Paku ini.  Oia menurut sumber dari mulut ke mulut, jumlah tangga antara naik dan turun tidak sama. Lho kenapa? coba sendiri yah…. (takutnya lupa..hehehe)

Kondisi hari itu lumayan ramai karena berbarengan dengan libur sekolah. Para peziarah saling bergantian untuk memasuki wilayah makam yang lebarnya hanya kalau tidak salah 6 meter persegi. Namun begitu semua tetap sabar dan antri untuk mendoakan sesepuh penyebar islam ini. Oia seperti tempat-tempat ziarah makam yang lain disini juga disediakan kontak sedekah atau infaq. Serta kalau mau beli jajanan, oleh-oleh atau kenangan ada di sepanjang jalur ‘pendakian’ tadi. Untuk yang mau sekalian ziarah ke Makam Sunan Prapen juga tinggal bergeser ke Selatan beberapa meter lagi. Kurang lebih sekitar 30 menit ane ‘sowan’ ke Raden Ainul Yakin ini dan dilanjut bergeser 3 km ke utara menuju Mbah Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Letak makam Maulana Malik Ibrahim ada di pusat kota yakni Desa Gapuro Sukolilo, Gresik.  Hanya seratus meter dari alun-alun Gresik atau 150 meter dari masjid Jami’ Gresik.  Berbicara makam Maulana Malik Ibrahim sebenarnya lebih dari satu. Lho kok bisa? satu lagi ada di Cirebon dengan nama Makam Syekh Maulana Maghribi. Sebenarnya hal ini tidak mengagetkan karena memang sebagian besar wali memiliki lebih dari satu makam. Ini merupakan bentuk riil pengaruh dan karisma beliau di Tanah Jawa dalam menyebarkan agama islam.

Syekh Maulana Malik Ibrahim mempunyai nama Makhdum Ibrahim as-Samarqandy. Terkait asal-usulnya terdapat pendapat yang berbeda-beda yakni Magribi, Afrika utara, Persia, Samarkand ,Asia tengah dan Iran. Namun begitu semua sepakat bahwa Syekh Makhdum Ibrahim as-Samarqandy  ini merupakan wali senior dalam jajaran Wali Songo. Beliau mendirikan pesantren yang ada di Desa Laren, Manyar, Gresik. Beliau wafat pada tahun 1419.

Bagi kawan roda dua yang ingin berziarah ke makam Syekh Makhdum Ibrahim as-Samarqandy jangan bingung mencari tempat parkir. Awalnya ane cari-cari ternyata tempat ada persis didepan makam Syekh Makhdum Ibrahim as-Samarqandy.  Tepatnya di jalan Maulana Malik Ibrohim sendiri.  Uniknya biaya parkir tidak ditetapkan alias dimasukkan kota infaq yang disediakan. Hal ini berbeda dengan di Sunan Giri yang biaya parkirnya mencapai Rp.2.000 untuk motor.

Areal makam Maulana Malik Ibrohim alias Sunan Gresik ini cukup luas. Didalam cungkup ada tiga makam yakni makam sang isteri Syayyidah Siti Fatimah,  dan  makam sang putera, Syekh Maulana Maghfur. Selain itu di sebelah utara areal makam ada pula makam Maulana Ishak, yang adalah saudara Maulana Malik Ibrahim, dan ayah dari Sunan Giri dan disebelahnya terdapat Makam Syekh Maulana Makhrubi.

Demikian kawan cerita perjalanan ane sowan ke sesepuh penyebar islam yang ada di Gresik. Semoga ane tidak di cap mbalelo apalagi ane kan juga berasal dari Tlatah Sunan Bonang Tuban hehehehe. InsyaAllah di Sunan Ampel sudah pernah, Sunan Bonang apalagi sudah lebih dari sekali. Ziarah wali memang sudah menjadi salah satu Wisata Religi yang tak lekang oleh waktu. Disinilah kita memberikan penghormatan untuk mereka para leluhur yang sudah berjasa dalam kehidupan kita. Oia hampir sebagan besar makam wali yang ane singgahi, mereka selalu menyediakan jamuan ‘air minum alami’. Silahkan disambi¸ dinikmati, di sruput atau juga dibuat cuci muka. Wuihhhhh….segarnya….

referensi :
http://kolom-biografi.blogspot.com/2010/04/biografi-sunan-giri.html
http://thearoengbinangproject.com/2011/12/makam-maulana-malik-ibrahim/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Gresik

Pelatihan Sistem Pendataan dan Pelatihan Pengelolaan Website Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)

October 17, 2011 4 comments

Pelatihan Sistem Pendataan dan Pelatihan Pengelolaan Website Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)

Hari jum’at (7/10) ane mendapatkan perintah dari kantor untuk mengikuti Pelatihan Sistem Pendataan dan Pelatihan Pengelolaan Website Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP dan PA. Acara dilaksanakan mulai tanggal 9-12 Oktober 2011 di Hotel Milenium Tanah Abang Jakarta Pusat. Ane sendiri bersama teman berangkat minggu pagi (9/10) via Bandara Juanda dengan Garuda Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh oleh Dr. Wahyu Hartomo selaku Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya data dalam mengambil sebuah kebijakan terutama yang terkait dengan usaha mewujudkan Kabupaten/Kota Layak. Kalau kawan-kawan kurang jelas apa itu Kabupaten/Kota Layak Anak? Silahkan kunjungi www.kla.or.id.

Peserta yang hadir terdapat 34 kabupaten/kota yang merupakan pilot project KLA.  Seinget ane yang sempat berkenalan dengan delegasinya ada padang pariaman, singkawang, manado, grobogan, malang, sidoarjo, tulungagung, blitar, kupang, dll. Materi pelatihan selama 4 hari 3 malam itu diantaranya  :

  1.  Manajemen data KLA
  2. Instalasi Software Devinfo
  3. Input Data KLA
  4. Pengenalan Website KLA (www.kla.or.id)
  5. Article/ News Writing Technical                         
  6. Article/News Uploading Proses
  7. Simple Picture Editing Technical
  8. Picture Uploading Process
  9. Movie/Video Editing Technical
  10. Movie/Video Uploading Technical
  11. Downloading technical
  12. Article/News Writing Technical
  13. Mailing List Porgress

Pemateri yang mendampingi selama pelatihan adalah Hamid Pattilima dari Yayasan Kesejahteraan Anak Indoensia (YKAI). Dan rutinitas sehari-harinya dimulai dari jam 8 pagi setelah sarapan hingga jam 9 malam. Oleh karena itu mengapa disela-sela latihan selalu diselingi ice breaking biar peserta tidak jenuh dan capek. Ice breaking diserahkan kepada kreatifitas masing-masing utusan daerah dengan tujuan utama mengusir kejenuhan. :-D

Ada dua materi utama yang disajikan dalam pelatihan ini. Pertama, instalasi dan penggunaan software DevInfo 6.0 (www.devinfo.org). Free Software ini dapat mengelola dan mempresentasikan data indikator KLA secara terintegrasi, lintas sektor, lintas wilayah georgrafis, lintas waktu dan lintas sumber data. Software yang dikembangkan oleh PBB ini seperti layaknya program database yang bisa menampilkan hasil olahan data. Data inilah yang bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan terkait KLA.

Kedua, mengapdet berita di website KLA (www.kla.or.id). Website ini merupakan salah satu alat komunikasi untuk melihat perkembangan pilot project kabupaten/kota layak anak di Indonesia. Target sampai tahun 2014 terdapat 100 KLA. Di website ini setiap kabupaten kota yang menjadi pilot project mendapatkan ruang masing-masing terkait berita daerah. Untuk mengapdet berita maka diperlukan keahlian-keahlian diatas seperti menulis berita, mengedit foto dan video serta mengaplodnya di internet.  Namun diantara keahlian diatas Hamid lebih menekankan kemampuan menulis berita. Berita harus menarik terkait usaha-usaha pemerintah daerah mewujudkan KLA, penulisan sesuai EYD serta terikat oleh etika-etika jurnalistik.

bersama bapak Hamid Pattilima dari YKAI (nomor 2 dari kanan)

Demikian kawan review singkat pelatihan di jakarta itu. Berkat adanya pelatihan ini ane bisa kopdarcol dengan teman-teman dijakarta (part 1, part 2, dan part 3). Selain itu juga bisa mencicipi sensasi naik Garuda Indonesia :-D .  Dan juga mencicipi wifi gratis di bandara soekarno hatta ketika hendak kembali ke Surabaya (InsyaAllah next posting). :-p

Impresi naik Garuda Indonesia

October 15, 2011 15 comments

Impresi naik Garuda Indonesia

Sebelumnya mohon maaf bila tulisan ini bagi banyak orang (yang sering naik pesawat) merupakan hal yang sudah biasa, gini aja di tulis atau lebai banget sih penulisnya. Sebagai orang udik dan blogger pemula tentu merupakan pengalaman tersendiri  dengan hal baru tersebut. Jadi tulisan ini ditujukan bagi yang belum pernah naik pesawat garuda hehehe :-D

Mungkin ane tidak bisa mencicipi naik Garuda kalau tidak ada perintah dari kantor untuk mengikuti  Pelatihan Pengelolaan Website Kota Layak Anak  di Jakarta.  Pelatihan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mulai hari Minggu sampai Rabu (9-12/10) di Hotel Milenium, Jl. Fachrudin nomor 3 Jakarta Pusat. Terkait pelatihannya entar saya posting terpisah sahadja :-P

Tiketing pesawat Garuda sudah bisa dipesan lewat e-tiket sehingga memudahkan bagi konsumen agar tidak ribet antri. Berhubung ane dibelikan kantor maka tiket dipesan lewat agen yang sudah jadi langganan.  Tiket PP Surabaya Jakarta kelas ekonomi saat itu sebesar Rp.1.626.000 diluar boarding pass sebesar Rp.40.000 setiap kali masuk bandara. Kami sendiri berangkat mendapat jadwal Minggu jam 08.10 dengan GA-0307  dan pulangnya Rabu jam 17.35 dengan GA-0324.

Pelayanan selama dibandara dan pesawat kelihatan cukup berkelas dibandingkan dengan beberapa pesawat yang pernah ane tumpangi. Sambutan pramugrari yang ramah (sudah SOP kali yah..), tersedianya bacaan koran-koran nasional secara gratis, snack dan permen selama perjalanan, tawaran gratis minuman tambahan dan hiburan multimedia personal.

Berbeda dengan pesawat lain, presentasi terkait prosedur keselamatan perjalanan disampaikan secara atraktif lewat layar video yang ada didepan penumpang masing-masing.  Mungkin bagi kawan-kawan sudah paham terkait demonstrasi keselamatan tersebut. Mulai dari penjelasan pintu darurat, penggunaan pelampung, penggunaan oksigen bantuan serta larangan-larangan menyalakan gadget selama di dalam pesawat.

Layar video diatas selain sebagai media presentasi dan informasi ternyata dapat dimanfaatkan sebagai sarana multimedia. layar video dengan touchscreen itu menyediakan beragam tawaran film, music, e-magazine dan beragam hiburan lain selama perjalanan silahkan dipilih sesuai selera dan keinginan masing-masing.  Yang menarik dari menu di layar adalah adanya Dunia Anak. Bagi orang pegiat hak-hak anak tentu melihat hal ini sebagai suatu hal yang menggembirakan karena bisa dikatakan pesawat Garuda responsive anak. Tetapi ane tidak sempat lihat apa toilet dipesawatnya juga sudah responsive anak.

Terkait ketepatan waktu perjalanan mungkin sudah menjadi komitmen masing-masing perusahaan. Namun sayang ketika perjalanan pulang (12/10) naik GA-0324 pesawat harus mengalami delay selama 15 menit. Selain itu, ketika dipesawat pun menunggu agak lama untuk take off. Ane tidak tahu kemungkinan lagi sibuk jalurnya. Praktis sekitar jam 7 malam pesawat baru bisa meninggalkan Bandara Soekarno – Hatta.  Dan sampai di Surabaya satu jam perjalanan.

Demikian kawan impresi pertamax naik Garuda yang pernah ane alami, how about you ?

This slideshow requires JavaScript.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers