Megamendung I : Dinginnya pelukan kaki Gunung Gede, Bogor.
Postingan ini merupakan catatan bagi KHS yang mengikuti Diklat Penyidik PNS penegak Peraturan Daerah di PusDik Reskrim POLRI. Diklat ini dilaksanakan selama 45 hari terhitung mulai tanggal 14 Mei 2013 berakhir hingga tanggal 27 Juni 2013. KHS bersama rombongan Surabaya datang kesini secara bersama-sama naik Kereta Api turun di Stasiun Gambir Jakarta dan dilanjutkan ke lokasi naik bus Big Bird (postingan kemarin). Malam itu KHS bersama rombongan langsung dipeluk hawa dingin kaki Gunung Gede yang merasuk hingga tulang…xixixi (sok lebay).
Desa Megamendung, Kecamatan Cipayung, Kabupaten Bogor dimana Pusat Pendidikan Reserse Kriminal berada merupakan dataran tinggi atau semacam perbukitan seperti di Batu, Malang. Pusdik Reskrim bisa ditempuh dengan ojek maupun odong-odong (mobil carry yang dijadikan angkutan) dari jalur utama jalan Cisarua-Puncak kurang lebih sekitar 3 km. Disekitaran Megamendung ini banyak sekali vila-vila baik milik pribadi maupun perusahaan atau lembaga pemerintahan.
Hari pertamax (13/5) disini KHS harus menyesuaikan diri dengan dinginnya keadaan baik siang maupun malam. Awalnya tidak berani mandi namun demi kebersihan badan maka ane paksakan juga untuk mandi. Berrrrrrrrrrr……duingin puol meskipun awalnya menggigil tetapi hari-hari selanjutnya badan sudah bisa menyesuaikan. Berhubung ini pendidikan maka kedisiplinan sangat ditekankan baik dari sisi waktu maupun penampilan dan kebersihan tempat tinggal.
Hari kedua (14/5) terdapat seremoni upacara pembukaan diklat. Ternyata terdapat banyak instansi dan daerah lain yang mengikuti diklat PPNS ini selain dari kepolisian sendiri. Seinget KHS terdapat daerah-daerah lain di Indonesia dibawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri, Bea Cukai dibawah Kementerian Keuangan dan Badan Perdagangan Berjangka Komoditi dibawah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Setelah itu terdapat Jam Pimpinan yang diberikan langsung oleh Kepala Pusdik Reskrim Polri yakni Kombes Pol Drs. Budi Susilo,MH untuk memberikan wawasan terkait penyidik PNS. Sore harinya dilanjut dengan tes kesehatan baik tekanan darah maupun tes urine di klinik di lingkungan pusdik sendiri.
Hari ketiga (15/15) diberikan materi Perdupsis (peraturan kehidupan siswa) semacam pengetahuan dan tata tertib berkehidupan di lingkungan lembaga pendidikan bagi siswa. Selanjutnya tes pengetahuan awal dan materi pola pengajaran yang menjelaskan apa yang dikuliahkan selama 45 hari tersebut. Mata pelajaran yang akan disampaikan selama diklat 300 Jam Pelajaran (JP) ini meliputi :
- Pengantar (Jam Pimpinan, Perdupsis, Pola Kurikulum, Tes Kesehatan, Tes Pengetahuan Awal, Pengenalan Lingkungan)
- Dasar Umum (Bela diri)
- Utama (Hukum dan Perundang-undangan, Teknik dan taktik penyidikan, UU dan Peraturan terkait yang menjadi dasar hukum ppns perda dan Tindak pidana ringan)
- Pelengkap (Kode Etik, Kriminalistik, Orientasi Kegiatan CJS)
- Pembulatan (Latihan Aplikasi, Ceramah)
- Lain-lain (upacara)
Sedangkan jadwal kegiatan rutin siswa setiap hari kerja (Senin-Jum’at ) sebagai berikut kangmas dan mbakyu :
|
No |
Kegiatan |
Pukul |
| 1 | Bangun pagi | 04.30 |
| 2 | Olah raga pagi | 05.00 |
| 3 | Makan pagi / sarapan | 06.30 |
| 4 | Apel pagi | 07.00 – 07.50 |
| 5 | Belajar di kelas | 08.00 – 12.50 |
| 6 | Istirahat (makan siang) | 13.00 – 13.45 |
| 7 | Belajar di kelas | 14.00 – 17.10 |
| 8 | Makan malam | 18.30 |
| 9 | Apel malam | 21.00 |
Namun ada hari tertentu dengan jadwal tertentu misalnya setiap hari rabu terdapat Upacara kesenatan, hari Kamis jadwalnya penilaian kerapian dan kebersihan asrama sedangkan hari Jum’at terdapat pemeriksaan kerapian penampilan baik rambut maupun kumisnya..hehehe. Untuk menghindari kebosanan dengan rutinitas harian maka ada Ijin Pesiar setiap hari Rabu antara jam 16.00 – 21.45 WIB. Sedangkan Sabtu-Minggu terdapat Ijin Bermalam di Luar (IBL) yang dimulai jum’at sore hingga minggu malam yang harus masuk asrama paling telat jam 21.45 WIB karena jam 22.00 WIB tepat terdapat Apel malam.
Sebelumnya bayangan ane dalam pendidikan ini akan banyak kegiatan fisik layaknya kemiliteran namun yang KHS rasakan ternyata tidak ada. Hanya ada praktik baris berbaris baik berangkat maupun pulang kuliah sebagaimana dulu ketika diklat prajab CPNS. Sedangkan olah raga pun tidak ada lari-lari yang ada hanya jalan kaki biasa disekitar komplek Megamendung yang naik turun ini. Memang kawan menurut Pembina disini sejak tahun 2009 kegiatan kemiliteran atau fisik ditiadakan karena memang sudah tidak jamannya bagi diklat PPNS.
Demikian kawan gambaran sekilas rutinitas diklat PPNS ini. Mohon maap tidak semua komeng yang masuk bisa KHS jawab secara langsung maupun satu persatu karena terkendala fisik yang lelah dan jaringan internet yang setingkat dewa siput alias luemottz bangets…hehehe. Mohon do’anya nawak-nawak semua semoga KHS bisa bertahan dan sukses dalam kawah candradimuka 45 hari ini…hehehe.
Maturnuwun.
Sms penipuan properti lagi
Dahulu khs sempat memposting adanya sms-sms penipuan yang bernada jual beli properti baik tanah atau rumah. Ujung-ujungnya kita diminta menelepon nomor yang bersangkutan dan entah bagaimana kita-kita menjadi korban penipuan.
Nah minggu kemarin khs mendapatkan sms serupa tetapi objeknya berganti menjadi rumah kontrakan. Awalnya khs terhenyak dan hampir percaya. Maklum sebentar lagi dalam hitungan bulan kontrakan khs di surabaya hampir habis masa kontraknya tetapi ane langsung berpikir rasional. Masak si empu rumah lokasinya deket kontrakan kok pake sms segala. Dan dahulupun kalau niat memperpanjang tinggal ngomong baik- baik saja.
Nah masbrow tolong hati-hati terutama kontraktor rumah heheheh. Jangan sampai ketipu dengan sms-sms yang senada diatas.
Maturnuwun
#sent from andromax i nebeng jaringan wifi om donodomo prides
10 jam bersama Argo Bromo Anggrek Pagi (Sby-Jkt)
Sekedar coretan pengalaman naik Kereta Api Eksekutif Argo Bromo Anggrek Pagi jurusan Surabaya [Pasar Turi]-Jakarta [Gambir]. Hari senin (13/5) KHS bersama kawan-kawan SKPD Kota Surabaya berangkat menuju Bogor dalam rangka Diklat Penyidik PNS (postingan disini). Nah rute yang diperbolehkan yakni Surabaya-Jakarta via Kereta Api dan Jakarta-Bogor naik bus Big Bird. Senin pagi itu jam 07.00 KHS sudah standby di stasiun pasar turi Kota Surabaya. Oia bagi KHS ini merupakan pengalaman pertamax naik kereta eksekutif maklum selama ini seringnya nebeng kereta Kertajaya kelas ekonomi atau sesesekali mencoba kelas bisnis kalau ke Jekardah…hehehe.
Jadwal kereta Argo Bromo Anggrek Pagi ini sebenarnya jam 08.15 namun sebelumnya ada pembekalan terlebih dahulu dari panitia BKD Kota Surabaya. Tepat pukul 08.15 kereta api beringsut meninggalkan culoboyo yang bergerak cepat menuju ke barat. Untuk jadwal pagi Argo Bromo Anggrek hanya 3 stasiun besar yang disinggahi yakni Semarang Tawang, Cirebon, Jatinegara dan terakhir Gambir, Jakarta. Meskipun begitu kecepatan kereta menurut KHS biasa saja karena kadang-kadang ditengah jalan tarikannya agak tersendat-sendat seperti remnya terinjak.
Fasilitas di kereta eksekutif ini tentu sangat berbeda dengan kelas bisnis apalagi kelas ekonomi. Dari sisi ketersediaan toilet dengan airnya sangat terjamin meskipun kadang kebersihannya kurang diperhatikan. Fasilitas lain ada tempat duduk yang bisa diputar 180 derajat, tv kereta api (gak ada suaranya seperti bisu meskipun film2nya bagus dan video music) serta ketersediaan tempat meja makan yang terselip disamping tempat duduk. Selain itu juga tersedia colokan listrik didekat masing-masing tempat duduk sehingga penumpang tidak berebutan untuk ngecharge gadget mereka.
Berhubung perjalanan cukup lama dan membosankan maka KHS seringkali jenuh dan tertidur diperjalanan. Keuntungan naik kereta api pada siang hari tentu kita bisa melihat beragama pemandangan di sekitar rel kereta api. Kita bisa melihat persawahan dengan tanaman padi yang menghijau, rumah-rumah khas pedesaan yang membawa kedamaian, melihat rindangnya hutan-hutan tropis serta bisa melihat sekilas Laut Jawa saat melalui Semarang. Maklum kenangan dahulu ketika masih wira-wiri Jakarta-Surabaya KHS selalu naik kereta sore atau malam sehingga pemandangan sekitar hanya gelap gulita kelamnya malam. Dan tahu-tahu pagi hari sudah sampai Jakarta ataupun Surabaya…hehehe. Mengamati pemandangan-pemandangan tersebut tentu membawa kepuasan batin tersendiri.
Berhubung ini kereta eksekutif maka jangan berharap ada pedagang asongan yang berani masuk menjajakan jualannya. Hal ini tentu berbeda dengan kelas bisnis dan ekonomi yang masih terdapat kelonggaran meskipun kadang masih harus kucing-kucingan dengan petugas keamanan. Jadi kalau kita haus dan lapar maka tinggal memesan kepada pramusaji yang selalu wira-wiri menjajakan baik makanan, minuman maupun oleh-oleh. Untuk masalah harga mamin tadi jangan kaget karena harganya lebih dari 3 kali lipat harga normal di pasaran. Contohnya nasi goring harganya bisa Rp. 35.000 dan teh hangat menjadi Rp.6.000. hehehehehe..
Tak terasa tepat jam 17.58 rombongan sudah sampai di stasiun Gambir Jakarta. Dan perjalanan ke Lemdik Reskrim Megamendung ditempuh dengan beralih naik bus Big Bird yang telah disewa sebelumnya . Perjalanan ke Bogor ini sekitar 3 jam karena memang Jakarta sudah terkenal dengan kemacetannya…hehehe. Dan tepat pukul 22.16 kami sudah sampai di tempat diklat Megamendung dengan disambut dinggin udara pegunungan…hehehe
Maturnuwun
#postingan ini dikirim dari lokasi diklat Pusdik Reskrim Megamendung dengan sinyal yang timbul tenggelam.
Motor ternyata jarang nongol di Rusia.
Ini penuturan kawan KHS yang sudah 1,5 tahun tinggal Moskow tepatnya di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow. Kawan yang akrab ane panggil Gus Ulil ini ketika ane minta untuk menjepretkan motor-motor yang berlalu-lang di Rusia beliau mengungkapkan kalau perbandingan antara pengguna mobil dengan motor yakni 300 mobil : 1 motor. Itupun sangat sulit untuk menemukan motor itu sendiri.
Motor sebenarnya ada tetapi rata-rata Moge alias bukan motor cc kecil seperti layaknya di Indonesia. Nah ketika jalan-jalan liburan di taman sekitaran Moskow ini beliau sempat membidik Moge yang sedang parkir di pinggir jalan. Tepatnya Jalan Ordynka Bolshaya Moskow. Disinyalir banyak yang mengandalkan angkutan umum atau kereta bawah tanah atau metro untuk mobilitas warganya. Kata Gus Ulil dia bisa menjepret moge itu tadi merupakan sesuatu karena memang jarang sekali motor berkeliaran di jalan.
Bahkan Gus Ulil menambahkan bahwa se kantor KBRI yang jumlah pegawainya ratusan yang punya motor cuma 1 orang. Orang rusia itupun memakai motor pespa upluk dan sekarang katanya juga sudah tidak kelihatan lagi…hehehe. Ternyata memang sangat jarang sekali yang memakai motor sepertinya.
Gus Ulil ini merupakan alumnus Sastra Universitas Airlangga yang sekarang menjadi guru di SIM (Sekolah Indonesia Moskow) yang mengajar anak-anak usia SD hingga SMA. Beliau tinggal di apartemen yang jumlahnya 500 kamar dimana ternyata dari seribuan orang penghuni hanya 2 orang saja yang membawa sepeda motor skutik. Anehnya disini skutik dianggap sepeda sehingga tidak perlu semacam plat nopol gitu…hehehe.
Begitulah sekilas kawan kondisi dimana ternyata mocil alias motor cc kecil jarang berkeliaran di negara maju dimana tentu berbeda jauh dengan negara berkembang semacam negara kita. Motor yang ada kebanyakan moge-moge semua semacam Harley, BMW, Yamaha dan Kawasaki begitu inpoh dari Gus Ulil.
Mohon maap kalau postingan ini kesannya terlalu lugu, polos dan katrok bin ndeso karena mohon dimaklumi KHS belum punya pengalaman ke luar negeri…hehehe. Maturnuwun
Kamera Smartfren Andromax i KHS berkabut atau berasap…
Entah apa sebabnya hingga kamera Smartfren Adromax-i punya KHS ini hasil jepretan maupun direct view seperti berkabut/berasap. Ane gak paham istilahnya di dunia fotografi apakah ini gejala ngefog atau berjamur atau berembun yang jelas hasil jepretan tidak setajam sebelumnya. Mau konsultasi atau tanya-tanyajuga bingung kemana karena bagi KHS ini pengalaman pertamax kamera hape mengalami kabut begini.
Ane lupa kronologisnya tetapi kalau gak salah ini hape ane taruh saku celana depan. Waktu itu lagi naik Milestone dan kondisi langit culoboyo sangat panas menyengat. Kondisi gadget saat itu ane lepas softcasenya karena biar pas di saku. Setelah itu ane pake buwat jepret kok hasil seperti blur gitu atau berkabut dan tidak focus sama sekali. “ mungkin saku celana dalam kondisi lembab sehingga berpengaruh ke jeroan kamera kang “ ujar mbah wir (www.nyobamoto.com ) ketika ane minta penjelasan saat launching Yamaha X-Ride di Surabaya beberapa waktu lalu.
Awalnya KHS menduga lensa kamera luarnya yang kotor sehingga ane mencoba membersihkan dengan tisu khusus lensa. Tetapi ternyata ane lihat hasil jepretan setelahnya tidak ada perubahan sama sekali alias sama dengan sebelumnya …hiks..hiks..ternyata dalemannya kamera yang bermasalah.
Berhubung kang fauzi (www.fncounter.wordpress.com) juga menggenggam andromax i maka ane meminta untuk disejajarkan atau membandingkan ternyata memang beda jauh hasil view-nya. Punya kang fauzi masih terlihat bening, focus dan jernih. Sedangkan punya KHS terlihat agak nge-blur dan berkabut atau berasap. Awalnya kedua gadget ini di Restore Default alias kembali ke settingan awal namun ternyata hasilnya tetap sama masbrow dan mbak sis. Dan sungguh terlihat jelas bahwa smartfren andromax-i punya KHS kameranya bermasalah sebagaimana diatas.
Atau gambar-gambar lain ketika ane masih meminang nih gadget andromax i (postingandisini)
Mungkin kawan-kawan punya pengalaman serupa kamera hape yang berkabut bisa dishare dimari.
Maturnuwun.


































![Pulsar Rider Society [PRIDES]](http://setia1heri.files.wordpress.com/2010/12/404.png?w=274&h=113)









Komengtar Anyar..