Memasang Blind Spot Mirror
Mungkin keberadaan spion kita tidak bisa mengkover semua apa yang ada dibelakang kita. Bisa jadi kita tiba-tiba dikejutkan alay yang mau mendahului tanpa member sign dulu. Atau kita mau bergeser minggir namun ternyata hampir saja kita mau bersinggungan dengan pengendara lain itu. Itulah kawan yang mungkin dinamakan blind spot atau titik buta…cmiiw.
Kemarin sebelum berangkat ke Perjalanan ke Seberang Timur (PST) atau Lombok (postingan disini) ane menyempatkan membeli perlengkapan blind spot mirror atau cermin titik buta ini. Semua didasari untuk menunjang safety riding dan kenyamanan dalam perjalanan apalagi perjalanan jauh. Ane membeli barang ini di ACE Hardware Royal Plaza Surabaya dengan harga sekitar 23 ribu sekian. Membeli blind spot mirror ini kita langsung mendapatkan sepasang yang bisa kita tempel di spion sepeda motor. Oia kawan sebenarnya cermin ini awalnya untuk mobil namun tidak ada salahnya kita pakai di motor kita untuk menunjang keselamatan berkendara.
Cermin ini berdiameter kurang lebih 3 cm dan dibelakang sudah ada stiker 3M sehingga bisa langsung kita pasang. Ane sendiri langsung memasangnya malam sebelum keberangkatan ke Lombok. Awalnya agak ane dan rada bingung karena gak biasa ada benda lain di spion milestone. Maka ane mencoba untuk beradaptasi dengan barang bundar ini.
Objek di blind spot mirror terlihat lebih kecil dan lebih jauh dibandingkan dengan objek aslinya. Oleh karena itu kita harus sering mengkombinasikan dengan spion utama agar kita tidak ‘tertipu’ dengan objek di belakang kita. Sudut pemasangan diharapkan tidak sama dengan spion karena tujuan blind spot error ini untuk mengkover wilayah yang buta atau tak terkover spion. Berapa sudutnya gan ? tergantung kebutuhan masing-masing bro…
.Kalau bisa sudut kemiringan masing masing sisa tidak sama sehingga kita bisa mendapatkan gambaran sempurna di belakang kita.
Selain itu juga perlu diperhatikan ketika objek berada di titik batas antara spion dan cermini ini. Objek akan terlihat patah dan kita mesti waspada karena terkadang justru objek dibelakang kita tidak terlihat jelas sama sekali. Penginnya mendahului tapi ternyata dibelakang kita ada pengendara lain yang mau mendahului. Wah bisa bisa crash jadinya…hehehehe
. keep aware bro ….
Ane sendiri saat ini cukup menikmati dengan adanya cermin ini. Kalau ada sruntuler atau alay yang tiba-tiba nongol sudah bisa diantisipasi. Lebih baik minggir saja daripada terjadi balapan liar di jalanan. Tertarik mentjoba ? :-D
Catatan Perjalanan ke Seberang Timur bagian 2 : Indahnya sunset di Malimbu II
Hari kedua atau hari Jum’at (18/5) kawan ane menghirup udara pagi di Pulau Lombok. Setelah sehari sebelumnya menikmati perjalanan (postingan disini) maka pagi ini ane menyusun rencana terkait destinasi wisata di sekitaran Lombok. Jujur kawan sebagaimana postingan ane ketika berangkat bahwa sudah sampai Lombok dengan selamat sentausa adalah kebahagiaan tersendiri. Sedangkan destinasi wisata hanyalah bonus belaka…hehehe (postingan disini). Maka pagi itu bersama kang dadang (si empu Mabes KOPLAK) ane menyusun rencana selama seharian yakni memutari Lombok via kaki gunung Rinjani (Sembalon, klo gak salah ingat), berputar hingga ke Malimbu II dan berakhir di Pantai Senggigi.
Jam 09.22 pagi itu ternyata mendung tebal menyelimuti dibeberapa sudut langit Lombok. Dan tidak berapa lama setelah itu hujan deras mengguyur Lombok hingga sore hari. Hari itu sebenarnya juga bertepatan dengan hadirnya RI 1 alias Presiden di Mataram untuk acara kenegaraan. Walhasil planning yang sudah direncakan buyar semua karena memang situasi dan kondisi tidak memungkinkan.
. Kwatirnya entar dipaksakan justru tidak bersahabat dengan kesehatan. Praktis seharian itu ane hanya ngobrol doank dengan kang Dadang dan bro Dio dari HTML (Honda Tiger Mailing List). Hari itu juga dapat kabar kalau bro Annez BBM (Bajaj Biker Malang) bersama rombongan juga ke Lombok. Ternyata mereka bersama rombongan BBM, Pussycat (Pulsar Syndicate), B-COP (Banten Community Pulsar ), BIC, POC (Pulsar Owner Club) Surabaya memang sudah sampai di Padangbay.
Ketika sambil menunggu hujan reda ini ane bisa mencicipi nasi Sekarbele (kalau ndak salah ingat), nasi khas Lombok atau Mataram. Sekilas nasinya seperti gudeg dengan tingkat kepedasan diatas rata-rata. Hot banget. Ane bisa menikmati nasi khas Lombok ini atas kebaikan bro Dadang dan keluarganya…hehehe. Maturnuwun bro. Ketika sholat jum’at pun ane masih dalam guyuran hujan yang cukup deras. Beberapa ruas jalan perumahan BTN itu terdapat genangan air lumpur. Ngobrol pun dilanjut habis jum’at sembari menunggu kapan hujan akan segera mereda.

Jam 16.12 hujan sudah mereda dan langit terang sekali. Maka tidak ingin kehilangan moment sunset di sekitaran malimbu II maka maka bersama kang Dio HTML langsung cabut duluan berdua. Jalanan cukup padat dan ramai namun dengan kawalan dan voreijder dari kang Dio maka lancar-lancar saja hingga ke Malimbu II. Beberapa tikungan mengingatkan daku ketika menanjak ke air terjun dholo Kediri (postingan disini). Cuman bedanya kalau di Malimbu seberang kiri jurang air laut sedangkan di Kediri jurang pegunungan…hehehee.
Sesampai di tikungan Malimbu II (daerah Pamenangan) ternyata kondisi lumayan ramai. Banyak mobil pribadi dan motor yang ingin menyaksikan sunset di tikungan ini. Disini pula ane bertemu dengan serombongan biker dari Surabaya. Tidak tahu dari klub mana yang jelas mereka suka jalan-jalan. Mereka tercengang kalau ane bilang sendirian ke Lombok dari Gresik…xixixi.
Di Malimbu II ini terlihat 3 pulau atau gili-gili yang terkenal itu diantaranya Gili Trawangan. Sebenarnya sangat indah nian ke tempat ini , disana kita bisa diving dan melihat indahnya biota bawah laut. Namun untuk kesini dibutuhkan minimal waktu sehari-semalam karena harus naik kapal lagi. Moment sunset tidak kami sia-siakan bersama kang Dio yang setia menemani ane hingga diajak ke bawah lebih dekat dengan pantai.
Jam menunjukkan pukul 17.20 kami segera turun untuk kembali ke Mataram. Ternyata rombongan teman-teman BBM, Pussycat, B-COP, POC Surabaya sudah sampaik di mataram tepatnya di Lombok Garden. Maka kami bersama kang dio langsung menggeber gaz ke arah hotel yang cukup berbintang di Lombok ini. Disana sudah terdapat kawan-kawan BBM bersama rombongan lagi check in kamar. Suasana akrab, guyub dan penuh canda tawa menemani pertemuan sore itu disekitaran hotel.
Jam 21.30 kami kembali Lombok Garden untuk mengikuti pertemuan dengan Kapten Peter Adiputra dengan beberapa klub pulsar Lombok seperti Bajaj Lombok Community (BLOC), PLUSER (Pulsar Lombok Unity Spirit) aka Pulsarian Lombok dan Tim KOPLAK Ghosbhuster. Pertemuan berlangsung dilobby hotel yang turut hadir pula kawan-kawan BBM, B-COP, Pussycat, POC-Surabaya. Sungguh indan nian melihat keakraban ketiga klub lokal pulsar. Mantabz.. Sebelum acara usai ane menyempatkan foto bareng dengan bro jerry dan bro surya dari KOPLAK karena besoknya ane langsung cabut dari Lombok. Tengkyu bro…
Sekitar jam 11.01 bersama bro Galang ane ijin untuk pisah rombongan karena ingin mencari spot foto malam. Ane tidak bisa leluasa mencari spot foto di sekitaran gubernuran karena penjagaan malam itu ketat akibat di lokasi terdapat RI 1 yang sedang pertemuan. Berkat bantuan bro Galang maka ane menyusuri beberapa titik yakni Jalan Udayana (tempat kopdaran all biker di Lombok), terus bergeser ke kantor walikota Mataram. Berhubung malam semakin larut dan besoknya juga bro Galang masuk kerja maka ane menyudahi hunting foto malam itu. Tengkyu bro atas bantuannya keliling kota Mataram di malam hari.
“Meskipun di Lombok tidak kemana-mana, tapi saya sangat berbahagia karena menambah saudara. Seperti dalam posting awal bahwa Lombok adalah tujuan utama, destinasi wisata adalah bonus belaka”..
(apologize)
(mitos) Isi bensin lebih baik pagi hari?
Mengisi bensin adalah sesuatu hal yang mudah dilakukan, tinggal putar tutup tangki dan isi bensin. Tetapi di balik itu, ada proses rumit dan kompleks. Di masyarakat pun beredar mitos mengisi bensin di pagi hari lebih bagus untuk kendaraan ketimbang mengisi bensin di siang hari, apakah betul begitu?
Memang hal ini terdengar tidak logis, tetapi ada baiknya mengisi bensin di pagi hari. Seperti dilansir autoevolution, hal itu bukanlah mitos belaka.
Soalnya panas akan membuat bensin menguap dan akhirnya membutuhkan lebih banyak ruangan di dalam tangki. Jadi kesimpulannya? Mengisi bensin di saat udara dingin, seperti pagi hari atau malam berarti temperaturnya lebih rendah dan lebih banyak bensin daripada uap bensinnya sendiri.
Mitos yang kedua. Beberapa orang mengatakan lebih baik mengisi tangki bensin penuh daripada mengisi secara rutin bensin dalam beberapa waktu dengan jumla yang sedikit.
Ada dua penjelasan untuk ini, namun hal itu tergantung pada risiko mana yang akan anda pilih. Pertama, makin sedikit bensin di dalam tangki, berarti lebih banyak udara. Hal ini akan membuat mobil lebih boros mengonsumsi BBM karena penguapan dari bensin yang tersedia. Sebagai tambahan, dikatakan kalau mengisi bensin dalam rentang waktu yang pendek akan membuat fuel pump dan saringan gampang rusak.
Ketika kita mengisi tangki bensin di atas saran yang disampaikan pabrikan, itu harus kita hindari, meskipun kita akan melakukan perjalanan jarak jauh. Jika Anda melakukan ini, akan merusakkan sensor di tangki dan juga akan membuat beban mobil bertambah dan akhirnya mengurangi performa mobil.
Selain membuat mobil tambah berat, bahan bakar berlebih juga akan menyebabkan tambahan uap udara yang akan membuat bensin lebih gampang menguap.
Mitos ketiga. Hindari mengisi bensin ketika truk BBM tengah mengisi bensin di SPBU. Mitos ini memang benar. Selain rawan terbakar, Anda harus menghindari mengisi bensin saat ada truk tangki karena semua debu atau partikel yang berada di dasar pompa bensin bisa tersedot masuk ke dalam mobil. Jika partikel ini masuk ke tangki bahan bakar maka bisa merusak saringan dan pompa bensin.
Sebagai tips, memilih jenis BBM yang tepat untuk kendaraan adalah hal yang pertama kali dilakukan. Jangan sampai Anda memilih BBM yang salah untuk kendaraan. Akibatnya mobil Anda pun bisa berbunyi ngelitik yang bisa membuat mesin mobil rusak.
Sumber : fb RTMC Polda jatim (1/4)
Memandang rembulan…

Rembulan selalu menyimpan memori yang panjang
Setia dan tegar menampung segala peristiwa
Sebagai tanda pengingat dan petanda…
Memandang rembulan mengingatkan daku bermain ditengah cahaya purnama
Memandang rembulan mengingatkan daku digendong bapak pulang pengajian malam jum’at
Memandang rembulan pula mengingatkan daku pulang bergerombol sehabis nonton bioskop ditengah lapangan
Memandang rembulan mengingatkan daku saat ‘main air’ di malam hari pinggir bengawan solo
Memandang rembulan mengingatkan daku termenung diatas atap sekolahan untuk mengejar impian
Memandang rembulan mengingatkan daku tingkah unik tetangga saat gerhana menempa
Memandang rembulan mengingatkan daku berjalan pulang menembus malam karena kehabisan uang
Memandang rembulan mengingatkan daku saat-saat belajar sholat malam
Memandang rembulan mengingatkan daku kesepian dan kerinduan ketika belajar jauh dari orang tua.
Memandang rembulan membuat daku takjub bersyukur pada Yang Maha Kuasa atas segala kreasi alamnya…
Rembulan memang menyimpan segala makna dan cita-cita…
Bagaimanan dengan kawan semua?
Monggo di bagi dimari















































































































































![Pulsar Rider Society [PRIDES]](http://setia1heri.files.wordpress.com/2010/12/404.png?w=274&h=113)







Komeng-ntar