Memasang Blind Spot Mirror

May 28, 2012 10 comments

 

Mungkin keberadaan spion kita tidak bisa mengkover semua apa yang ada dibelakang kita. Bisa jadi kita tiba-tiba dikejutkan alay yang mau mendahului tanpa member sign dulu. Atau kita mau bergeser minggir namun ternyata hampir saja kita mau bersinggungan dengan pengendara lain itu. Itulah kawan yang mungkin dinamakan blind spot atau titik buta…cmiiw.

Kemarin sebelum berangkat ke Perjalanan ke Seberang Timur (PST) atau Lombok (postingan disini) ane menyempatkan membeli perlengkapan blind spot mirror atau cermin titik buta ini. Semua didasari untuk menunjang safety riding dan kenyamanan dalam perjalanan apalagi perjalanan jauh. Ane membeli barang ini di ACE Hardware Royal Plaza Surabaya dengan harga sekitar 23 ribu sekian. Membeli blind spot mirror ini kita langsung mendapatkan sepasang yang bisa kita tempel di spion sepeda motor. Oia kawan sebenarnya cermin ini awalnya untuk mobil namun tidak ada salahnya kita pakai di motor kita untuk menunjang keselamatan berkendara.

Cermin ini berdiameter kurang lebih 3 cm dan dibelakang sudah ada stiker 3M sehingga bisa langsung kita pasang. Ane sendiri langsung memasangnya malam sebelum keberangkatan ke Lombok. Awalnya agak ane dan rada bingung karena gak biasa ada benda lain di spion milestone. Maka ane mencoba untuk beradaptasi dengan barang bundar ini.

Objek di blind spot mirror terlihat lebih kecil dan lebih jauh dibandingkan dengan objek aslinya.  Oleh karena itu kita harus sering mengkombinasikan dengan spion utama agar kita tidak ‘tertipu’ dengan objek di belakang kita.  Sudut pemasangan diharapkan tidak sama dengan spion karena tujuan blind spot error ini untuk mengkover wilayah yang buta atau tak terkover spion.  Berapa sudutnya gan  ? tergantung kebutuhan masing-masing bro… :mrgreen: .Kalau bisa sudut kemiringan masing masing sisa tidak sama sehingga kita bisa mendapatkan gambaran sempurna di belakang kita.

Selain itu juga perlu diperhatikan ketika objek berada di titik batas antara spion dan cermini ini. Objek akan terlihat patah dan kita mesti waspada karena terkadang justru objek dibelakang kita tidak terlihat jelas sama sekali.  Penginnya mendahului tapi ternyata dibelakang kita ada pengendara lain yang mau mendahului. Wah bisa bisa crash jadinya…hehehehe :-D . keep aware bro …. :-D

Ane sendiri saat ini cukup menikmati dengan adanya cermin ini. Kalau ada sruntuler atau alay yang tiba-tiba nongol sudah bisa diantisipasi. Lebih baik minggir saja daripada terjadi balapan liar di jalanan. Tertarik mentjoba ?  :-D

Catatan Perjalanan ke Seberang Timur bagian 3-Habis : Pantat ngepeer…

May 27, 2012 7 comments

Hari Sabtu (19/5) atau Hari ketiga ane di Lombok kawan. Hari itu memang ane rencanakan comeback ke Gresik lagi. Rencana ini ane mantapkan karena tidak ingin terjebak macet panjang dan kepadatan lalu lintas karena arus balik long weekend. Selain itu, dengan pulang lebih awal akan ada waktu itu recovery tubuh yang pegal-pegal lebih lama…hehehe. Atau juga bisa last weekend bareng keluarga dirumah :-D . Bolehlah turing tapi jangan sampai mengorbankan keluarga dan kantor…hehehe. Oia kalau mau tahu catatan di lombok sebelumnya bisa disini dan disitu :mrgreen:

Pagi jam 08.01 siap-siap dengan mengecek kondisi motor. Setelah semua dipastikan tidak ada yang rusak atau patah maka saatnya mengganti oli. Ane sengaja membawa oli cadangan 1 buah karena  disini mungkin agak sulit mencari oli jenis FK Massimo ini…hehehehe. Awalnya agak sulit mencoba membuka baut dibawah mesin. Sudah memakai kunci 17 namun masih sulit ternyata uliran sudah dol alias dower maka agak perlu ditekan agar bisa menggigit. Alhamdulillah baut dibawah bisa dibuka dan mengucurlah oli hitam dari mesin. Kurang lebih 10 menit prosesi  penggantian oli ini setelah itu tinggal pasang GPS dan packing barang-barang yang lain.

Sebelum pulang ane menyempatkan foto di mabes KOPLAK ini. Foto didekat sebagian stiker yang menempel di kaca mabes. Setelah itu foto bareng dengan kang Dadang dan bro Dio sebagai kenang-kenangan terakhir.  Sebuah kenangan yang mungkin entah kapan dapat terulang kembali…hehehe. Setelah berpamitan dengan anggota keluarga yang lain maka ane sama bro dio melanjutkan perjalanan.

Jam 09.31 ane bersama bro Dio bertolak dari mabes KOPLAK menuju tempat beli oleh-oleh khas Lombok. Tempat beli oleh-oleh ini ada di jalan Bung Karno Pagutan Kr. Genteng, Mataram.  Memang tempatnya tidak ramai namun tempat ini harga oleh-olehnya seperti harga grosir. Disini ane membeli buah tangan berupa kaos, daster, baju anak-anak, serta makanan khas Lombok seperti dodol nangka dan sirsak, manisan rumput laut, dan lain-lain. Tidak kurang 30 menit ane berbelanja di pusat oleh-oleh khas Lombok ini.

Jam 10.38 ane sudah sampai di Pelabuhan Lembar. Jalanan memang cukup lengang sehingga bisa digeber sesuka hati namun harus tetap waspada dan hati-hati. Disini ternyata masih merapat kapal perang 540 KRI Teluk Lampung yang mungkin masih mengawal RI 1 dalam kunjungannya ke Lombok.  Setelah beli tiket maka ane langsung menuju kapal  KMP Marina Segunda, yang ternyata kapal yang sama ketika ane berangkat…xixixixi. Kok bisa ya…hehehee :-D

Berhubung kapal masih agak lama bersandarnya maka ane mencoba jalan-jalan disekitar kapal sambil jeprat-jepret di sekitar Pelabuhan Lembar. Awalnya tidak ingin pesan kamar karena kondisi siang hari namun ketika memikirkan keamanan barang-barang maka ane berubah pikiran. Setelah nego akhirnya dapat 40 ribu saja. Lumayanlah. Oia kawan berhubung dikapal tidak ada jualan nasi maka sebelum naik kapal ane sempatkan membeli 2 bungkus nasi seharga 10 ribu dan sebotol air minum seharga 5 ribu. Lumayanlah agar tidak keroncongan nantinya .  :mrgreen:

Kembali ane tertidur dikamar yang berbeda ketika berangkat. Kalau kamar ketika berangkat ada di kamar NAHKODA maka ketika pulang ini ane tidur di kamar K.K.M. Embuhlah yang penting bisa rebahan dan ngecez gadget sesuka hati.  Ditengah laut ternyata perut keroncongan lagi maka langsung turun di geladak untuk pesan pop mie satu gelas…hehehehe. Dan tidurpun dilanjut lagi…ZZZZ….ZZZZ…ZZZZ.

Jam 15.20 kapal sudah bersandar di Pelabuhan Padangbay. Ane langsung turun karena memang kondisi kapal tidak begitu padat hanya ada 5 motor didalamnya selain bus dan truk besar. Alhamdulillah kondisi GPS sangat sehat sejak keluar dari mabes KOPLAK. Maka dipandu dengan GPS ane siap menggeber sang Milestone ini.

Dipandu dengan GPS ini ane rasakan jauh berbeda ketika lewat ‘peta manual’ saat berangkat. Dengan GPS waterproof ini ane dipandu lewat by pass jalan Prof Dr Ida Bagus arah Denpasar-Padangbay. Kondisi jalan sangat mulus, naik turun dan tidak berbelok-belok alias kencang saja dari Padangbay. Hanya dibutuhkan waktu sektitar 1 jam saja dengan digeber sekitar 90-100 km/ jam.  Bisa dibayangkan dengan ketika berangkat yang butuh waktu 2 kali lipat karena lewat jalanan padat tengah kota..

Jam 16.11 ane sudah memasuki kota Denpasar namun kudu muter-muter karena pengin lihat Grand Zero Legian. Itu lho kawan sebuah monument untuk mengenang korban Bom Bali I yang ada di jalan Legian. Ane sendiri muter-muter dan sambil nanya terkait grand zero tadi. Tidak sampai satu jam ane mengelilingi Kuta dan Legian akhirnya bisa merapat di monument ini. Sepanjang jalan Legian ini memang beragam jasa dan hiburan tersebar dan dipastikan banyak bule-bule berada disini.

Jam 17.13 sampai didepan Grand Zero Legian. Setelah meminta ijin kepada polisi yang bertugas di lokasi maka ane bisa memotret sepuas dan parkir tepat di samping monumen.  Sore itu pintunya sudah ditutup namun dari jauh masih bisa dilihat monumen beserta nama-nama yang ada didalamnya. Ane minta tolong salah satu guide disana untuk memfoto ane didepan monument tadi. Setelah prosesi foto-memfoto selesai maka perjalanan pulang dilanjutkan.

Jam 17.45 terdengar sayup-sayup adzan maghrib di sekitaran jalan Majapahit, Legian. Maka tanpa banyak pertimbangan ane langsung banting setir untuk sekaligus menunaikan ibadah sholat maghrib.  Setelah melepas apparel maka ane langsung mengambil air wudhlu sekaligus sholat di Masjid Rahmat ini. Sembari istirahat maka ane mengabari kondisi ane kepada ibu negara yang harap-harap cemas menunggu di rumah.

Jam 18.16 selepas sholat maghrib sekaligus dijamak qosor isya’ ane langsung tarik gaz menuju ke Gilimanuk. Tidak ada kendala jalan berarti karena GPS Alhamdulillah selalu ready dan mengarahkan dengan sempurna. Meskipun ane rasakan lewat jalan pinggiran tetapi tidak sampai menemukan kemacetan yang berarti. Sebuah panduan jalan yang sempurna tanpa takut tersesat sedikitpun…hehehehe. :-P

Kondisi jalan Tabanan-Negara ternyata turunan sehingga dapat lebih cepat meskipun kita tidak menggeber gaz. Kondisi jalan yang berkelok-kelok maka diisini pula kita bisa mereng-mereng alias cornering meskipun harus ekstra hati-hati karena banyak truk besar, bus pariwisata dan mobil pribadi pualng berwisata.  Berhubung kondisi jalan malam maka harus juga waspada agar tidak sampai menghajar lobang atau galian terutama di sekitar Negara.

Jam 21.11 alhamdulillah ane sudah sampai di Gilimanuk. Kondisi pelabuhan sangat padat dengan banyak antrian bus-bus pariwisata sedangkan untuk kendaraan roda dua tidak begitu banyak.  Setelah membayar tiket 16 ribu maka ane langsung bergeser ke dekat kapal untuk menunggu bongkar muat. Lama penyeberangan sekitar satu jam lebih karena antraian kapal untuk bersandar di Ketapang.

Tepat jam 10.36 ane mendarat di Ketapang. Awalnya agak ragu untuk melanjutkan perjalanan karena kondisi jalan yang sepi. Namun ketika ane tanyakan pada petugas pemeriksas tanda pengenal mengenai keamanan jalur banyuwangi-situbondo, maka mantaplah sudah. Gazz terusss… Sekitar jam 11 malam ane memasuki hutan Taman Nasional Baluran. Disini pula kita bisa mereng-mereng atau cornering malam hari.

Untuk menghindari ngantuk maka ane berinisiatif sparing partner dengan bus, selain itu juga bisa sebagai  voreijder. Maklum lampu utama pulsar 180 ug IV tidak begitu terang sehingga kadang tidak jelas kondisi jalan di depan. Dengan adanya bus maka kita bisa mengetahui kondisi jalan didepan, apakah kondisi menurun, naik, berkelok, menikung tajam atau mungkin ada perbaikan jalan. Terhitung mulai dari Banyuwangi  hingga Kraksaan Probolinggo ane bersparing partner dengan bus. Dan tahu sendiri seperti apa bus (pariwisata) malem itu kencengnya gila…hehehe. Ane geber 100 km/jam aj masih keponthal-ponthal.. :mrgreen:

Minggu pagi (20/5) jam 1.32 berhubung perut keroncongan maka ane merapat di sebuah warung lesehan. Warung lesehan ini ada di Besuk, deket Kraksaan Probolinggo yang menyediakan ayam dan bebek goreng. Entah ini makan malam atau makan pagi yang jelas pokoknya sudah lapar banget. Sambil menunggu ayam goreng pesenan datang ane rebahan dulu di dipan yang disediakan. Ayam gorengnya sangat enak sekali terbukti tidak sampai 10 menit makanan sudah habis…xixixi…saking laparnya :-P .

Jam 02.14 berhubung warung sudah mau tutup maka perjalanan ane lanjutkan. Namun kondisi badan dan mata tidak bisa dibohongi alias pegel bin ngantuk berat. Akhirnya cari pom bensin terdekat yang bisa buat lesehan dan rebahan. Ketemulah pom bensin di daerah Taman sari sebelum probolinggo. Ternyata musholla cukup ramai juga meskipun masih ada spare untuk menampung tubuh yang pegel ini.  Sarung dikeluarkan dan tidurlah dengan protector kaki masih menempel…ZZZZ….ZZZZ….ZZZZZ

Jam 04.14 terdengar adzan subuh di musholla tadi. Dengan bangun geragapan ane langsung bersikap duduk kayak orang ada obrakan PKL…xixixixi. Ternyata musholla sudah ramai dengan pengunjung lain yang sedang istirahat di pom bensin.  Ternyata ada rombongan ibu-ibu yang dari Semarang . Berhubung musholla sempit maka sholat subuh ada 3 gelombang karena jumlah jamaah yang membludak.

Jam 04.45 sehabis subuh perjalanan dilanjutkan. Setelah siap semua peralatan dan perlengkapan maka meluncurlah ane pagi-pagi itu menuju Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya dan Gresik. Di sekitaran Probolinggo dan Pasuruan harus ekstra hati-hati karena jalanan ada perbaikan selain itu juga ada rombongan ibu dan bapak arah pasar.  Kecepatan geberan gazz diatas 80 km/jam aja bro…

Jam 06.50 sudah sampai di depan Kebun Binatang Surabaya a.k.a KBS. Ane sempat turun untuk sedikit narsis di patung lambang Surabaya ini. Setelah puas jeprat jepret perjalanan di lanjutkan dengan menggeber gazz sedikit diatas rata-rata. Alhamdulillah Jam 07.19 sudah nyampai di depan rumah tercinta.  Hiks…hiks…hiks….gak nyangka dan gak percaya sudah sampai Lombok seorang diri…. :-(  . Bener-bener pantat ngepeeer atau Spring Ass sekitar 600 km- PP  :-D

Demikian kawan RR seorang nubi yang tidak pernah kemana-mana ini apalagi luar pulau. Mungkin bagi para suhu turing  bahwa perjalanan ke Lombok adalah hal biasa dan bahkan mungkin seperti rumah kedua. Namun bagi nubi dengan solo riding ini merupakan pengalaman hidup tersendiri…hehehe

Puji syukur kepada Allah SWT atas nikmat sehat yang diberikan, Sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW atas tauladan sholat bagi orang yang safar atau perjalanan, Cium mesra untuk Ibu Negara yang telah mengikhlaskan dan mendo’akan solo riding ini, Maturnuwun brader, sister, mbak sis, kang bro atas segala bantuan, dukungan dan do’anya sehingga perjalanan Lombok-Gresik ini zero problem dan zero accident.

Keep brotherhood.

Catatan Perjalanan ke Seberang Timur bagian 2 : Indahnya sunset di Malimbu II

May 26, 2012 18 comments

Hari kedua atau hari Jum’at (18/5) kawan ane menghirup udara pagi di Pulau Lombok. Setelah sehari sebelumnya menikmati perjalanan (postingan disini) maka pagi ini ane menyusun rencana terkait destinasi wisata di sekitaran Lombok.  Jujur kawan sebagaimana postingan ane ketika berangkat bahwa sudah sampai Lombok dengan selamat sentausa adalah kebahagiaan tersendiri. Sedangkan destinasi wisata hanyalah bonus belaka…hehehe (postingan disini). Maka pagi itu bersama kang dadang (si empu Mabes KOPLAK) ane menyusun rencana  selama seharian yakni memutari Lombok via kaki gunung Rinjani (Sembalon, klo gak salah ingat), berputar hingga ke Malimbu II dan berakhir di Pantai Senggigi.

Jam  09.22 pagi itu ternyata mendung tebal menyelimuti dibeberapa sudut langit Lombok. Dan tidak berapa lama setelah itu hujan deras mengguyur Lombok hingga sore hari. Hari itu sebenarnya juga bertepatan dengan hadirnya RI 1 alias Presiden  di Mataram untuk acara kenegaraan.  Walhasil planning yang sudah direncakan buyar semua karena memang situasi dan kondisi tidak memungkinkan. :-( . Kwatirnya entar dipaksakan justru tidak bersahabat dengan kesehatan.  Praktis seharian itu ane hanya ngobrol doank dengan kang Dadang dan bro Dio dari HTML (Honda Tiger Mailing List).  Hari itu juga dapat kabar kalau bro Annez BBM (Bajaj Biker Malang) bersama rombongan juga ke Lombok. Ternyata mereka bersama rombongan BBM, Pussycat (Pulsar Syndicate), B-COP (Banten Community Pulsar ), BIC, POC (Pulsar Owner Club) Surabaya memang sudah sampai di Padangbay.

Ketika sambil menunggu hujan reda ini ane bisa mencicipi nasi Sekarbele (kalau ndak salah ingat), nasi khas Lombok atau Mataram. Sekilas nasinya seperti gudeg dengan tingkat kepedasan diatas rata-rata. Hot banget. Ane bisa menikmati nasi khas Lombok ini atas kebaikan bro Dadang dan keluarganya…hehehe. Maturnuwun bro. Ketika sholat jum’at pun ane masih dalam guyuran hujan yang cukup deras. Beberapa ruas jalan perumahan BTN itu terdapat genangan air lumpur.  Ngobrol pun dilanjut habis jum’at sembari menunggu kapan hujan akan segera mereda.


Jam 16.12 hujan sudah mereda dan langit terang sekali. Maka tidak ingin kehilangan moment sunset di sekitaran malimbu II maka maka bersama kang Dio HTML langsung cabut duluan berdua.  Jalanan cukup padat dan ramai namun dengan kawalan dan voreijder dari kang Dio maka lancar-lancar saja hingga ke Malimbu II. Beberapa tikungan mengingatkan daku ketika menanjak ke air terjun dholo Kediri (postingan disini). Cuman bedanya kalau di Malimbu seberang kiri jurang air laut sedangkan di Kediri jurang pegunungan…hehehee.

Sesampai di tikungan Malimbu II (daerah Pamenangan) ternyata kondisi lumayan ramai. Banyak mobil pribadi dan motor yang ingin menyaksikan sunset di tikungan ini. Disini pula ane bertemu dengan serombongan biker dari Surabaya. Tidak tahu dari klub mana yang jelas mereka suka jalan-jalan.  Mereka tercengang kalau ane bilang sendirian ke Lombok dari Gresik…xixixi. :-D

Di Malimbu II ini terlihat 3 pulau atau gili-gili yang terkenal itu diantaranya Gili Trawangan. Sebenarnya sangat indah nian ke tempat ini , disana kita bisa diving dan melihat indahnya biota bawah laut. Namun untuk kesini dibutuhkan minimal waktu sehari-semalam karena harus naik kapal lagi. Moment sunset tidak kami sia-siakan bersama kang Dio yang setia menemani ane  hingga diajak ke bawah lebih dekat dengan pantai.

Jam menunjukkan pukul 17.20 kami segera turun untuk kembali ke Mataram. Ternyata rombongan teman-teman BBM, Pussycat, B-COP, POC Surabaya sudah sampaik di mataram tepatnya di Lombok Garden. Maka kami bersama kang dio langsung menggeber gaz ke arah hotel yang cukup berbintang di Lombok ini. Disana sudah terdapat kawan-kawan BBM bersama rombongan lagi check in kamar. Suasana akrab, guyub dan penuh canda tawa menemani pertemuan sore itu disekitaran hotel.

Jam 21.30 kami kembali Lombok Garden untuk mengikuti pertemuan dengan Kapten Peter Adiputra dengan beberapa klub pulsar Lombok seperti Bajaj Lombok Community (BLOC), PLUSER (Pulsar Lombok Unity Spirit) aka Pulsarian Lombok dan Tim KOPLAK Ghosbhuster. Pertemuan berlangsung dilobby hotel yang turut hadir pula kawan-kawan BBM, B-COP, Pussycat, POC-Surabaya. Sungguh indan nian melihat keakraban ketiga klub lokal pulsar. Mantabz.. Sebelum acara usai ane menyempatkan foto bareng dengan bro jerry dan bro surya dari KOPLAK karena besoknya ane langsung cabut dari Lombok. Tengkyu bro…

Sekitar jam 11.01 bersama bro Galang ane ijin untuk pisah rombongan karena ingin mencari spot foto malam. Ane tidak bisa leluasa mencari spot foto di sekitaran gubernuran karena penjagaan malam itu ketat akibat di lokasi terdapat RI 1 yang sedang pertemuan.  Berkat bantuan bro Galang maka ane menyusuri beberapa titik  yakni Jalan Udayana (tempat kopdaran all biker di Lombok), terus bergeser ke kantor walikota Mataram. Berhubung malam semakin larut dan besoknya juga bro Galang masuk kerja maka ane menyudahi hunting foto malam itu. Tengkyu bro atas bantuannya keliling kota Mataram di malam hari.

Meskipun di Lombok tidak kemana-mana, tapi saya sangat berbahagia karena menambah saudara. Seperti dalam posting awal bahwa Lombok adalah tujuan utama, destinasi wisata adalah bonus belaka”.. :mrgreen: (apologize) :-P

Catatan Perjalanan ke Seberang Timur bagian 1 : Menikmati perjalanan panjang

May 25, 2012 30 comments

Alhamdulillah rencana Solo Blakrakan Perjalanan ke Seberang Timur (PST) dapat terwujud. Sebelumnya saya sampaikan terima kasih yang sangat mendalam atas atensi, dukungan, dan do’a dari semua kawan yang tidak bisa saya rinci satu persatu. Terutama untuk keluarga besar Gresik Pulsar Community (GPC), PRIDES, PCS, KOPLAK, dlll.

Sebagai persiapan rabu (16/5) sore jam 16.13 ane mencoba memakai inferter atau compressor elektrik yang ane beli sebelumnya di ace hardware (entar di postingan berbeda). Ternyata alatnya tidak nyala yang disebabkan sekring charge atau colokan listrik lagi putus. Sore itu wira-wiri dibengkel Surabaya-Gresik mencari sekring pipih yang berkapasitas 5 Ampere ternyata ukuran paling kecil adanya 10 Ampere.  Berhubung mendesak maka langsung bungkus 2 buah sekaligus. :-(

Perjalanan pulang kerja dari Surabaya ternyata beberapa ruas jalan hujan lokal di Gresik. Jam 18.14 sesampai dirumah malam itu juga langsung cuci motor alias cimot. Ketika kondisi motor sudah cling maka dilanjut dengan memasang skring, menempel kaca blind spot (entar ane posting sendiri) dan langsung mengganti oli. Setelah semua selesai tinggal memasang side bag, packing dan menata semua barang sehingga tinggal berangkat saja. Jam 20.05 semua persiapan sudah selesai maka saatnya istirahat sebentar karena capek seharian kerja. Ternyata lagi galau gak bisa tidur…hehehe, penginnya langsung tarik gazzz…wkwkwkkw :mrgreen:

Sore itu ane sempat broadcast mohon ijin melintas dari beberapa komunitas atau group milis fesbuk yang ane ikuti. Dibantu broadcast massif dengan kang zuhdi humas GPC  di milis teman-teman pulsar Lombok teryata ada yang merespon cepat. Malam itu juga ketika lagi packing ane ditelpon langsung  oleh bro jerry dari KOPLAK….wah ane gak nyangka respon dan atensinya cepat banget. Sebelumnya memang juga sudah terhubung dengan bro Yudi dari KOPLAK terkait rencana ke Lombok. “kapan berangkat, berapa orang bro?”tutur suara di ujung hape. Langsung ane jawab bahwa ane berencana solo blakrakan alias budhal dewe…hehehe J

Jam 11.15 alarm alias weker hape ane berdering. Alarm ini buat jaga-jaga nemani tidur dimana mata sulit terpejam ini. Setelah mandi dan berdo’a langsung merapat ke bunderan GKB karena disana sudah menunggu teman-teman Gresik Pulsar Community (GPC) untuk menghantar ane. Tepat Rabu (16/5) pukul 12.00 ane start dari GKB dengan diiringi serta diantar teman-teman GPC terutama paketu pak kaji dodik dan Pembina GPC pak ikhwan. Ane dihantar rombongan hingga perbatasan Surabaya-Gresik yang dilepas dengan suara horn…toet….toet…toet…. hehehe

Malam itu jalanan sangat sepi hanya satu-dua saja bersimpangan dengan motor-motor.  Hujan gerimis mengundang di beberapa ruas jalan Sidoarjo dan Probolinggo. Ane sendiri tidak terlalu bernapsu menggeber motor hanya kisaran 80 -90 km/jam saja.  Jalanan sangat mulus namun harus hati-hati karena perbaikan jalan di sekitaran Probolinggo belum tuntas. Selain itu tidak ada garis batas putih sehingga hampir saja mau menghajar lobang jahanam disisi pinggir jalan. Berhubung indicator BBM sudah merah maka maka Kamis (17/5) jam 02.02 anemerapat dulu untuk Isi  bensin di daerah Lekok, (gak tahu ni masuk Pasuruan atau Probolinggo).

Seusai isi bensin perjalanan dilanjut dengan beriringan bersama bus malam, mobil pribadi, mobil klub, bus pariwisata dan truk-truk besar seperti tronton dan trailer.  Jam 04.19 terdengar adzan Shubuh dan merapatlah ane di sebuah masjid Al-Falah yang ada di pinggir jalan Panarukan Situbondo. Pagi itu masjid lumayan ramai karena memang sepertinya banyak orang yang mau ke Bali. Sehabis subuh berhubung mata sudah ngantuk berat maka dilanjutkan dengan rebahan sebentar sekitar 30 menit.

Jam 05.15 badan sudah mulai mendingan maka perjalanan solo riding dilanjutkan. Pagi itu langit sangat cerah dan sepi sehingga bisa digeber sesuka hati. Namun nyali ane tidak berani menyentuh diatas 100 km/jam sehingga ya santai saja.  Memasuki wilayah Taman Nasional Baluran, Banyuwangi kita bisa menikmati sensasi mereng-mereng aka cornering, namun tetap hati-hati karena ini jalur utama bus dan truk melintas. Oia kawan sebelumnya dijalanan Situbondo terdapat rel kereta yang ‘mengahadang’ disekitar pabrik gula oleh karena itu harus hati-hati biar tidak terbang kalau menggeber kecepatan tinggi.

Jam 07.26 nyampai juga di pelabuhan Ketapang,Banyuwangi. Terlihat antrian bus dan kendaraan pribadi sangat panjang. Kalau sepeda motor sepertinya tidak terlalu ramai pagi itu sehingga ane bisa dengan mulus langsung beli tiket.  Harga tiket 16 ribu per motor. Menunggu 10 menit bongkar muat setelah itu langsung masuk kapal.  Berhubung perut sudah keroncongan maka untuk mengganjal sementara maka ane membeli sebuah pop mie seharga 9 ribu.

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sebenarnya tidaklah lama mungkin sekitar 30 menit namun terdapat banyak antrian kapal yang akan merapat di Gilimanuk.  Kapal terapung gak jelas hingga lebih 30 menit ditengah selat Bali ini. Boring dan ngantuk..hehehe. Setelah menunggu antrian hingga 30 menit maka sekitar jam 08.46 kapal jenis RORO ini baru bersandar di Gilimanuk. Hups….lega… :-D

Memasuki Gilimanuk atau keluar dari Pelabuhan akan ada pemeriksaan kartu identitas baik berupa KTP, STNK maupun SIM oleh Pak Polisi maupun Satpol PP. Oleh karena bagi kawan yang ada rencana ke Bali maka wajib membawa kartu identitas diatas. Jam 09.00 tanpa banyak istirahat dan hambatan ane langsung tancap gaz lagi.  Perut mulai keroncongan diperjalanan maka ane merapat di Beluk, Negara jam 09.30.  Menu sarapan sembarangan pokoknya perut terisi…hehehehe. Sambil sarapan dan istirahat hingga jam 09.48.

Jam 10.00 perjalanan dilanjutkan setelah dirasa perut sudah kenyang. Ane menggeber lagi gazz yang arah Tabanan  dimana dibeberapa ruas jalan ada perbaikan alias tambal sulam. Harus waspada dan ekstra hati-hati biar tidak menghajar lobang atau galian.   Ternyata dalam perjalanan sehabis sarapan ini membuat mata menjadi ngantuk berat. Daripada dipaksakan justru berbahaya maka jam 11.31 ane merapat di sebuah masjid di sekitaran Karambitan, deket Tabanan.  Merebah dipelataran masjid sambil menunggu adzan dhuhur sekalian.

Jam 13.08 sehabis dhuhur dan sudah hilang kantuk maka perjalanan ane lanjutkan menuju Denpasar. Menyusuri jalan mereng-mereng membuat mata harus konsentrasi. Jangan sampai kebablasan ditingkungan yang lumayan tajam. Alhasil sampailah di jalan Tabanan arah Denpasar.

Tidak disangka sangka GPS lagi error.  Ane mencoba menyalakan berulang kali hasilnya tetap gak mau nyala. Ya sudahlah maka pandangan beralih ke peta print-print an yang ane bawa dari kantor. Meskipun kurang detail  dan lengkap tetapi cukuplah sebagai patokan dasar. Awalnya ane mengandalkan Navigation di goole map HTC wildfire S namun ternyata kurang nyaman dan seringkali time out dimana justru semakin mengganggu.  Akhirnya ane putuskan kembali ke petunjuk rambu saja ..yang penting arah Gianyar dan Klungkung. :-D

Terpaksa ane jalan pelan sambil lihat papan hijau petunjuk arah Gianyar. Perjalanan ini melewati jalan-jalan kota dan juga gang sempit. Bahkan ketika arah Klungkung ane melewati Pasar Kesenian Sukowati yang lumayan padat dan ramai. Pokoknya menguras tenaga dan keringat…hehehe. Ketika sesampai di Klungkung pun ane sempat tersesat ke arah Pura Besakih. Ane lihat dipapan hijau tidak ada arah Padangbay, adanya Amlapura. Ternyata arah Amlapura dan Padang bay itu sama…..wkwkwkwk praktis tersesat sejauh 5 km dari arah ke Amlapura. :mrgeen:

Kembali ke Jalan ke Amlapura. Ternyata dari jauh kelihatan laut biru itu menandakan bahwa Padang Bay tinggal beberapa km lagi. Ane tetap mengikuti papan hijau yang menunjukkan arah Padangbay walaupun harus mutar-mutar dan melewati jalanan kecil.  Sebenarnya kawan ada jalan by pass dari Denpasar-Padangbay yang bisa digeber cuma 1 jam saja (ntar pulangnya ane jelaskan). Jam  15.57 Alhamdulillah bisa sampai di Padang Bay.

Oia kawan ketika di Bali ane tidak banyak berhenti istirahat soalnya tujuan utama memang ke Lombok. Sempat istirahat sekali ketika di Gianyar untuk beli minum dan roti sebagai pengganjal perut di Indomaret. Di Bali pula ane sempat  toet…toet dengan beberapa klub yang akan turing. Serta kecepatan riding 70-80 km saja… gak ngoyo blazz. Jalan Denpasar-Padangbay sangat mulus meskipun terkadang padat karena memang long weekend.

Jam 16.10 naik kapal dengan ongkos 101 ribu. Sesampai di galangan kapal langsung ditawari kamar oleh ABK. Tanpa banyak nawar langsung ane ambil saja sebuah kamar nahkoda seharga 50 ribu. Maklum perjalanan laut dari Padangbay-Lembar ini sekitar 4 -5 jam sehingga waktu yang pas untuk tidur atau istirahat. Alasan lain sewa kamar karena lebih privasi, nyaman, ada bantal, kasur, kipas angin, colokan ces banyak, serta barang-barang aman ketika di tinggal jalan-jalan. Kapal berangkat sekitar jam 16.30 dan ane langsung sms bro jeffry dan kang dadang dari Tim Koplak Ghostbuster terkait posisi ane yang menuju Lembar.

Ditengah lautan perut mulai keroncongan karena memang sejak tadi siang tidak makan.  Maka ane memesan pop mie di kapal sebanyak 2 cup dengan harga masing-masing 10 ribu. Cukuplah untuk mengganjal perut ini.  Selain itu ketika jam 19.48 ombak ditengah lautan lumayan kenceng sehingga seperti terombang-ambing. Namun Alhamdulillah ane tidak sampai mabuk. Untuk menghilangkan rasa bosan dan jenuh bisa melihat TV 24 inch yang ada di galangan kapal. TV satelit ini bisa menyajikan seluruh saluran diluar saluran TV nasional.

Sekitar jam 21.00 kapal sudah merapat di pelabuan lembar jam 21.15 WIB atau kalau WITA ditambah 1 jam..hehehe. Turun dari kapal terdapat anak-anak berjaket dan berambut gondrong melambai-lambai. Langsung ane duga mungkin kawan-kawan dari koplak.  Ternyata benar tim koplak yang terdiri dari  bro jerry, kang dadang, bro surya, bro rizal dan bro galang sudah  menunggu beberap menit yang lalu.  Wah ditangkep nih ane ceritanye…hehehehe :-D

Malam itu sebenarnya tidak terlalu lengang namun dengan kawalan tim Koplak, Lembar-Mataram hanya sekitar 30 menit kalau tidak salah. Ane sendiri sebenarnya agak kaget dengan skill riding teman-teman koplak yang diatas rata-rata…hehehe. Jam 21.30 ane dibawa ke sebuah warung nasi Pak Heri (jalan selaparang) tempat kopdar teman-teman Koplak.  Maturnuwun bro jerry atas traktirannya maap gak bisa menghabiskan nasi karena masih kenyang dari kapal sudah habis 2 mie…hehehehe

Awalnya ane menanyakan kepada bro dadang terkait penginapan murah alias backpacker di Lombok.  Namun beliau menawarkan Mabes KOPLAK yang sudah biasa jadi tempat singgah kawan-kawan biker se nusantara. Ya sudahlah ane ngikut saja sekalian dapat teman ngobrol. Oia mabes koplak ada di Kota Mataram. Ketika di mabes koplak ini kita mengobrol  semua tentang biker dan saling berkenalan yang tidak terasa hingga jam 02.00 dini hari.

Berhubung mata sudah ngantuk dan badan juga sudah mulai pegel-pegel maka ane mohon ijin rebahan di Mabes Koplak yang ada di lantai 2…wuzzzz….zzzz….zzzzz… terlelap sudah hingga waktu subuh berkumandang.

Ini kawan cerita perjalanan hari pertama….benar-benar perjalanan melelahkan yang mengasyikkan :-D

5 Kelakuan Pengguna BlackBerry yang Menyebalkan

May 24, 2012 23 comments

Bagi yang punya blackberry atau gadget sejenis. Maklum ane gak punya BB hehehe.. :-D Boleh saja terlalu asyik dengan gadget kita, asal jangan kebablasan. Seperti 5 kelakukan kala menggunakan BlackBerry  berikut ini :

a. Mengobrol sambil utak-atik BlackBerry

Jika Anda sedang berbicara dengan seseorang, hindari berbicara sambil utak-utik BlackBerry. Karena teman bicara Anda pastinya akan sebal melihatnya karena merasa tak dipedulikan.
Apalagi jika yang dibicarakan adalah hal serius. Dan jangan coba-coba Anda tenggelam dengan BlackBerry saat sedang berbicara dengan bos atau pasangan. Ini lebih kepada rasa hormat dan menghargai orang terdekat Anda tersebut, dan sikap ini tentu juga harus dipegang ketika tengah berkomunikasi dengan orang lain.

b. Pesan dengan huruf dan angka

Pernah mendapatkan pesan yang berisi hasil kolaborasi kata-kata dan angka? Bagaimana membacanya, apakah nyaman? Pasti banyak yang mengatakan tidak. Nah, model penulisan tersebut dikenal dengan sebutan gaya alay.

Tidak semua orang menyukai tulisan bergaya ini. Sebab susah dibaca dan bisa membuat ‘sakit mata’. Jadi jika Anda mengirimkan BlackBerry Messenger (BBM) secara broadcast atau email ‘berjamaah’, jangan gunakan tulisan model seperti ini!

c. Profil kontak BBM dengan simbol aneh

Memang, kelebihan menggunakan BBM adalah bisa mengganti-ganti nama profil sesuai dengan yang kita mau. Tapi yang perlu diingat adalah, usahakan jangan menggunakan simbol-simbol yang aneh di nama BBM Anda, terutama di bagian awal nama.

Mengapa begitu? Karena hal ini akan menyusahkan teman, rekan atau keluarga Anda ketika ingin mencari (search) nama Anda.

d. Baru kenal minta PIN

Tidak semua orang suka jika PIN-nya diketahui, karena biasanya hal itu menyangkut privasi seseorang. Jadi jika Anda belum mengenal orang tersebut atau baru kenal tapi belum terlalu akrab, usahakan jangan memaksakan diri untuk minta PIN-nya. Kecuali hal ini menyangkut masalah bisnis atau urusan yang penting.

e. Broadcast message untuk test contact BBM

Di antara berbagai jenis broadcast message BBM, salah satu yang paling menyebalkan adalah yang isinya hanya ‘test contact’. Padahal di BBM versi 6, broadcast message sudah tidak sesederhana itu untuk mengetahui kontak BBM mana yang masih aktif.

Ada tambahan lagi? :mrgreen:

Sumber : detikinet (jeruknipis – detikinet, Selasa, 15/05/2012 13:14 WIB)

(mitos) Isi bensin lebih baik pagi hari?

May 23, 2012 9 comments

Mengisi bensin adalah sesuatu hal yang mudah dilakukan, tinggal putar tutup tangki dan isi bensin. Tetapi di balik itu, ada proses rumit dan kompleks. Di masyarakat pun beredar mitos mengisi bensin di pagi hari lebih bagus untuk kendaraan ketimbang mengisi bensin di siang hari, apakah betul begitu?

Memang hal ini terdengar tidak logis, tetapi ada baiknya mengisi bensin di pagi hari. Seperti dilansir autoevolution, hal itu bukanlah mitos belaka.

Soalnya panas akan membuat bensin menguap dan akhirnya membutuhkan lebih banyak ruangan di dalam tangki. Jadi kesimpulannya? Mengisi bensin di saat udara dingin, seperti pagi hari atau malam berarti temperaturnya lebih rendah dan lebih banyak bensin daripada uap bensinnya sendiri.

Mitos yang kedua. Beberapa orang mengatakan lebih baik mengisi tangki bensin penuh daripada mengisi secara rutin bensin dalam beberapa waktu dengan jumla yang sedikit.

Ada dua penjelasan untuk ini, namun hal itu tergantung pada risiko mana yang akan anda pilih. Pertama, makin sedikit bensin di dalam tangki, berarti lebih banyak udara. Hal ini akan membuat mobil lebih boros mengonsumsi BBM karena penguapan dari bensin yang tersedia. Sebagai tambahan, dikatakan kalau mengisi bensin dalam rentang waktu yang pendek akan membuat fuel pump dan saringan gampang rusak.

Ketika kita mengisi tangki bensin di atas saran yang disampaikan pabrikan, itu harus kita hindari, meskipun kita akan melakukan perjalanan jarak jauh. Jika Anda melakukan ini, akan merusakkan sensor di tangki dan juga akan membuat beban mobil bertambah dan akhirnya mengurangi performa mobil.
Selain membuat mobil tambah berat, bahan bakar berlebih juga akan menyebabkan tambahan uap udara yang akan membuat bensin lebih gampang menguap.

Mitos ketiga. Hindari mengisi bensin ketika truk BBM tengah mengisi bensin di SPBU. Mitos ini memang benar. Selain rawan terbakar, Anda harus menghindari mengisi bensin saat ada truk tangki karena semua debu atau partikel yang berada di dasar pompa bensin bisa tersedot masuk ke dalam mobil. Jika partikel ini masuk ke tangki bahan bakar maka bisa merusak saringan dan pompa bensin.

Sebagai tips, memilih jenis BBM yang tepat untuk kendaraan adalah hal yang pertama kali dilakukan. Jangan sampai Anda memilih BBM yang salah untuk kendaraan. Akibatnya mobil Anda pun bisa berbunyi ngelitik yang bisa membuat mesin mobil rusak.

Sumber : fb RTMC Polda jatim (1/4)

Memandang rembulan…

May 22, 2012 11 comments

Rembulan selalu menyimpan memori yang panjang

Setia dan tegar menampung segala peristiwa 

Sebagai tanda pengingat dan petanda…

Memandang rembulan mengingatkan daku bermain ditengah cahaya purnama 

Memandang rembulan mengingatkan daku digendong bapak pulang pengajian malam jum’at

Memandang rembulan pula mengingatkan daku pulang bergerombol sehabis nonton bioskop ditengah lapangan

Memandang rembulan mengingatkan daku saat ‘main air’  di malam hari pinggir bengawan solo

Memandang rembulan mengingatkan daku termenung diatas atap sekolahan untuk mengejar impian

Memandang rembulan mengingatkan daku tingkah unik tetangga saat gerhana menempa

Memandang rembulan mengingatkan daku berjalan pulang menembus malam karena kehabisan uang

Memandang rembulan mengingatkan daku saat-saat  belajar sholat malam

Memandang rembulan mengingatkan daku kesepian dan kerinduan ketika belajar jauh dari orang tua.

Memandang rembulan membuat daku takjub bersyukur pada Yang Maha Kuasa atas segala kreasi alamnya…

Rembulan memang menyimpan segala makna dan cita-cita…

Bagaimanan dengan kawan semua?

Monggo di bagi dimari

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,263 other followers