Archive

Archive for the ‘Androidewe’ Category

Mencoba sensasi HTC Wildfire S

May 13, 2012 9 comments

Sebenarnya sudah hampir 3 minggu ane memakai  HTC Wildfire S ini, namun mohon maap baru punya mood untuk menuliskan review atau experiencenya sekarang.  Loh ganti bro ? Betul. Hape Soner Xperia X10 mini pro ane (posting disini) lagi error karena suatu hal. Setelah itu mencari referensi untuk mencari ‘pengganti sementara’, dan akhirnya labuhan hati mengarah pada merk HTC ini. :-D

HTC ?hape china kah? dual kamera? Begitu beberapa pertanyaan kawan yang melihat hape ini. Maklum merk HTC belum begitu familiar di masyarakat secara umum. Memang dahulu sempat eksis HT Mobile yang nota bene merk china dengan hape-hape murahnya. Dan masyarakat melihat kemiripan antara HT Mobile dengan HTC…..hehehehe. Tetapi mungkin bagi kawan yang pernah ‘bergelut’ dengan PDA tentu tidak asing lagi dengan merk asal Taiwan ini..cmiiw.

Berhubung kantong pas-pasan maka ngambilnya juga barang seken tetapi ane lihat barangnya masih mulus.  Kesan awal melihatnya begitu elegan yang dibalut dengan warna putih dan metalik. Awalnya ane bingung cara buka casing ketika mau memasukkan simcard. Maklum belinya batangan aja jadi gak ada manual booknya :-P . Setelah browsing manualnya ternyata cukup simple cara buka casing nya….wkwkwkwk. Dasar ndeso :-D .

Sekilas spesifikasi Wildfire S ini yakni Android OS, v2.3 (Gingerbread), TFT capacitive touchscreen, 256K colors, 512 MB ROM, 512 MB RAM, Camera 5 MP, 2592 x 1944 pixels, autofocus, LED flash, Geo-tagging, Video dan 600 MHz ARM 11. Kalau mau tahu lebih detail silahkan lihat di gsmarena disini

Langsung saja ane utak-atik untuk mengeksplorasi gadget ini. Pertama lihat tampilan dalamnya mungkin tidak jauh beda dengan ‘mas samsul’ alias hape android sejuta umat :-D karena memang basicnya sama-sama android. Namun yang membedakan dengan yang lain tentu rasa  HTC nya atau HTC Sense hehehe :-P .  User interface sudah menggunakan HTC Sense v3.0 UI jadi tentu lebih menarik dibanding android yang lain. Semua fitur standar android gingerbread ada disini. Mengingat jenis androidnya sudah gingerbread jadi langsung bisa mindah aplikasi dari phone ke memory card.

Dukungan RAM 512 MB dan prosesor 600 Mhz sebenarnya pas-pasan namun cukup mumpuni untuk membuka aplikasi-aplikasi secara bersamaan.  Justru yang ‘bermasalah’ adalah memori internal atau ROM nya. Meskipun di spesifikasi tertulis 512 MB namun itu ternyata belum termasuk aplikasi internal yang telah dibenamkan secara default. Jadi memori yang tersisa antara 100 -150 MB aja. Hiks..hiks :-( . Praktis dengan memori yang terbatas ini tidak bisa leluasa menambah aplikasi. Ane sendiri hanya ‘mampu’ menginstal 6 aplikasi terutama wordpress untuk mendukung hobi ngeblog. Aplikasi diatas tidak ada sama sekali yang GAME karena memang memorinya sudah gak kuat lagi :-( hiks…hiks…

Kamera 5 MP yang dibenamkan saya rasakan benar-benar mantabz dan puas.  Ane mentjoba membandingkan dengan kamera 5 MP soner XMP mini pro  yang sangat jauh sekali kualitasnya.  Dengan kamera yang  dilengkapi dengan autofocus ini kita bisa mengabadikan momen-momen terindah ketika tidak ada camera digital. :-D

Suara yang dikeluarkan gadget ini sangat jernih. Ketika ane mencoba mendengarkan musik terasa renyah dan nyaring suaranya namun ane tidak ketika memakai headset nokia kok suaranya jadi cempreng. Ane tidak paham apakah factor headsetnya atau apanya meskipun sama-sama ukuran 3.5 mm audio jack.  Begitupun pula ketika ane mendengarkan radio (harus pakai headset) kok suaranya terdengar kecil ya meskipun indikator sudah saya geser maksimal. :-( . What happen yah ? padahal dulu ketika memakai XMP 10 tidak ada masalah dengan musik atau radio dengan headset yang sama. Oia untuk memutar file video sepertinya sama dengan XMP 10 dimana suara mendahului gambar alias ada jeda sekian detik. Suaranya sih ok tapi gambarnya telat…hehehehe :-D

Salah satu fitur yang memudahkan kita untuk memindahkan nope atau kontak terdapat disini yakni Transfer. Ane tidak tahu apakah menu ini ada secara default di hape Andorid Gingerbread yang lain. Dengan fitur ini kita bisa memindahkan kontak, sms dan even kalender dengan jaringan Bluetooth. Ane mentjoba fasilitas ini ketika memindahkan kontak dari XMP 10 ke Wildfire S ini.

Dari sisi ketahanan baterai ane menilai cukup memuaskan. Berbeda dengan hape XMP ane sebelumnya yang cukup ‘boros’. Tetapi sekali lagi terkait ketahanan baterai banyak factor yang berpengaruh mulai dari aplikasi, jaringan telepon hingga stile menggunakan gadgetnya :-D .

Demikian kawan review singkat subjektif ane selama sekian minggu memakai gadget ini.  Proyek selanjutnya adalah melakukan root biar bisa menambah memori internal dan menginstall aplikasi lebih banyak. Mungkin ada kawan punya pengalaman serupa bisa dishare dimari :-D

Maturnuwun

Android itu boros baterai !

January 29, 2012 12 comments

Sebenarnya boros dan tidak boros baterai itu relative. Semua tergantung user, gadget dan aplikasi yang tertanam di dalamnya. Namun disini ane akan share pengalaman pribadi setelah 2 bulan memakai android dalam gadget Xperia Mini Pro 10 besutan Sony Ericson. Tentu ane mencoba membandingkan (walaupun mungkin kurang tepat) dengan hape yang pernah ane miliki sebelumnya yakni Samsung Valencia dengan Windows Mobilenya.

Jujur ane membeli XMP ini barang seken. Jadi sudah bisa ditebak bahwa ketahanan baterai sudah mengalami penurunan. Walaupun begitu yang jelas baterai masih kondisi normal alias tidak ngedrop.  Dalam kondisi normal alias hanya untuk sms dan telpon (dan standby) maka baterai XMP ini bisa bertahan sehari-semalam. Namun ketika gadget dibuat online, nge-game dan puter musik dan video maka hanya bertahan sekitar 6 jam saja. Apalagi diperparah ketika di sebuah wilayah yang sinyalnya timbul tenggelam alias tidak stabil.

Ketika dulu memakai Samsung Valencia dengan Windows Mobile (seken juga ) yang katanya terkenal boros. Justru yang ane rasakan tidak seboros yang ane bayangkan dan cenderung hemat baterai. Walaupun dibuat online, nge-game sederhana dan puter music dan video kondisi baterai masih bertahan hingga sehari-semalam.  Kalau ane bandingkan skornya 2 point untuk Samsung Valencia dan 1 point untuk XMP.

Oleh karena itu WARNING, jangan bawa  gadget android jauh-jauh kalau tidak dekat dengan sumber energi alias listrik.  Kalau hape androidnya stand by sich tidak masalah tetapi kalau tangan sudah gatal dengan aplikasi-aplikasi maka bersiaplah low batt. Ane sendiri mengalami hal tersebut ketika perjalanan jauh di daerah sehingga seringkali memakai cadangan hape nokiyem  jadul monokrom agar komunikasi lancar.

Mungkin sudah banyak aplikasi penghemat baterai namun seberapa efektifkah? Monggo yang punya android di share kemari pengalamannya… Atau yang punya BB  (asal jangan Bau Badan) juga boyeh…

NB :  Ane memakai aplikasi juice defender dan 2x battery sajah… dan ada yang aneh XMP ini, klo online pake wifi justru lebih tahan lama dibandingkan online lewat operator (kartu). Ndak tahu kenapa…

Mencoba QR Code…

January 15, 2012 4 comments


QR code adalah sebuah kode matriks atau barcode 2 dimensi yang diciptakan perusahaan Jepang, Denso-Wave tahun 1994. Kata QR, kependekan dari Quick Response, sesuai tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dan mendapatkan respons dengan cepat. Mungkin selama ini yang kita kenal hanya barkode 1 dimensi seperti kode-kode harga di mall atau supermarket.

Kode ini amat populer di Jepang. Banyak perusahaan menggunakannya untuk aktivitas pemasaran dan promosi. Hampir semua jenis ponsel di Jepang dan Korea bisa membaca QR code. Kode ini mulai digunakan di berbagai media Eropa. Bagi pengguna Android mungkin tidak asing dengan aplikasi ini walaupun bingung cara menggunakannya. Nama aplikasi biasanya QR Droid atau NeoReader (di hape XMP 10 ane lho…)

QR code berfungsi sebagai ”jembatan” penghubung secara cepat antara konten offline dan konten online. Kode ini memungkinkan audiens berinteraksi dengan media yang ditempelinya melalui ponsel secara efektif dan efisien. QR code bertindak seolah-olah hyperlink fisik yang dapat menyimpan alamat web (URL), nomor telepon, teks, dan SMS. Selain itu, QR code juga bisa ditempatkan di billboard di pinggir jalan sehingga sambil lewat, orang bisa memindainya. QR code juga bisa ditempelkan di bus, kereta api, kartu nama, bahkan di topi atau t-shirt.

Audiens disini mengandung arti interaktif, dialog langsung, antara wartawan atau editor sebagai penyaji berita dan pembacanya.

Pelopor QR code di koran di Indonesia adalah Harian Kompas. Oleh karena itu ketika dalam perjalanan Jakarta-Surabaya yang delay itu, ane iseng-iseng mencoba aplikasi NeoReader ini ketika membaca Kompas. Sebenarnya berawal dari rasa penasaran seperti apa isi dari code ini.

Cara menggunakan aplikasi ini cukup mudah yakni :

  1. Bukalah aplikasi NeoReader atau QR Droid
  2. Sorot kode QR Code (biasanya berbentuk kotak persegi empat)
  3. Pilih click atau sorot dengan kamera aplikasi
  4. Ketika sorotan tepat dan jelas maka akan muncul kode informasi
  5. Kalau mau lebih jauh tinggal klik informasi tadi sehingga anda akan terhubung pada informasi website dari QR Code  (syaratnya harus ada koneksi internet).

Penggunaan aplikasi juga mampu membaca QR code yang ada di layar kaca. Ane sering kali iseng ketika browsing di internet ada QR code. Maka ane akan membuka dan menempelkan aplikasi ini dan ting….muncullah informasi dari kode tadi..

Setahu ane kalau Neoreader hanya mampu membaca saja namun lebih lengkap QR Droid dimana kita bisa mengcreate dan mengirimkan ‘pesan rahasia’ ke teman atau kenalan kita. Syaratnya teman kita juga harus mempunyai aplikasi serupa untuk membuka QR Code yang kita kirimkan tadi. Tertarik mencoba?

Referensi :

http://tekno.kompas.com/read/2009/06/15/0850503/QR.Code.Kompas.Perkaya.Konten.bagi.Pembaca

Berburu hantu dengan Ghost Radar

December 25, 2011 6 comments

Ini merupakan salah satu aplikasi android yang menurut ane layak untuk dicoba.  Ane kurang tahu aplikasi ghost radar ini bersifat iseng buat lucu lucuan saja atau memang benar serius. Jujur ane belum pernah mendengar ada ponsel bisa ‘mengendus’ keberadaan hantu/makhlus halus kan bisa-bisa paranormal a.k.a mbah dukun gulung tikar :-D . Bisa jadi sang pembuat aplikasi ini terinspirasi oleh film Ghost Busters yang mempunyai alat pendeteksi hantu…. Namun tidak ada salahnya mencoba untuk mengetahui sejauh mana efek dari detector hantu ini.

Ghost Radar, demikian nama aplikasi tersebut, terbilang banyak didownload oleh pengguna ponsel berbasis sistem operasi Android di Tanah Air. Aplikasi ini mampu mengisolasi pembacaan elektromagnetik yang tidak biasa dan menafsirkannya. Dengan decoding pembacaan elektromagnetik sebagai ASCII atau Unicode Ghost Radar dapat menunjukkan kata-kata yang tersembunyi dalam pembacaan elektromagnetik di sekitar Anda. Gost Radar ini juga dapat menunjukkan anomali elektromagnetik terdekat dengan menggunakan sensor sampling kecepatan tinggi.

Sumber :  www. blog.arsega.com

Hantu yang  di deteksi menjadi 4 bagian (indikator menyala) :

- Merah : terdeteksi kuat energinya (Strenght power)

- kuning : terdeteksi cukup kuat (medium power)

- hijau : terdeteksi lemah energinya (low power)

- biru : entah hantu atau bukan (maybe ghost maybe not)

Posisi yang tampil bukanlah posisi yg sebenarnya, karena aplikasi ini hanya bisa mendeteksi perkiraan jarak, posisi yang ditampilkan merupakan posisi acak sesuai jarak yg didapatkan

Sumber : http://ibnux.net

Ane mencoba menggunakan  radar hantu ini di kost ane di Surabaya. Terlihat beberapa kamar yang ane singgahi memunculkan sinar yang berbeda. Mulai dari gak ada deteksi sama sekali, muncul kuning, biru  hingga muncul warna merah langsung tiga sekaligus. Silahkan ditafsir sendiri…hehehe. Ane sih senang-senang aja sebagai hiburan :-D

Tertarik untuk mentjoba ?

Cara memakai Link2SD

December 18, 2011 17 comments

Sebagaimana ane sampaikan dalam posting beberapa waktu lalu, bahwa ane dipaksa ‘ngeroot’ untuk memakai aplikasi ini. Yap…aplikasi ini butuh ‘superuser’ untuk memindahkan aplikasi dari memory internal ke micro sd.  Aplikasi ini adalah salah satu aplikasi alternative selain app2sd.

Salah satu alasan memakai Link2SD ini adalah menambah ruang internal memori XMP yang kecil. Sebelumnya ane telah membeli micro SD sebesar 8 GB (angka sebenarnya 7,4 GB saja) dan dipartisi menjadi 2 yakni 1 GB dan 6,4 GB.  Ruang 1 GB itulah yang akan kita siapkan untuk ‘memindahkan’ aplikasi agar tidak membebani memori internal.

Tatacara partisi dan penggunaaan link2sd :

  1. Partisi micro SD dengan Partition Wizard Home Edition (cari versi terbaru aja)
  2. Partisi I yang 1 GB  di create as  primary dengan files system FAT32 ( tutorial lain ada yang EXT)
  3. Partisi I yang 6,4 GB  di create as  primary dengan files system FAT32
  4. Donload aplikasi link2sd di android market (cari yang kompatibel)
  5. Setelah dipartisi dan aplikasi sudah dijalankan maka sekarang tinggal memindahkan aplikasi ke micro SD

Caranya :

  • Buka aplikasi link2sd
  • Cari aplikasi yang akan dipindah dan klik
  • Cari create link lalu klik
  • Yap….sudah pindah rumah dech.

atau kalau mau lebih detail dan lengkap silahkan klik longue XMP di kaskus disini

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 63 other followers