Hari rabu pagi (2/5) ketika mau berangkat kerja ada yang aneh di panel dashboard Milestone. Tidak seperti biasanya indikator lampu jauh menyala. Bingung dan kaget. Ane cek posisi tombol atau saklar masih mengarah ke lampu dekat. Dan ane mencoba ngedim juga tidak bisa (ya jelas ga bisa…la lampu jauh nyala)..wkwkwkw. Berhubung sudah biasa menyalakan lampu motor disiang hari maka ane abaikan saja yang penting masih nyala. Tetapi dalam perjalanan ane masih kwatir dan berpikir apanya yang yang salah?
Kebinungan dan kekwatiran ane terjawab sudah ketika teman-teman member tahu kalau itu tandanya lampu utama sedang putus. O walah…maklum ini merupakan pengalaman pertamax lampu putus di Milestone. “ketika lampu utama putus maka BCU (Bocy Control Unit) Pulsar akan menswitch otomatis ke lampu jauh bro” begitu komentar seorang kawan ketika foto panel dashboard ane aplod di group fb. Ya udahlah berarti ‘cuma’ lampu putus saja alias tidak terjadi apa-apa.
Praktis kalau riding malam hari ane hanya menghidupkan lampu senja/kota saja sama led handguard. Keputusan ini ane ambil daripada lampu jauh ini menyilaukan pengendara didepan ane. Tentu ane tidak berharap mendapatkan ‘umpatan bin pisuhan’ dari pengendara yang bersimpangan dengan ane. Selain itu juga kesadaran ane sendiri agar tidak mengganggu pengendara lain. Dengan penerangan seadanya ini tentu ane harus ekstra waspada agar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Alhamdulillah tidak terjadi suatu hal…
Berhubung tidak sempat ke beres di Surabaya maka hari sabtunya lagi (5/5) ane bawa lagi ke beres Gresik. Padahal sabtu sebelumnya barusan tune up disitu (postingan disini). “ Loh ada apa lagi mas?” tanya mbak nya. “ Lampu utamanya lagi putus cinta mbak “ jawab ane. Berhubung banyak antrian maka Milestone baru dipegang kang basit sekitar jam 13,00. “ Kalau lampu mati terus switch ke lampu jauh tidak apa apa…itu normal…tetapi kalau lampu jauh juga ikutan mati…itu patut dicurigai BCUnya” terang kang basit. Dia menceritakan pernah ada yang mengalami kejadian seperti itu sehingga BCU nya yang bermasalah.
Tidak lebih dari 10 menit proses penggantian bohlam ini. Tidak perlu repot-repot buka bathok kepala namun lewat ‘pintu belakang’. Semua kabel dan BCU di bathok kepala dikeluarkan semua terus kabel bohlamnya ditarik untuk diganti. Yup…berganti sudah bohlamp 12v 35w yang mati
Maturnuwun
Like this:
3 bloggers like this post.
Ane gak tahu sebenarnya istilahnya apa pokoknya pas nyampai beres Gresik langung bilang. “ Mbak mau servis pokoknya cek-ricek mo rencana perjalanan jauh” kataku sambil gendong Sakti. “ tune up mas?” tanyanya. “ Mbuh…pokoke dicek semua mbah “ ujar ane…xixixii. Jujur kawan ane ndak paham terkait permotoran dan istilahnya
. Menginjak odometer sekitar 34 ribu km ini memang belum pernah tune up tetapi hanya sekedar servis rutin 2 bulan sekali saja.
Memang kawan tune up ini bagian dari persiapan ane untuk mewujudkan rencana perjalanan ke Seberang Timur (postingan disini). Kondisi motor memang syarat utama agar mimpi ini dapat diwujudkan. Ane minta bro basit untuk mengecek semua kondisi motor. “ wis pokoke kalau ada yang kurang sehat diganti saja” pesan ane.
Utak-atik kurang lebih dua jam akhirnya Milestone sudah kelar. Ternyata ada beberapa part yang perlu diganti yakni kabel gas dan peer persneling (kalau gak salah lho yah…hehehehe). Atau istilah di beresnya spring torsion dan cable ACC. Dua part inilah yang katanya perlu diganti. Untuk peer persneling terlihat sudah berkarat dan keropos sedangkan untuk kabel gas terdapat patahan. Di kwatirkan entar diperjalanan malah menyusahkan. Yo wis ganti ae … Biaya tune up sekitar 40 ribu ditambah harga sparepart yang diganti 29 ribu plus diskon 10 % untuk member GPC hehehe
.
Semoga rencana dan mimpi itu tetap berjalanan sebagaimana rencana. Amiin.
Like this:
4 bloggers like this post.

Semua berawal dari kaca spion Milestone sebelah kanan yang oblak, degleng, atau baut mur sudah gak berfungsi. Beberapa kali mencoba mengencangkan tiga ekor baut di spion (ciri kas spion pulsar) ternyata hasilnya tidak bertahan sehari. Daripada kesel setiap hari mengencangkan baut spion dan seringkali ‘menunduk’ dijalan (gak septi) maka ane mengambil keputusan untuk menggantinya dengan yang baru. Semua dilakukan untuk menunjang kenyamanan dan keamanan dalam berkendara…hehehe
Awalnya mau ganti spion aslinya Pulsar 180 UG IV. Namun kok setelah dipikir-pikir kalau mau ganti mbok yo sekalian model yang lain biar fresh gitu loh..hehehe
. Akhirnya sempat nanya-nanya ke beberapa teman terkait spion yang rekomended untuk PIBO UG IV. Dari beberapa hasil konsultasi teman dan berguru mbah gogel maka ada beberapa jenis spion yang bisa dicoba dipake di Milestone yakni spion tiger revo, spion tvs apache, spion yupiter z, spion klx, dan spion Pulsar 135.
Berhubung gak mau susah dan ribet akhirnya pas mampir di beres Gresik kemarin sabtu (11/3) iseng nanya spion P135. Ternyata stok masih ada dan harganya pun sangat murah yakni 46 ribu sepasang. Ane tidak tahu harga segitu sudah termasuk diskon di wilayah Jatim gak…hehehe. Akhirnya sekalian minta kang basit mekanik beres disana untuk memasangkan di Milestone. Tinggal plek alias Plug ang Play (PnP)…hehehe. Dan…jrenng…wow keren lah…hehehe.

spion pulsar ug IV yang diganti
Mungkin bagi kawan yang sudah bosan dengan spion PIBO bisa dicoba milik adiknya yakni P135. Selain kelihatan ‘sporty’ ternyata kaca lebih besar meskipun ujungnya sedikit mengerucut. Dan dari sisi harga juga sangat murah sekali dibanding dengan spion asli milik PIBO sendiri yang harganya sekitar 36 ribu per biji (kalau gak salah). Monggo kalau tertarik mengganti spion P135 semoga ada di diler terdekat….hehehe
Maturnuwun
Like this:
2 bloggers like this post.

Problem ini sebenarnya seperti sekitaran setahun silam. Gak tahu namanya apa klep atau sill tapi nama kerennya cup camshaft, yang jelas karet berbentuk bundar ini menempel di blok mesin dekat busi sebelah kanan. Gejalanya sama yakni merembes olinya. Yah walaupun tidak parah amat namun kalau tidak segera diganti dikwatirkan oli mesin akan cepat berkurang..cmiiw.
Hari sabtu (11/02) tumben beres Gresik sepi padahal sudah jam 9 maklum selama ini biasanya bengkel belum dibuka tapi antrian sudah ada…hehehe. Motor langsung dihandle mas tito salah satu mekanik di satu-satunya bengkel resmi bajaj di Gresik ini. Part nya memang kecil dan murah namun menggantinya itu yang cukup lama sekitar satu jam lebih.
Sembari nunggu selesai penggantian klep tadi ane iseng-iseng nanya ke salah satu marketing disana terkait kelanjutan Bajaj Avenger. Maklum ditengah hingar bingar pemberitaan brojolnya pulsar 200 NS di India sepertinya Avenger yang dulu sempat mau di datangkan ke Indonesia menjadi tidak jelas..cmiiw. “Iya mas gak tahu nih, soalnya belum ada kabar dari Jakarta” ujar mbak dewi ini. Beliau memaparkan memang banyak calon pembeli yang datang ke beres Gresik terkait pulsar baik yang katanya full fairing, monoshock, pulsar 250 cc, pulsar NS tetapi selalu dijelaskan bahwa hal itu belum ada.
Sengaja kawan ane menanyakan motor jenis chooper ini. Terlepas dari bentuknya yang memang agak jadul namun tidak sedikit yang ternyata menantikan kedatangannya. Memang selera orang tidak bisa dipaksakan terlepas dari model baru Pulsar juga sudah nongol. Terlepas pula dari pernyataan petinggi BAI akan ikutan ‘memboyong’ Pulsar 200 NS ke Indonesia pada kwartal III tahun 2012 ini. Namun kalau mencermati pemberitaan di pertengahan Desember 2011, Avenger akan dipasarkan di Indonesia pada Bulan Maret 2012 ini. Mari kita tunggu kelanjutannya…
Sekilas tentang spesifikasi Bajaj Avenger ini yakni
TECHNICAL SPECS
| Engine |
| Type |
4-stroke, single cylinder, DTS-i, air cooled with oil-cooler |
| Displacement (cc) |
219.89 |
| Max. Power (Ps @ rpm) |
19.03 @ 8400 |
| Max. Torque (Nm @ rpm) |
17.5 @ 7000 |
| Starting |
Electric |
| Suspension |
| Front |
Telescopic |
| Rear |
Hydraulic Shock Absorber |
| Brakes |
| Front |
Disc, Dia. 260 mm |
| Rear |
Drum, Dia. 130 mm |
| Tyre |
| Front |
Tubetype Unidirectional – 90 / 90 x 17″ |
| Rear |
Tubetype Unidirectional – 130 / 90 x 15″ |
| Fuel Tank |
| Total litres(reserve, usable) |
14 liter full (3.4 liter reserve) |
| Electricals |
| Battery |
12V, 9Ah |
| Head lamp |
60 / 55W |
| Horn |
12V, 30W |
| Dimensions |
| Wheelbase |
1475 mm |
| Ground Clearance |
169 mm |
| Kerb Weight |
154.5 kg |
Kalau menilik situs bajaj auto Avenger ini seperti varian bajaj pulsar lainnya masih didominasi 4 warna yakni biru, merah, abu-abu dan hitam. Tidak tahu mengapa tidak atau mungkin belum ‘tersentuh’ new decals…hehehehe.
Maturnuwun
Sumber : bajajauto.com
Like this:
4 bloggers like this post.
Ane gak tahu namanya ini fitur apa di pulsar tetapi sangat safety banget. Kejadian ini bermula di lampu merah kemarin (3/2) di perempatan arah Menur Surabaya ketika itu ane menetralkan gigi Milestone biar gak pegel nunggu lampu hijau. Tanpa sadar kaki ane nginjak perseneling gigi 1. Sontak ane kaget, mesin juga ‘kaget’ tapi motor gak sampai meloncat dan langsung otomatis mati. Alhamdulillah motor dan sepeda pancal didepan ane tidak jadi korban ketidaksadaran ane. Shock ::
. Ane tidak membayangkan manakala Puslar 180 UG IV ini tak terkontrol yakni meloncat, menerabas, melibas apapun didepannya waktu itu. Bisa-bisa akan memakan korban dan gak jadi berangkat kerja..hiks…hiks (lebay : mode on)
Biasanya fitur sensor ini ane ketahui ketika motor mau dipake namun kondisi gigi masuk, maka secara otomatis pulsar tidak dapat dinyalakan/distarter. Awalnya agak bingung dan panik, namun setelah gigi dinetralkan maka bisa distarter kembali seperti sediakala. Atau solusi lain bisa dengan cara di pegang persenelingnya sampil menyalakan starter. Ane rasa fitur ini sangat berguna banget untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Yang jelas fitur sensor perseneling ini sangat safety banget. Salut dah buat pabrikan Bajaj ini yang saat ini lagi ramainya brojolin Pulsar 200 NS (Naked Sport)
Ane tidak paham apakah fitur ini ada pada motor-motor batangan yang lain. Jujur kawan, soalnya ini merupakan pengalaman pertamax pakai motor laki jadi tidak tahu kondisi motor lain. Monggo kawan yang punya motor batangan atau semprot untuk share dimari pengalamannya… maturnuwun
Keep safety riding and safety gear dan Ojo nglamun di jalan..hehehe ….
Like this:
5 bloggers like this post.
Komeng-ntar