Archive

Archive for the ‘Jalan-Jalan’ Category

(plan) Perjalanan ke Seberang Timur

April 17, 2012 17 comments

Sebuah rencana yang bagi sebagian orang mungkin biasa saja apalagi bagi kawan-kawan yang gemar turing jarak jauh.  Jujur ane sendiri belum pernah solo riding dalam jarak yang sangat jauh apalagi lintas pulau (kecuali pulau Madura lho ya…hehehe).  Maka untuk mencoba ‘keberanian’ nubi ini serta mengobati rasa ingin tahu spring asser maka nubi bertekad untuk pergi ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rencana ngukuri dalan ini akan dilakukan pada liburan panjang bulan Mei 2012 (semoga hari itu tidak ada agenda lembur kantor…hiks..hiks).

Ane sendiri belum tahu dan belum pernah sebelumnya ke Pulau yang terkenal dengan Komodonya (SALAH, P. Komodo adanya di NTT koreksi mas haryo) itu. Ini merupakan rencana pertamax dengan jarak yang cukup jauh sekitar 593 km (menurut mbah google lho.). Tentu perjalanan ini perlu disiapkan segala sesuatunya sejak sekarang kawan.

Sebelumnya ‘merayu’ dahulu ibu negara untuk mendapatkan restu dan do’a. Awalnya diperbolehkan karena sebelumnya memang sering ‘keluyuran’ bersama teman-teman GPC. Namun ketika ane bilang  rencananya sendiri. Baru kaget dan mulai berfikir ulang, “kalau bisa jangan sendirian kang…”pintanya dengan memelas…xixixi. Ane mencoba untuk meyakinkan, insyaAllah tidak ada apa-apa yang penting direstui dengan do’a saja. Selanjutnya, ngomong sama orang tua di kampung untuk juga mohon do’anya.

Selain kesiapan mental, tentu urusan fisik dan motor juga mesti disiapkan. Mulai sekarang belajar olah raga ringan agar badan tetap bugar. Mulai menabung meskipun telat agar rencana perjalanan ke seberang timur dapat berjalan sesuai rencana. Jujur ane masih bingung apa saja yang mesti disiapkan. Mungkin suhu-suhu yang sudah pernah kesana sebelumnya bisa berbagi ilmu dan petuahnya.  Jalan mana yang harus dilalui, spot menarik, penginapan terjangkau atau wisata kuliner.

Terima kasih atas sharing dan bimbingannya, semoga rencana Perjalanan ke Seberang Timur ini berjalan sukses dan lancar baik berangkat maupun pulang. Amin.

 NB : lagi banyak baca-baca RR ke Bali dan Lombok :-D

Nyu-Tek di sekitaran Bromo

April 10, 2012 16 comments

 

Ada pemandangan yang menarik perhatian ane terkait motor tunggangan orang-orang di sekitaran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Hal ini ane amati ketika beberapa waktu lalu dolanan ke gunung yang menjadi salah satu ikon jawa timur ini (postingan disini). Memang sih banyak tunggangannya yang lalu lalang namun yang mayoritas adalah motor batangan GL Pro. Ini yang mengusik perhatian ane.

Biasanya kalau motor digunung akan banyak kita temui yang dimodif seperti trail. Baik yang berbasiskan mesin motor laki maupun  motor bebek. Namun yang ane dapatkan ketika di sekitaran Wonokitri justru banyak yang memakai motor Honda GL Pro lansiran tahun 90 an ini. Tapi jangan tanya nama GL-Pro karena disana justru terkenal dengan sebutan “Nyu-Tek”.

Kok bisa ? tidak tahu sejarahnya gimana yang jelas “Nyu-Tek” juga merupakan tawaran teknologi “Neo-Tech” dari Honda GL Pro waktu itu.  Ane sempat nanya salah satu warga yang kebetulan ada disitu bertanya terkait mengapa banyak memilih motor batangan “Nyu-Tek”. “Tenaganya kuat buat naik turun gunung mas, buat kerja ngangkut beban juga kuat “ ujarnya. Wow…berarti ketangguhan GL-Pro Neo Tech sudah teruji dan terbukti disini.

Mengutip dari internet berikut spesifikasi Honda GL Pro Neo Tech :

Curb weight: 114 kg
Overall: length x width x height 2.034 x 754 x 1.062 mm
Wheel base: 1.281 mm
Seat height: 772 mm
Min-ground clearance: 149 mm
Fuel tank capacity: 8.0l
Chassis: Diamond steel
Front Tires: 2,75 – 18 – 42P
Rear Tires: 3,00 – 18 – 47P
Front Brakes: Disc Brake with double piston
Rear Brakes: Drum
Clutch: Manual, Wet Type, & Double Clutch
Battery: 12V – 4Ah
Spark Plug: ND X 24 EP-U9 / NGK DP8EA-9
Ignition: CDI-DC, Battery
Cam Chain: Silent chain
Fuel Consuming: 51,4 km/liter speed 50 km/hour (standard gasoline)
Engine oil capacity: 0.9 litre when dismantling machine; 0.7 litre when changing lubricant
Front suspension : Telescopic
Rear suspension: Swing arm with Double Shock Absorber
Engine type: 4-Stroke, OHC, Air Cooled
Displacement: 156,7 cm3
Bore stroke: 63,5 x 49,5 mm
Compression ratio: 9.0 : 1
Max. output / rpm: 13,8 PS / 8.500 rpm
Max. torque / rpm : 1,3 kgf.m / 6.500 rpm
Gear box: 1-N-2-3-4-5, 5 Speed
Starting system: Kick starter

Saya pikir dengan kubikasi 160 cc tentu tidak ada yang diragukan lagi dengan kemampuannya. Bahkan mungkin berani diadu dengan ‘cucu’ nya sekalipun Honda NMP yang selisih 10 cc….cmiiw. xixixixi :-P .  Ane sendiri dahulu sempat mencoba motor ini tetapi sudah lupa ‘rasa’nya. Monggo bagi kawan yang pernah memiliki atau menunggani Honda GL Pro “nyu-tek” yang sudah lebih dasa warsa ini silahkan dishare dimari….

NB : ane sendiri kadang masih bingung bedakan GL max dan GL Pro….hehehe :mrgreen:

Maturnuwun

Ketemu Moge, ZX6R, Husqvarna, BMW, GS dan KTM

April 5, 2012 22 comments

Seperti yang ane sampaikan dalam posting sebelumnya bahwa ketika ane ngukuri dalan ke Bromo (postingan disini) ketemu dengan moge, BMW, Husqvarna, GS dan KTM.  Mungkin berhubung long weekend  hari  itu Bromo sangat ramai dengan banyaknya klub atau komunitas apapun terutama motor untuk gathering dan adventuring.  Hari pertama pas berangkat sudah banyak berpapasan dengan Moge-moge disekitaran Pasuruan-Probolinggo. Selanjutnya disana juga ketemu komunitas Kawasaki Ninja N250R yang sedang gathering.

Dari sekian ketemu klub motor tentu yang menyita perhatian lebih adalah ketika ketemu dengan rombongan ‘motor turing sejati’ seperti BMW dan KTM. Maklum wong ndeso bin katrok selama ini tahunya motor-motor jenis itu ya dari gambar internet sama video-video long way Round atau Long way down. Hampir semua kawan-kawan yang melihat  tersepona dan takjub. Dan tidak sedikit juga yang bergumam,”jangkrik…kapan yo iso duwe (kapan ya bias memiliki)”….xixixixi :-D . :mrgreen:

Keesokan harinya ketika sarapan juga ketemu dengan juga dengan motor Kawasaki Ninja ZX6R (kalau gak salah, maklum gak paham jenis motor). Tanpa babibu dengan beberapa kawan ikutan narsis bin mejeng dengan motor yang jarang dijalanan ini.  Kalau mungkin terkait motor ninja 250R meskipun jarang juga tetapi sudah sering lihatlah di jalanan. Tapi kalau motor 600 cc ini seperti baru kali ini ketemu …hehehe (map yah bagi si empunya kemarin gak ijin dulu)

Ketika kami sesi foto hendak pulang lewat penanjakan mata kami tertuju kembali dengan rombongan BMW dan KTM yang mau mengawali aktivitas adventure-nya. Ternyata rombongan ini ramah-ramah hal ini terbukti dengan jempolan atau tatapan bersahabat para rider motor CC besar ini.  Dan teryata sepertinya kami berjodoh kembali, yakni ketika antri di pintu penanjakan kami ketemu dan saling jabat erat sebagai sesame biker. Selain itu kami sebagai ‘pengagum’ motor adventure yang kesengsem melihat kenyataan seperti mimpi kali ya…  (lebay mode on).

Kami mendekat dan beramah tamah serta tidak lupa ikutan narsis. Ternyata rombongan BMW dan GS ini sedang ada agenda BROMO ENDURO MOTORCYCLE GATHERING, MOUNT BROMO EAST JAVA 23-25 MARCH 2012. Berarti kawan-kawan motor besar ini telah tiga hari ‘menelanjangi’ Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terutama lautan pasir dan padang savanna tentunya.  Ane sendiri sempat berkenalan dan ternyata ada 2 rider dari Malaysia Cuma yang satu sudah duluan balik ke negaranya. Sedangkan yang ane ajak salaman ini adalah rider dari Malaysia dengan KTM nya.  Beberapa kawan juga berkenalan dengan rombongan yang lain. Ternyata salah satu sweeper merupakan orang asli Gresik yang sudah pindah ke Jakarta…wah tambah akrab saja ini. Oia kawan untuk selanjutnya biar gambar yang berbicara.

Kesempatan ngobrol lebih lama juga terdapat lagi ketika sukses melewati penanjakan. Disinilah kawan-kawan bertanya lebih jauh dengan tunggangan BMW orang dari gresik tadi. Denger-denger beliau usaha jualan nasi pecel saja….Banyak yang nggumun….jual pecel kok sampai bisa nunggang BMW…xixixixi.  Ya kudu kerja keras dan menabung yang banyak agar impian memiliki motor besar ini terwujud..hehehe. Kami pun berpisah untuk menunggu kawan-kawan yang masih dibawah.  Namun ketika kami melewati Wonokitri kamipun bertemu dan tentu tidak lupa toet…toet…toet…

Wah serasa masih dalam mimpi….xixixixi (sekali lagi mohon maap kawan, ane gak paham jenis BMW,  Husqvarna dan KTM apa yang jelas setahu ane motor adventure saja…biarlah gambar yang bercerita…xixixixi) :-P

NB : selama ane mengamati motor-motor besar diatas (BMW,  Husqvarna dan KTM) kok gak ada yang pakai sirine dan strobe yah…..atau police wannabe seperti motor besar punya tetangga sebelah…hehehe :-D

Membelah Lautan Pasir Bromo

March 29, 2012 21 comments

Berbicara Bromo bagi sebagian besar mungkin biker tidak asing lagi. Eksotisme alam dan sensasi sunrise menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Telah banyak tulisan, reportase maupun postingan terkait perjalanan ke gunung yang ada di Jawa Timur ini. Namun begitu ijinkanlah nubi menuliskan pengalaman pertamax membelah lautan pasir Bromo pada kesempatan kali ini. Semoga tidak jenuh  dan bosan-bosan membacanya.

Bersama Gresik Pulsar Community (GPC) pada liburan panjang kemarin 24-25 Maret 2012 ane berkesempatan mencicipi sensasi gunung yang ada ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut ini. Hari sabtu (24/3) sekitar 17 motor pulsar telah berkumpul di bunderan Gresik Kota Baru (GKB) untuk bersiap berangkat.  Setelah diawali dengan do’a dan rute yang disepakati akhirnya rombongan berangkat tancap gas pada pukul 09.03.  Rute berangkat disepakati yakni Cerme-Krian-Mojosari-Ngoro-Gempol-Pasuruan-Probolinggo-Cemorolawang-Bromo.

Oia kawan sekilas informasi, Gunung Bromo ini masuk dalam daftar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Penduduk asli sekitar Bromo merupakan suku tunggu yang mempercayai gunung Bromo (Brahma) sebagai gunung suci. Oleh karena itu diadakan upacara pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa. Read more…

Menggelinding via Cangar, Selorejo, Wlingi, Ngancar, Tulungagung dan Air terjun dholo Kediri.

January 30, 2012 19 comments

Postingan ini merupakan coretan perjalanan dalam turing yang digelar GPC (Gresik Pulsar Community) tanggal 21-22 januari 2012 yang diikuti member dan partisipan dari rider vixion. Rombongan berangkat dari bunderan GKB pada hari Sabtu (21/1) pukul 08.30 yang sebelumnya didahului dengan arahan dan diakhiri dengan do’a bersama agar diberikan keselamatan dalam perjalanan. Rencana turing kali ini yakni Gunung Kelud dan Air Terjun Dholo. Oia didalam rombongan terdapat 22 motor plus boncenger.

Rute yang dilewati seperti biasa yakni Cerme-Legundi-Krian-Mojosari-Pacet-Cangar dan beristirahat di alun-alun Batu. Perjalan via Cangar memang menantang dan mengesankan dengan medan berliku, tikungan dan tanjakan yang cukup tajam. Ini merupakan pengalaman ketiga kalinya bagi ane membelah hutan rakyat ini. Disini pula rombongan sempat istirahat sebentar untuk bernarsis ria.

Perjalanan dilanjutkan ke Batu. Disini rombongan beristirahat untuk sembahyang sekaligus makan siang bakso AREMA diseberang jalan Masjid Agung Kota Batu. Sempat terjadi sedikit trouble dengan tunggangan kaji ikhwan pembina GPC, setelah diutak-atik sebentar akhirnya bisa normal kembali.  Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri lekukan dan tikungan Pujon dan berakhir di deket pintu masuk Bendungan Selorejo. Disini istirahat sebentar sambil melepas jas hujan yang dipakai dari Batu dan tidak lupa foto narsis didepan pintu masuk.

Disini pula ketemu dengan Pakorwil AMBI Jatim, Kang Johny yang akan ke Tulungagung menghadiri ultah POC (Pulsar Owner Club) Surabaya disana. Perjalanan dilanjutkan menyusuri Wlingi dan daerah-daerah lain yang ane tidak ketahui nama wilayahnya. Ketika mau ketemu dengan teman2 POC Kediri sempat mengalami salah jalur dan salah alamat, namun hal itu tidak berlangsung lama hingga ketemu di sekitaran desa Sidodadi, Ngarum-Blitar.

Berhubung waktu sudah mulai sore, maka rombongan GPC diarahkan menuju ke kediaman kang dokter Ari, member POC Kediri. Ada puluhan motor pulsar yang memadati halaman klinik “Lereng Kelud” ini. Klinik ini terletak di dusun Puhrejo, desa Ngancar, kecamatan Ngancar. Ane sendiri muter-muter melihat beberapa pulsar teman-teman POC Kediri yang dimodifikasi dari street fighter hingga full fairing..hehehe :-D

Sehabis maghrib kami langsung dijamu makan malam (acara syukuran) dengan menú lalapan, ayam goreng dan hidangan-hidangan yang lain. “weleh-weleh mak nyus sambel e “ tutur beberapa teman mengomentari rasa mantabz sambel yang membuat kepedasan hampir semua orang yang makan. Maturnuwun pak dokter atas sambutan dan hidangan yang diberikan selama ‘merepotkan’ di klinik panjenengan. Semoga Gusti Allah ingkang wales.

Selanjutnya sehabis isya’ acara dilanjutkan menuju Tulungagung untuk menghadiri milad ke 5 POC Surabaya. Rombongan POC kediri dan GPC menuju lokasi yang jaraknya sekitar 30 an menit ini dari Ngancar. Selanjutnya rombongan terpisah menjadi 2 untuk mengistirahatkan diri yakni ada yang di hotel Nasional (ada pakorwil juga) dan rumah Babe Syaiful member POC Kediri yang ada di Boyolangu, Tulungagung.

Minggu (22/1) pagi sebagian rombongan yang menginap di Hotel Nasional ikut menikmati sarapan pagi di Nasi Dholo. Warung ini merupakan warung yang dulu juga ane pernah mencicipi ketika launching diler Alba Tulungagung. Terima kasih kepada diler Alba dan kawan POC Surabaya atas breakfastnya…hehehe. Setelah sarapan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Air terjun Dholo. Rute yang diambil melalui jalur barat via Mojo, Kediri. Kondisi jalan sepanjang perjalanan sangat bagus dan ketika memasuki area kawasan wisata Besuki kita akan dihadapkan medan yang menantang. Kondisi jalan yang berliku, berkelok, merangkak tajam dan menukik namun pemandangan alam di sekitarnya sangat indah nian. Air terjun Dholo sebenarnya biasa saja namun yang luar biasa adalah lika-liku untuk menjangkaunya. InsyaAllah postingan terpisah untuk mengeskplorasi wisata alam ini (semoga lekas kelar..hehehe…)

Jam 12.25 rombongan turun gunung untuk pulang sedangkan rencana untuk ke Gunung Kelud diurungkan karena kondisi dan situasi rombongan. Jalur pulang melewati Selopanggung dan rombongan beristirahat sebentar di jalan arah Puhsarang. Disini sekalian memperbaiki rem depan motor XCD bro ardi yang kurang pakem. Sekitar jam 14. 15 perjalanan dilanjutkan kembali sedangkan ane ijin untuk ‘nyempal’ menuju rumah kawan semasa kuliah yang ada di sekitaran Ngadiluwih.

Sekitar jam 16.35 ane mohon pamit pada teman yang sekarang jadi dosen di Surabaya dan Kediri ini untuk melanjutkan perjalanan. Berhubung ane tidak tahu dan takut tersesat maka ane mengambil rute jalan besar saja yakni Kediri-Kertosono-Jombang-Mojokerto-Krian-Cerme. Oia tidak lupa mampir pusat oleh-oleh dulu untuk buah tangan anak dan istri di rumah.

Hujan deras mengiringi solo riding ini mulai Kediri hingga sekitaran Kertosono. Berhubung kondisi jalan agak lengang maka ane bisa leluasa untuk geber gas hingga 100 km/jam. Jam menunjukkan pukul 18.17 ane merapat untuk istirahat dan sholat di Masjid sekitaran Trowulan dekat dengan Pom Bensin. Setelah makan bakso dan teh hangat, perjalanan dilanjutkan dengan kondisi lalu lintas yang cukup padat. Alhamdulillah perjalanan lanjutan ini tidak disertai hujan sehingga sekitar jam 20.26 ane sudah sampai di kediaman…hehehe.

Mungkin bagi beberapa orang yang sudah terbiasa maka perjalanan ini biasa saja, namun bagi nubi seperti ane muter-muter selama dua hari ini sungguh tak indah untuk dilupakan begitu saja. Terima kasih untuk sedulur POC kediri terutama pak dokter ari, dokter Krisna dan babe saiful, teruntuk pula brader POC Surabaya atas sambutan tamu ndadakan ini pada milad ke-5 nya, maturnuwun buat sedulur GPC atas group ridingnya serta untuk anak dan istri yang mengijinkan blakrakan dewe diwaktu liburan panjang ini.

Matur tengkyu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers